Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi

Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan kembali datang dari tubuh Persib Bandung. Klub kebanggaan Bobotoh ini kembali tercatat dalam daftar FIFA Registration Ban. Status ini bukan isapan jempol belaka, melainkan berlaku efektif mulai 10 Agustus 2026 dan akan mencakup tiga periode pendaftaran pemain. Lalu, apa sebenarnya pemicu di balik sanksi berat ini?

Manajemen Persib dengan cepat mengklarifikasi bahwa persoalan ini bukanlah kasus baru. FIFA Registration Ban kali ini berakar dari masalah lama yang terjadi pada tahun 2022, melibatkan nama yang tidak asing lagi: mantan pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts. Perkara ini sudah lama, namun kini kembali mencuat dengan konsekuensi yang tak bisa dianggap remeh.

Akar Masalah Sengketa Robert Rene Alberts vs Persib

Berdasarkan dokumen resmi FIFA dengan nomor perkara FPSD-19488, yang keputusannya dikeluarkan pada 3 Oktober 2025, masalah ini berpusat pada sengketa antara Robert Rene Alberts sebagai penggugat dan Persib Bandung sebagai tergugat. Inti permasalahannya adalah dugaan adanya tunggakan pembayaran yang kemudian dibawa oleh Robert ke meja hijau FIFA.

Semua bermula dari Proposal Pengaturan Pembayaran yang ditandatangani oleh Persib dan Robert Rene Alberts pada 18 Februari 2025. Dalam kesepakatan tersebut, Persib menyetujui total pembayaran sebesar Rp3 miliar kepada Robert. Pembayaran ini direncanakan dalam 10 kali cicilan, mulai dari Maret hingga Desember 2025. Delapan cicilan pertama masing-masing senilai Rp225 juta, sementara dua cicilan terakhir (November dan Desember 2025) masing-masing sebesar Rp600 juta.

Ketika Pembayaran Mulai Bermasalah

Permasalahan muncul ketika pada 21 Maret 2025, Persib melakukan pembayaran sebesar Rp93.749.500. Robert Rene Alberts mengklaim adanya pemotongan signifikan sebesar Rp131.250.500 dari jumlah tersebut, yang disebut-sebut berkaitan dengan peningkatan kelas penerbangan. Ketidaksesuaian ini kemudian menjadi awal mula perselisihan, di mana Robert berkomunikasi langsung dengan pihak Persib, termasuk Stanley Bernard yang kala itu menjabat Direktur Olahraga.

Robert kemudian menyatakan bahwa masih ada sejumlah pembayaran yang belum ia terima, yang memicu langkahnya untuk membawa kasus ini ke FIFA.

Intervensi FIFA dan Gugatan Robert Rene Alberts

Pada 4 Juni 2025, Robert Rene Alberts secara resmi mengajukan gugatan kepada FIFA. Dalam tuntutan awalnya, Robert meminta FIFA menetapkan kewajiban Persib untuk melunasi tunggakan sebesar Rp581,25 juta. Rinciannya adalah Rp131,25 juta untuk pembayaran Maret 2025, serta masing-masing Rp225 juta untuk pembayaran April dan Mei 2025. Selain itu, Robert juga menuntut bunga sebesar 5 persen per tahun atas tunggakan tersebut.

Yang cukup menjadi sorotan adalah fakta bahwa selama proses perkara, FIFA mencatat Persib telah diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Namun, berdasarkan dokumen keputusan, Persib tidak menyampaikan jawaban atas gugatan Robert. Kondisi ini membuat Kamar Status Pemain FIFA memeriksa perkara berdasarkan bukti-bukti yang tersedia dalam berkas.

Keputusan FIFA Persib Wajib Bayar Rp581,25 Juta

Setelah melalui pertimbangan matang, Hakim Tunggal Kamar Status Pemain FIFA menyatakan bahwa kesepakatan pembayaran antara Persib dan Robert memang telah dibuat. FIFA juga menyimpulkan bahwa pemotongan pembayaran Maret 2025 sebesar Rp131,25 juta tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, FIFA mengabulkan sebagian gugatan Robert.

Persib diwajibkan membayar total Rp581,25 juta kepada Robert Rene Alberts, dengan rincian sebagai berikut:

  • Rp131,25 juta ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 16 Maret 2025.
  • Rp225 juta ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 16 April 2025.
  • Rp225 juta ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 16 Mei 2025.

FIFA tidak mengabulkan tuntutan pembayaran cicilan-cicilan berikutnya karena pada saat gugatan diajukan, cicilan tersebut belum jatuh tempo.

Konsekuensi Fatal FIFA Registration Ban

Bagian krusial dari dokumen FIFA ini adalah konsekuensi yang menanti apabila Persib tidak memenuhi kewajiban pembayaran tersebut. Kamar Status Pemain FIFA memberikan waktu 45 hari sejak pemberitahuan keputusan kepada Persib untuk melunasi seluruh pembayaran, termasuk bunga yang berlaku. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, FIFA berhak menjatuhkan larangan kepada Persib untuk mendaftarkan pemain baru, baik di tingkat nasional maupun internasional. Larangan ini dapat berlangsung maksimal tiga periode pendaftaran pemain penuh dan berturut-turut.

Ini berarti, akar masalah FIFA Registration Ban yang kembali tercatat atas nama Persib adalah sengketa pembayaran dengan Robert Rene Alberts yang diputus FIFA pada 3 Oktober 2025. Kabar baiknya, dokumen FIFA juga menegaskan bahwa larangan tersebut dapat dicabut apabila jumlah yang diwajibkan, termasuk bunga, telah dibayarkan secara penuh.

Respons Manajemen Persib: Kasus Lama Akan Segera Diselesaikan

Manajemen Persib, melalui Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, telah menegaskan bahwa ini adalah kasus lama yang terjadi pada tahun 2022. Pihak klub mengaku baru mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut dalam perkembangan terakhir dan kini tengah melakukan kajian mendalam untuk memahami duduk perkara serta menentukan langkah penyelesaian terbaik.

“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat,” jelas Adhitia.

Adhitia juga menambahkan bahwa manajemen tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut. Klub akan menindaklanjuti keputusan FIFA dan memenuhi kewajiban yang memang harus diselesaikan melalui prosedur yang berlaku, seperti yang sudah mereka lakukan pada kasus-kasus sebelumnya. Bobotoh tentu berharap masalah ini dapat segera tuntas agar tidak mengganggu persiapan dan performa tim di masa mendatang.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi Mengapa Ini Terjadi
Posting Komentar
Tutup Iklan