Kabarmaung.com - Persib Bandung harus menelan pil pahit hasil imbang 2-2 kontra Dewa United pada Senin, 20 April 2026 malam. Lebih dari sekadar hasil akhir, sorotan tajam justru tertuju pada kepemimpinan wasit yang dinilai sangat buruk dan merugikan Maung Bandung, memicu kekecewaan mendalam dari para Bobotoh.
Laga sengit yang dihelat di Banten International Stadium (BIS) Serang, Banten itu, dipimpin oleh wasit Yoko Suprianto. Sejak peluit kick-off, kinerja sang pengadil lapangan sudah dipertanyakan, dengan beberapa keputusannya yang dinilai kontroversial dan secara nyata merugikan kubu Persib Bandung.
Misteri Gol Kontroversial Dewa United yang Bikin Bobotoh Geram
Salah satu momen paling krusial dan mengundang tanda tanya adalah pengesahan gol pertama Dewa United yang dicetak oleh Alex Martins Ferreira di menit ke-24. Banyak yang menyaksikan, bola sebetulnya sudah melewati garis lapangan sebelum gol terjadi. Namun, wasit Yoko Suprianto tetap mengesahkannya.
Pentolan Viking Lembang, Kukuh Wiguna, tidak menahan kekecewaannya. "Terkait pertandingan semalam, terlepas hasil seri yang perlu disoroti itu kepemimpinan wasit. Keputusannya itu kontroversial dan merugikan Persib Bandung terlepas ada kartu merah buat Alex Martin," kata Kukuh saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Yang lebih membingungkan, setelah sempat melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR), keputusan yang diambil tetap sama, yakni mengesahkan gol tersebut. Ini memicu pertanyaan besar tentang fungsi dan efektivitas VAR di Liga Indonesia.
"Gol pertama itu kita semua tahu bola sudah out. Pertanyaannya, apa fungsinya VAR? Di liga yang jauh lebih maju, penggunaan VAR sangat dimaksimalkan. Saat cek VAR itu reviewnya ditampilkan di layar, dilihat semua penonton. Jadi semua tahu apa yang menyebabkan gol tidak sah, apa yang memicu pelanggaran, apa penyebab gol sah, itu jelas di VAR," tegas Kukuh, menyoroti kurangnya transparansi.
Gol Kedua dan Inkonsistensi Aturan
Kontroversi tidak berhenti sampai di situ. Proses gol kedua Dewa United juga tak kalah mengundang tanda tanya besar. Wasit tetap mengesahkan gol tersebut, padahal sebelumnya ada dugaan pemain Dewa United terlebih dahulu menyentuh bola dengan tangan, meskipun ada klaim bola memantul dari kaki.
Kukuh Wiguna kembali menyuarakan protesnya. "Oke enggak apa-apa kita terima gol pertama walaupun janggal. Gol kedua, itu handsball. Kalau dianggap sah, maka regulasinya perlu diperjelas. Apakah tidak handsball karena memantul dulu ke kaki, sementara di kasus lain itu handsball. Harus ditegaskan supaya tidak seperti kemarin," pintanya, menuntut kejelasan dan konsistensi dalam penegakan aturan.
Dampak Jangka Panjang: Mengancam Integritas Liga dan Impian Timnas
Kekecewaan Kukuh melampaui hasil pertandingan semata. Sebagai penikmat sepak bola tanah air, ia merasa kecewa karena praktik-praktik yang merugikan sportivitas masih kerap terjadi di balik layar. "Ini kelas nonteknis sudah dimainkan. Intinya di sini, semakin mendekat ke akhir liga, Persib harus berhati-hati dan fokus, jangan pikirkan nonteknis meskipun sudah dimainkan, banyak keputusan yang dirasakan merugikan dan tidak berpihak ke Persib," ujar Kukuh.
Lebih jauh, Kukuh mengingatkan bahwa kinerja wasit yang tidak menjunjung tinggi sportivitas bisa menjadi batu sandungan besar bagi mimpi Timnas Indonesia melenggang ke Piala Dunia. Kondisi liga yang acak-acakan dan penuh kontroversi akan berdampak buruk pada kultur sepak bola nasional secara keseluruhan.
"Bagaimana kita ingin maju ke Piala Dunia, hal seperti ini saja masih dibudayakan di liga. Tidak menjunjung tinggi fairplay, berusaha memenangkan dan menguntungkan salah satu tim kontestan liga. Biarkan liga se-fair mungkin, semenarik mungkin supaya mimpi kita melihat timnas di piala dunia kesampaian," harap Kukuh.
Ia juga membandingkan dengan kemajuan sepak bola Jepang yang bermula dari kualitas liga yang terjaga dengan baik dan pembinaan yang terstruktur. "Kita main bola lebih dulu dari Jepang, tapi sekarang kualitas liga dan timnas kita sangat ketinggalan jauh dari Jepang," pungkasnya, menyerukan perbaikan mendasar demi masa depan sepak bola Indonesia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com