Kabarmaung.com - Sebuah pemandangan langka sekaligus membanggakan tersaji di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, saat laga sengit antara PSM Makassar dan Persib Bandung. Ratusan suporter setia Maung Bandung, Bobotoh dan Viking, menunjukkan kelas dan kedewasaan luar biasa. Mereka rela duduk rapi di tribun utara, tidak mengenakan atribut kebesaran klub, demi satu tujuan mulia: menjaga marwah Persib dan mendukung secara etis.
Disiplin Luar Biasa Bobotoh di Kandang Lawan
Sebanyak kurang lebih 700 Bobotoh dan Viking, yang berdatangan dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan bahkan hingga Bandung dan Bali, berkumpul dengan satu tekad. Berbeda dari kebiasaan di stadion lain, mereka kompak mengenakan baju dominan hitam dan sebagian putih, tanpa satu pun jersey atau syal Persib yang terpampang. Ini bukanlah ketidaksengajaan, melainkan sebuah keputusan matang yang dikoordinasikan oleh Koordinator Viking Makassar, Taufik.
Taufik menjelaskan, keputusan untuk tidak mengenakan atribut klub adalah bentuk kepatuhan terhadap regulasi PSSI. "Kita tetap harus mengimbangi rasa kecintaan kita terhadap sebuah kebanggaan, tapi tetap ada aturan juga yang tidak bisa kita langgar," ujarnya kepada detikSulsel. Langkah ini juga diambil untuk melindungi manajemen PSM Makassar dari potensi denda yang bisa dijatuhkan oleh federasi jika ada suporter tim tamu yang terang-terangan mengenakan atribut. Sebuah tindakan sportifitas yang patut diacungi jempol, menunjukkan bahwa dukungan bukan hanya tentang gairah membara, tetapi juga tentang akal sehat dan saling menghargai.
- Tidak mengenakan atribut demi patuhi regulasi PSSI.
- Melindungi manajemen PSM dari denda.
- Menunjukkan kedewasaan dan sportivitas suporter.
Solidaritas Supporter Melampaui Rivalitas
Kehadiran Bobotoh di Parepare ini berstatus sebagai penonton umum, dan yang lebih istimewa lagi, telah dikoordinasikan dengan baik bersama kelompok suporter tuan rumah, PSM Makassar. Taufik secara terang-terangan memuji kehangatan dan keramahan suporter Juku Eja. "Memang selama ini betul yang dikatakan oleh banyak teman-teman suporter bahwa suporter PSM itu adalah tempat yang paling ramah dan paling bisa menerima seluruh elemen suporter yang ada di Indonesia," puji Taufik. Ia merasakan sendiri, dari perjalanan hingga masuk stadion, tidak ada sedikit pun gangguan yang diberikan, membuktikan reputasi keramahan suporter PSM.
Situasi ini menjadi contoh nyata bagaimana rivalitas di lapangan bisa tetap diimbangi dengan persahabatan dan rasa hormat di luar lapangan. Ini adalah kabar baik bagi iklim sepak bola Indonesia, di mana seringkali tensi tinggi antar suporter menjadi isu. Aksi Bobotoh yang tertib dan sambutan hangat dari suporter PSM membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah.
Harapan Juara di Bumi Sulawesi
Di balik semua kedisiplinan dan solidaritas tersebut, tersimpan harapan besar para Bobotoh: Persib Bandung bisa mengunci gelar juara di kandang PSM. Taufik bahkan sempat memprediksi laga akan berjalan ketat namun yakin Maung Bandung mampu unggul tipis. "Harapannya hari ini Borneo kalah, Persib menang, kita juara di Parepare. Skor mungkin tipis, kalau bukan 1-0 ya intinya tipislah. Mungkin beda-beda satu bola, tapi insyaallah hari ini Persib juara di Parepare," pungkasnya optimis.
Meskipun hasil akhir pertandingan bisa saja berbeda dari harapan, semangat dan pengorbanan ratusan Bobotoh yang datang jauh-jauh dan mendukung dengan cara yang sangat terpuji ini tak akan pudar. Kehadiran mereka adalah bukti cinta tanpa syarat kepada Persib, dibarengi dengan pemahaman akan pentingnya sportivitas dan kepatuhan aturan. Momen ini akan menjadi catatan manis dalam sejarah perjalanan Persib dan Bobotoh.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com