Kabarmaung.com - Sorotan tajam kembali mengarah ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bukan karena gegap gempita pertandingan, melainkan kondisi rumputnya yang kini tengah "berantakan" akibat proses perbaikan dan perawatan intensif. Menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027, markas kebanggaan Persib Bandung ini sedang berbenah total demi menyajikan performa lapangan terbaik.
Misteri Rumput Totol-Totol GBLA Terungkap
Sepanjang musim 2025/2026 lalu, visual lapangan GBLA memang seringkali menjadi perbincangan. Hamparan rumput terlihat dipenuhi pola totol-totol yang kurang sedap dipandang, terutama saat disaksikan melalui layar kaca. Ini bukan bagian dari seni atau desain, melainkan indikasi masalah serius yang mengganggu estetika stadion kebanggaan Bobotoh.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kondisi "totol-totol" tersebut bukanlah desain yang disengaja. Melainkan, kontaminasi dari beberapa jenis rumput yang tumbuh tidak merata di sejumlah titik, serta pertumbuhan akar rumput yang belum sempurna. Hal ini mengakibatkan tampilan lapangan secara keseluruhan menjadi kurang prima, meskipun secara fungsi teknis masih dapat digunakan.
Pengelola stadion bersama dengan manajemen Persib Bandung kini tengah mengoptimalkan proses rehabilitasi dan perawatan rumput. Tujuannya jelas, mengembalikan kualitas lapangan GBLA agar sesuai dengan standar terbaik, siap menyambut tantangan musim depan.
Harapan Bobotoh dan Standar Lapangan Kelas Dunia
Kualitas lapangan menjadi aspek krusial, apalagi Persib Bandung akan menghadapi jadwal padat di musim baru. Selain kompetisi domestik yang menuntut performa terbaik, Maung Bandung juga akan berpartisipasi di AFC Champions League Two. Tentu, standar lapangan terbaik adalah sebuah keharusan untuk menunjang performa tim dan menghindari risiko cedera.
Indra Jaya, seorang Bobotoh sekaligus pengamat Persib, menyuarakan harapannya. "Kalau totol-totolnya dibuat seni ya gak apa-apa tapi kalau berantakan tentu jadi hal yang gak baik juga untuk dilihat apalagi dari layar TV walaupun rumput dan tanahnya rata tapi dari segi visual terlihat kurang baik," ujarnya. Ia menekankan pentingnya estetika selain fungsi teknis lapangan yang sudah baik. "Sebagai Bobotoh mudah-mudahan ada perbaikan. Seperti tadi dibilang kalau berantakan tanpa pola yang jelas lebih baik direhab semuanya," tambahnya, berharap jeda kompetisi dimanfaatkan untuk perbaikan menyeluruh agar tampilan GBLA kembali memukau.
Keluhan Pelatih dan Urgensi Perbaikan Menyeluruh
Tidak hanya lapangan utama, kondisi lapangan pendamping yang kerap digunakan untuk latihan skuat Maung Bandung juga sempat menjadi sorotan. Pelatih Igor Tolic secara terang-terangan mengeluhkan kondisi rumput di lapangan latihan tersebut yang kurang ideal.
- "Saya hanya perlu mengontrol karena lapangan tidak ideal, jadi semuanya sedikit lebih berat dari biasanya," tegas Igor.
- Kondisi lapangan yang kurang ideal ini jelas menambah beban fisik pemain saat menjalani sesi latihan, berpotensi memengaruhi program latihan serta risiko cedera.
- Igor Tolic pun meminta manajemen untuk segera mengambil tindakan, memperbaiki kondisi rumput lapangan pendamping agar lebih ideal. "Para pemain bekerja keras dan mereka memberikan yang terbaik, mereka bekerja keras, ya, tapi memang sulit di lapangan seperti ini," pungkasnya, menunjukkan betapa pentingnya fasilitas latihan yang memadai.
Urgensi perbaikan ini semakin mendesak mengingat persiapan Persib untuk musim 2026/2027 yang akan sangat menantang dan kompetitif. Dengan kualitas lapangan yang optimal, baik di GBLA maupun di tempat latihan, diharapkan Maung Bandung dapat tampil maksimal, meraih prestasi gemilang, dan mengharumkan nama Bandung di kancah domestik maupun Asia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com