Kabarmaung.com - Kisah inspiratif datang dari salah satu pilar legendaris Persib Bandung, Achmad Jufriyanto. Bek senior yang akrab disapa Jupe ini kini menyandang julukan 'Jenderal Bintang Lima' karena koleksi lima gelar juara liga sepanjang karier profesionalnya. Prestasi gemilang ini menjadikannya sejajar dengan ikon lain, Victor Igbonefo, sebagai pemain dengan raihan gelar liga terbanyak di kancah sepak bola Indonesia.
Perjalanan Jupe meraih lima bintang tersebut bukanlah tanpa liku. Ia telah melintasi berbagai klub, menunjukkan dedikasi dan kualitasnya di setiap lapangan. Namun, Persib Bandung selalu menjadi pelabuhan hatinya, tempat ia menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional.
Awal Mula Karier dan Gelar Pertama
Lahir di Tangerang, Jupe memulai petualangan profesionalnya bersama klub kampung halaman, Persita Tangerang, pada tahun 2005. Tiga tahun di sana (2005-2008), ia mencatatkan 52 penampilan dan dua gol, membentuk fondasi kemampuan dan mental juaranya. Setelah itu, ia sempat singgah di Arema Malang (2008/2009) dan Pelita Jaya (2009/2010), menunjukkan konsistensinya sebagai bek andalan.
Gelar juara liga pertamanya tiba saat ia membela Sriwijaya FC pada musim 2011/2012. Bersama Laskar Wong Kito, Jupe menghabiskan tiga tahun (2010-2013), menjadi bagian penting dari tim yang merajai kompetisi saat itu. Kemenangan ini menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi rentetan prestasi berikutnya.
Menjadi Pahlawan Persib dan Sejarah Dua Gelar Krusial
Pada tahun 2013, pelatih Djadjang Nurdjaman membawa Jupe ke Persib Bandung. Keputusan Djanur terbukti jitu. Sejak musim pertamanya, Jupe langsung menjadi tembok kokoh di lini belakang, membentuk duet maut bersama Vladimir Vujovic. Dampaknya instan dan monumental.
- ISL 2014: Jupe menjadi penentu kemenangan Persib di final, mencetak gol dari titik penalti terakhir yang membawa Maung Bandung meraih gelar juara ISL 2014. Momen ini menjadi salah satu yang paling diingat oleh bobotoh, mengakhiri dahaga juara liga selama 19 tahun.
- Piala Presiden 2015: Setahun berselang, Jupe kembali menunjukkan magisnya. Ia mencetak gol melalui tendangan bebas indah di final Piala Presiden 2015, mengunci kemenangan 2-0 Persib atas mantan klubnya, Sriwijaya FC.
Dua gelar ini menegaskan status Jupe sebagai pahlawan bagi Persib dan bobotoh setia.
Petualangan dan Pulang Kampung ke Bandung
Meskipun sempat berpindah klub beberapa kali setelah periode emas 2014-2015, Jupe selalu kembali ke pelukan Persib. Ia sempat kembali ke Sriwijaya FC (2016), lalu kembali ke Persib (2017-2018), bahkan sempat mencicipi kompetisi Malaysia bersama Kuala Lumpur FA (2018-2019).
Jodohnya dengan Persib begitu kuat, hingga ia kembali lagi pada tahun 2019. Sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada awal musim 2020 yang kemudian terhenti karena pandemi COVID-19, Jupe akhirnya benar-benar 'pulang' ke Persib pada tahun 2021 dan terus menjadi bagian integral tim hingga musim 2025/2026.
Tiga Gelar Beruntun dan Peran Ganda
Sejak kembali pada 2021, Jupe merasakan era keemasan Persib dengan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun. Ia menjadi saksi dan bagian dari kejayaan Maung Bandung pada:
- Liga 1 2023/2024
- Liga 1 2024/2025
- Super League 2025/2026
Yang menarik, pada musim 2024/2025, Jupe tidak hanya berstatus sebagai pemain, tetapi juga merangkap sebagai bagian dari staf kepelatihan. Meskipun jarang diturunkan di lapangan karena usia yang tak lagi muda, perannya di balik layar sangat krusial. Ia menjadi mentor berharga bagi pemain muda dan membantu Bojan Hodak dalam strategi tim, membuktikan kontribusinya tak terbatas pada performa di lapangan.
Sejajar dengan Victor Igbonefo dan Masa Depan Sang Legenda
Dengan total lima gelar juara liga (satu bersama Sriwijaya FC dan empat bersama Persib), Achmad Jufriyanto kini sejajar dengan Victor Igbonefo. Igbonefo sendiri mengoleksi tiga gelar bersama Persipura Jayapura (2005, 2008/2009, 2010/2011) dan dua gelar bersama Persib (Liga 1 2023/2024, 2024/2025). Duet ini, baik di dalam maupun luar lapangan, telah mencetak sejarah.
Meski telah menjadi legenda hidup, masa depan Jupe bersama Persib masih diselimuti teka-teki. Di usia 39 tahun, ia belum dimainkan di Super League 2025 dan ACL 2 2025/2026, meskipun perannya di belakang layar tetap vital. Apakah Jupe akan pensiun, mencari tantangan baru, atau tetap berkontribusi di Persib dengan peran lain? Kelanjutan karier pemilik nomor punggung 16 ini akan selalu menarik untuk dinantikan oleh bobotoh dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com