Kabarmaung.com - Gelaran turnamen Pramusim selalu dinanti, apalagi jika tim kebanggaan Persib Bandung turut serta. Kali ini, Bobotoh dibuat penasaran dengan Dewata Challenge 2026 yang akan mempertemukan Persib dengan Bali United dan tim tamu dari Malaysia, Sabah FC. Namun, di balik kemeriahan yang akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ternyata ada regulasi ketat dari AFC yang harus dipenuhi oleh tuan rumah, Bali United. Ini bukan sekadar laga persahabatan biasa, lho!
Mengapa Bali United Wajib Kantongi Izin AFC?
Banyak yang mungkin bertanya-tanya, mengapa untuk turnamen pramusim saja harus sampai bersurat ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)? Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, menjelaskan bahwa kewajiban ini muncul karena pertandingan Dewata Challenge 2026 dikomersialkan. Apa artinya dikomersialkan? Sederhananya, tiket pertandingan dijual kepada suporter, dan laga-laga tersebut juga akan disiarkan secara langsung melalui televisi.
"Persyaratan tersebut wajib dilakukan apabila pertandingan dikomersialkan," tegas Alexander Mahaputra saat dikonfirmasi. Ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan sepak bola yang melibatkan keuntungan finansial dan tim dari negara berbeda, apalagi jika disiarkan secara luas, harus melewati birokrasi dan persetujuan dari badan pengatur tertinggi di benua Asia.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Surat resmi kepada AFC menjadi bentuk kepatuhan terhadap administrasi serta aturan yang berlaku di kancah sepak bola internasional. Bali United, sebagai penyelenggara, harus memastikan semua aspek legal dan regulasi terpenuhi agar turnamen berjalan lancar dan diakui secara resmi. Tentu, ini adalah standar profesionalisme yang patut dicontoh oleh klub-klub lain di Indonesia.
Beda Aturan Laga Komersial dan Non-Komersial
Menariknya, Alexander juga menjelaskan bahwa ada perbedaan aturan yang signifikan antara pertandingan yang dikomersialkan dan yang tidak. Apabila sebuah pertandingan tidak dikomersialkan, alias tidak ada penjualan tiket atau siaran langsung, maka laga tersebut wajib digelar secara tertutup. Artinya, suporter tidak diizinkan masuk dan awak media pun tidak diperkenankan meliput.
Situasi serupa juga berlaku jika sebuah tim dari luar negeri datang ke Bali hanya untuk menggelar pemusatan latihan (training camp) dan kemudian menjalani latih tanding. "Format juga berbeda. Nanti semacam latih tanding, namun digelar secara tertutup. Dan tim yang bersangkutan memang memilih Bali untuk latihan dan bukan sebagai undangan," jelasnya. Ini menegaskan bahwa jika tujuan utamanya bukan mengundang tim untuk turnamen berbayar, maka prosedur yang harus dilalui jauh lebih sederhana dan tidak melibatkan izin AFC.
Antisipasi Pertarungan Sengit Persib di Dewata Challenge 2026
Bagi Bobotoh, kabar ini tentu semakin menambah antusiasme. Persib Bandung akan menjadi bagian dari turnamen ini, menghadapi dua lawan tangguh. Dewata Challenge 2026 akan dimulai pada Kamis, 13 Agustus, dengan laga pembuka antara Bali United vs Sabah FC. Kemudian, pada Sabtu, 15 Agustus, giliran Sabah FC bertemu Persib Bandung, dan puncaknya adalah pertemuan dua raksasa Indonesia, Bali United vs Persib Bandung, pada Selasa, 18 Agustus.
Seluruh pertandingan akan dihelat di stadion kebanggaan Bali, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dan dimulai pukul 19.00 Wita. Ini adalah kesempatan emas bagi skuad Maung Bandung untuk menguji kekuatan dan strategi jelang musim baru. Interaksi dengan tim asing seperti Sabah FC juga akan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain. Bobotoh diharapkan bisa memberikan dukungan penuh, baik secara langsung maupun melalui layar kaca.
Kepatuhan terhadap regulasi AFC yang ditunjukkan oleh Bali United ini bukan hanya tentang administrasi, melainkan juga tentang menjaga integritas dan profesionalisme sepak bola Asia. Dengan demikian, turnamen seperti Dewata Challenge 2026 tidak hanya menjadi ajang uji coba, tetapi juga bukti bahwa sepak bola Indonesia semakin matang dalam mengikuti standar internasional.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com