Kabarmaung.com - Bursa transfer Liga 1 kembali memanas dengan sejumlah nama top yang dikaitkan dengan Persib Bandung. Setelah sukses menjuarai musim lalu, Maung Bandung tak mau berpuas diri. Persiapan menuju musim 2026/2027 yang diprediksi lebih padat dan kompetitif, membuat manajemen dan tim pelatih bergerak cepat. Salah satu posisi vital yang menjadi sorotan adalah penjaga gawang, dan kini muncul sebuah nama baru yang mencuri perhatian: Matej Markovic.
Mengapa Persib Butuh Tambahan Kiper Berpengalaman?
Meski memiliki Teja Paku Alam yang tampil gemilang sepanjang musim lalu, Persib menyadari tantangan berat yang akan dihadapi. Jadwal kompetisi yang padat, baik di level domestik maupun kemungkinan partisipasi di ajang internasional, menuntut kedalaman Skuad yang mumpuni, terutama di bawah mistar gawang. Saat ini, Teja praktis menjadi pilihan utama tanpa pesaing sepadan, dengan pelapis dari kiper muda seperti Fitrah Maulana dan Rhaka Syakafa yang masih minim pengalaman.
Kebutuhan akan kiper 'matang' sebagai pelapis atau bahkan kompetitor Teja menjadi sangat krusial. Sebelumnya, nama Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta sempat santer dikabarkan diincar. Namun, status kontrak Cahya yang masih terikat membuat potensi transfernya rumit, meskipun opsi tebus kontrak atau pinjaman sempat mengemuka. Di tengah spekulasi tersebut, nama Matej Markovic kini meroket sebagai alternatif menarik.
Siapa Sebenarnya Matej Markovic? Profil Kiper Kroasia yang Disorot
Matej Markovic bukanlah nama sembarangan di kancah sepak bola. Pria kelahiran Zagreb, Kroasia, pada 22 Juli 1996 ini akan genap berusia 30 tahun. Dengan postur ideal seorang penjaga gawang, tingginya mencapai 1,92 meter, dan ia dominan menggunakan kaki kanan. Markovic dikenal sebagai kiper modern yang memiliki pengalaman panjang di berbagai liga Eropa, menjadikannya kandidat ideal untuk mengawal gawang Persib.
Karier juniornya ditempa di sejumlah klub Kroasia seperti Ravnice, R Sesvete U-17, C Sesvete U-17, NK Zagreb U-17, dan U-19. Perjalanan profesionalnya dimulai bersama NK Rudes pada 2015, sebelum berlabuh ke HASK Zagreb pada 2016. Petualangan Markovic membawanya ke Bosnia-Herzegovina (Celik Zenica, FK Krupa, FK Sarajevo), Slovakia, Yunani, dan Bulgaria. Sejak Februari 2026, ia bermain untuk HJK Helsinki, klub kasta teratas di Finlandia.
Pengalaman luas di berbagai liga dengan gaya permainan berbeda tentu menjadi nilai plus bagi Markovic. Kemampuannya diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan, baik dalam hal performa maupun mental kepemimpinan di lapangan, untuk Persib musim depan.
Statistik dan Nilai Pasar: Seberapa Layak Matej Markovic untuk Persib?
Bersama HJK Helsinki musim lalu, Matej Markovic mencatatkan 15 penampilan dengan total 1.314 menit bermain di berbagai ajang. Selama periode tersebut, ia kebobolan 15 kali dan sukses menorehkan empat clean sheet atau nirbobol. Angka ini menunjukkan konsistensi dan kemampuannya menjaga gawang dengan cukup baik di level kompetisi tertinggi Finlandia.
Menurut data dari Transfermarkt, nilai pasar Matej Markovic saat ini berada di kisaran Rp5,21 miliar. Angka ini relatif terjangkau bagi klub sekelas Persib, namun perlu diingat bahwa nilai pasar tidak selalu sama dengan biaya transfer atau gaji yang sebenarnya. Kontrak Markovic dengan HJK Helsinki akan berakhir pada Desember 2026. Ini berarti, jika Persib serius ingin memboyongnya, mereka kemungkinan harus menebus sisa kontraknya, kecuali ada kesepakatan pra-kontrak atau transfer bebas jika mendekati akhir kontrak.
Dilema Pemain Asing: Jika Markovic Bergabung, Siapa yang 'Dikorbankan'?
Inilah poin krusial yang paling banyak diperbincangkan. Jika Matej Markovic benar-benar bergabung, ia akan menjadi pemain asing ke-12 di skuad Persib. Aturan Liga 1 musim 2026/2027 hanya mengizinkan pendaftaran maksimal 11 pemain asing. Kondisi ini berarti Persib harus mengambil keputusan sulit: harus ada satu pemain asing yang 'dikorbankan' atau tidak bisa didaftarkan untuk kompetisi domestik.
- Opsi 1: Rotasi Pemain. Salah satu pemain asing bisa saja tidak didaftarkan di Liga 1, namun tetap bisa dimainkan di ajang lain seperti Piala Presiden atau kompetisi level Asia/ASEAN (jika Persib berpartisipasi dan aturannya lebih fleksibel).
- Opsi 2: Pelepasan Pemain. Jika Persib ingin Markovic bermain penuh di Liga 1, maka salah satu pemain asing yang ada saat ini harus dilepas atau dipinjamkan. Ini tentu akan menjadi keputusan berat mengingat kontribusi signifikan para pemain asing Persib di musim lalu.
Namun, Persib sendiri dikabarkan memang memiliki rencana untuk membentuk skuad yang lebih 'gemuk' dan dalam. Hal ini sejalan dengan ambisi tim yang tidak hanya ingin mempertahankan gelar Liga 1, tetapi juga berprestasi di kancah regional. Dengan skuad yang lebih banyak, pelatih memiliki lebih banyak pilihan strategi dan rotasi pemain dapat dilakukan tanpa mengurangi kekuatan tim secara signifikan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com