Kabarmaung.com - Kedatangan Luka Menalo ke Persib Bandung bukan hanya membawa harapan baru di lini serang Maung Bandung. Winger asal Bosnia-Herzegovina ini ternyata menyimpan sederet kisah menarik yang menghubungkannya dengan bintang sepak bola dunia hingga pemain rival abadi. Bayangkan, seorang penggawa Persib pernah satu ruang ganti dengan gelandang tim nasional Spanyol, Dani Olmo, yang baru saja mengangkat trofi Piala Dunia 2026!
Dari Zagreb Hingga Puncak Dunia: Kisah Menalo dan Dani Olmo
Pertemuan Menalo dan Olmo terjadi di salah satu klub raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb, pada musim 2018/2019. Keduanya berbagi lapangan dan ruang ganti selama kurang lebih satu setengah musim, sebuah periode krusial di mana bakat-bakat muda diasah sebelum melangkah ke panggung yang lebih besar. Luka Menalo, dengan pengalamannya di kancah Eropa, tentu menyimpan banyak kenangan dari masa-masa itu.
Kini, sementara Menalo memulai lembaran baru kariernya bersama Pangeran Biru, ia menyaksikan Dani Olmo mencapai puncak tertinggi dalam jagat sepak bola. Olmo menjadi pilar penting bagi Tim Matador yang sukses menundukkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2026. Pencapaian ini tentu membanggakan bagi Menalo, yang sejak awal sudah melihat potensi luar biasa pada diri Olmo.
"Ya, itu pencapaian yang luar biasa. Dani adalah pria yang luar biasa, pemain yang luar biasa," ujar Menalo dengan nada bangga. Ia menambahkan bahwa kualitas Olmo sudah terpancar sejak keduanya masih berseragam Dinamo Zagreb. "Dia bermain untuk Barcelona dan tim nasional Spanyol, dan saya ingin mengucapkan selamat padanya," lanjut pemain berusia 30 tahun itu. Konsistensi dan dedikasi Olmo, menurut Menalo, membuatnya memang pantas berada di level teratas sepak bola global. Sebuah testimoni yang menunjukkan betapa kuatnya ikatan dan pengamatan Menalo terhadap mantan rekan setimnya.
Antara Biru Barat dan Merah Ibu Kota: Persahabatan di Balik Rivalitas Sengit
Namun, kisah unik Luka Menalo tak berhenti sampai di sana. Ia juga memiliki hubungan pertemanan yang erat dengan dua pemain Persija Jakarta, Stjepan Loncar dan Kerim Memija. Ketiganya sama-sama berasal dari Bosnia Herzegovina, membangun ikatan persahabatan yang melampaui batas klub.
Hubungan dengan Stjepan Loncar, khususnya, sudah terjalin sangat lama. "Ya mereka adalah teman-teman saya selama bertahun-tahun, khususnya Loncar. Kami bermain bersama di akademi muda dan kami bermain untuk Siroki Brijeg dan untuk Rijeka. Kami punya, saya pikir sekitar seratus pertandingan bersama. Kami teman baik," ungkap Menalo. Perjalanan karier yang panjang dan intensif bersama Loncar tentunya menciptakan chemistry yang mendalam.
Sementara dengan Kerim Memija, ikatan persahabatan terbentuk saat keduanya membela tim nasional Bosnia junior. "Dan Memija juga pernah bermain bersama saya di tim nasional kelompok umur," ujarnya. Pengalaman membela negara di level junior seringkali menjadi fondasi persahabatan yang kuat di antara para pemain.
Kini, takdir mempertemukan mereka sebagai lawan di kompetisi Liga Super Indonesia yang sengit. Menalo akan berhadapan langsung dengan kawan-kawannya di salah satu rivalitas paling panas di Asia Tenggara. Meskipun demikian, Menalo tetap mendoakan yang terbaik bagi Loncar dan Memija. Namun, ada satu pengecualian penting. Ia berharap Maung Bandung lah yang akan tersenyum di akhir pertandingan.
"Dan saya ingin (mendoakan) yang terbaik untuk mereka, kecuali dalam pertandingan melawan Persib. Saya berharap kami memenangkan segalanya dan mereka akan sedih," tutup Menalo dengan senyum tipis, menunjukkan jiwa kompetitifnya yang tinggi sembari tetap menghormati persahabatan. Ini adalah dinamika menarik yang akan mewarnai setiap duel klasik antara Persib dan Persija di musim mendatang, di mana persahabatan harus menepi demi kehormatan klub.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com