Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?

Kabarmaung.com - Euforia menyambut musim 2026/2027 di kalangan Bobotoh kian membara, terutama dengan geliat Persib Bandung dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Skuad Maung Bandung terlihat semakin menjanjikan, siap mengarungi ketatnya kompetisi. Namun, di balik ambisi besar ini, sebuah isu krusial kembali mencuat: infrastruktur penunjang klub yang masih jauh dari kata ideal. Manajemen Persib dihadapkan pada pekerjaan rumah besar yang tak kalah penting dari urusan transfer pemain.

Fasilitas Latihan Persib Belum Optimal: Suara Kritis dari Viking dan Bobotoh

Sorotan terhadap fasilitas latihan Persib Bandung bukanlah hal baru. Meskipun Persib sudah memiliki lapangan pendamping di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), ini dianggap belum cukup. Banyak kebutuhan vital seperti training center terpadu, fasilitas gym modern, hingga sport center yang belum juga terealisasi. Bahkan, kondisi rumput Stadion GBLA sendiri masih dalam proses perbaikan, menimbulkan pertanyaan jelang bergulirnya musim baru.

Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Siddha, mengakui adanya perkembangan positif dari manajemen Persib dalam beberapa tahun terakhir, khususnya terkait penyediaan fasilitas. "Ya sebenernya memang kalau kita lihat apa yang telah dilakukan oleh manajemen Persib dari tahun ke tahun memang ada banyak perubahan ya, terutama dalam perhatian kepada fasilitas klub," kata Arlan. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran lapangan pendamping latihan adalah sebuah keharusan bagi klub sebesar Persib. Namun, Arlan menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tidak boleh berhenti di situ saja. Masih banyak kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, yang sebenarnya juga diinginkan oleh jajaran pelatih, termasuk Bojan Hodak, untuk memperkuat performa tim.

Kritik serupa juga ramai di media sosial dari kalangan Bobotoh. Banyak yang mulai membandingkan fasilitas Persib dengan klub-klub lain yang sudah memiliki pusat latihan dan sarana olahraga yang jauh lebih lengkap. Arlan menilai perbandingan ini wajar dan bukan bentuk serangan, melainkan ekspresi keinginan Bobotoh agar tim kebanggaan mereka lebih baik dari yang lain. Ia berharap manajemen menyikapi hal ini dengan bijak dan memberikan jawaban serta langkah konkret ke depan agar sarana dan prasarana tidak lagi menjadi polemik.

Pemain Bintang Butuh Fasilitas Kelas Dunia: Jangan Sampai Percuma

Menurut Arlan, kualitas pemain saja tidak akan cukup untuk membawa Persib bersaing di level tertinggi secara berkelanjutan jika tidak didukung oleh fasilitas yang memadai. "Kita boleh pemain bagus-bagus dan lain sebagainya boleh, kita juga oke punya pemain yang berstandar internasional dan lain sebagainya, tapi kalau mereka juga abai terhadap fasilitas yang seharusnya mendukung performa mereka kan juga percuma gitu," tegasnya. Baginya, mendatangkan pemain profesional kelas dunia namun tidak didukung oleh sarana yang sepadan adalah sebuah kemubaziran.

Secara pribadi, Arlan mengaku pembangunan infrastruktur Persib hingga saat ini masih jauh dari ekspektasinya. Sebagai klub profesional yang mampu mendatangkan bintang-bintang internasional, Persib seharusnya sudah memiliki fasilitas yang setara. Kebutuhan tim untuk bisa berlatih lebih fokus dan maksimal hanya bisa tercapai dengan adanya fasilitas yang lengkap dan modern, bukan hanya sekadar lapangan.

Manajemen Persib Diharap Lebih Terbuka dan Responsif

Arlan Siddha berharap manajemen Persib lebih terbuka terhadap masukan dari Bobotoh. Menurutnya, Bobotoh mengkritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membangun dan menginginkan perbaikan. Keinginan Bobotoh sangat sederhana: melihat klub yang telah meraih tiga gelar liga beruntun ini memiliki fasilitas yang sepadan dengan statusnya sebagai salah satu raksasa sepak bola Indonesia. Ini termasuk penanganan kondisi rumput lapangan GBLA yang kerap menjadi sorotan.

Sebagai tim besar dan salah satu yang terbaik di Indonesia, Persib memiliki tantangan untuk tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga menunjukkan profesionalisme sejati di luar lapangan. Investasi pada infrastruktur adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan dan stabilitas klub, serta untuk menjaga performa para pemain bintang yang telah didatangkan dengan biaya tidak sedikit. Manajemen harus melihat dan mendengar kritik dari suporter, karena pada akhirnya, semua itu demi Persib yang lebih baik.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
  • Bintang Top Sudah Ada, Tapi Fasilitas Persib Belum Optimal?
Posting Komentar
Tutup Iklan