Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka

Kabarmaung.com - Tensi kompetisi musim 2026/2027 semakin memanas bagi Persib Bandung. Dengan jadwal pertandingan yang begitu padat, tuntutan fisik dan mental para pemain mencapai puncaknya. Di tengah badai pertandingan domestik dan internasional, dua pilar penting Maung Bandung, Marc Klok dan Thom Haye, secara terang-terangan menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai fasilitas pendukung tim yang dinilai belum sejalan dengan ambisi besar klub.

Jadwal Neraka dan Tuntutan Kebugaran yang Mendesak

Musim ini, Persib Bandung tidak hanya berjibaku di Super League, tetapi juga harus membagi fokus di dua kompetisi level Asia, yaitu AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship. Penambahan turnamen ini berarti para pemain harus menghadapi rangkaian pertandingan dan perjalanan yang sangat menguras tenaga, dengan waktu pemulihan yang kian menipis.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Bagaimana tidak, tuntutan untuk tampil prima di berbagai ajang kelas atas tidak hanya membutuhkan stamina dan strategi yang mumpuni, tetapi juga dukungan menyeluruh di luar lapangan, termasuk fasilitas latihan, nutrisi yang optimal, hingga pengaturan perjalanan yang efisien.

Sorotan Tajam Marc Klok: Adaptasi di Tengah Keterbatasan

Gelandang andalan Persib, Marc Klok, menjadi yang pertama melontarkan keluhannya. Usai sesi latihan di Lapang Pendamping GBLA, Bandung, Klok secara lugas mengakui bahwa jadwal yang padat adalah tantangan berat. Namun, menurutnya, tantangan itu menjadi berkali-kali lipat ketika aspek pendukung dari klub belum bekerja secara optimal.

  • Fasilitas Kurang: Klok secara spesifik menyebut "fasilitas sangat kurang". Ini mengindikasikan adanya celah dalam sarana dan prasarana yang tersedia untuk menunjang performa pemain.
  • Nutrisi Minim: Selain fasilitas, persoalan nutrisi juga disorot. Asupan gizi yang tepat sangat krusial bagi atlet profesional, terutama di tengah jadwal yang padat, untuk menjaga energi dan mempercepat pemulihan.
  • Manajemen Perjalanan Belum Ideal: "Pengaturan perjalanannya bukan yang terbaik," ujar Klok. Ini bisa berarti jadwal perjalanan yang melelahkan, akomodasi yang kurang mendukung, atau logistik lainnya yang mempengaruhi kenyamanan dan istirahat pemain.

"Kita semua tahu ini jujur, fasilitas sangat kurang, nutrisi sangat kurang, pengaturan perjalanannya bukan yang terbaik. Jadi, kita harus beradaptasi. Kita juga mau belajar dari situasi ini," tegas Klok, menekankan bahwa para pemain harus memiliki mentalitas "bertahan" untuk mengatasi situasi ini. Ia juga menyerukan agar seluruh elemen klub dan Bobotoh bersatu mendukung tim, menghargai perjuangan para pemain yang terus berjuang di lapangan.

Klok menambahkan, evaluasi terhadap kecukupan dukungan klub dapat dilakukan di kemudian hari. Namun, saat ini, fokus utama adalah tetap optimis dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. "Semua orang di klub harus mendukung skuad ini. Suporter harus bersama skuad ini, bersama tim ini. Jadi kalian harus mengapresiasi, kalian harus menghargai para pemain," pesannya.

Thom Haye Tambah Kekhawatiran: Pemulihan Jadi Prioritas Darurat

Keluhan serupa tak lama kemudian dilontarkan oleh Thom Haye. Setelah Persib melakoni serangkaian laga berat, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Dewa United dan persiapan untuk laga AFC Champions League Two melawan The Cong-Viettel FC, serta sebelumnya bertandang ke Thailand untuk ASEAN Club Championship, Haye merasakan langsung dampak dari jadwal yang super padat.

Gelandang berdarah Belanda ini menyoroti bahwa penambahan kompetisi di musim ini tidak diiringi dengan peningkatan fasilitas yang mendukung kebutuhan pemain. "Musim ini, Shopee Cup ditambahkan bagi kami. Namun, bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri. Kami bepergian ke mana-mana," keluhnya.

Haye secara khusus menyoroti kesulitan dalam proses pemulihan. Ia bahkan membandingkan fasilitas pemulihan di klub dengan tempat pemulihan pribadi yang dianggapnya jauh lebih memadai. "Jika saya ingin pergi untuk latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat pribadi daripada pergi ke klub, karena di klub saya tidak bisa menjalani pemulihan," ungkapnya.

Implikasi dari kondisi ini sangat serius. Menurut Haye, keterbatasan waktu dan fasilitas pemulihan berdampak langsung pada pemilihan pemain. Alih-alih memilih komposisi terbaik berdasarkan taktik, pelatih kini dihadapkan pada pilihan "siapa yang sehat" untuk diturunkan. Ini tentu bukan situasi ideal bagi tim yang berambisi meraih gelar.

Meskipun demikian, Haye juga mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu meraih kemenangan penting, seperti saat mengalahkan FC Seoul di Korea Selatan dan Port FC di Thailand, di ajang Asia. "Jadi sebenarnya, tim ini tampil sangat baik, tetapi rasanya itu hampir tidak mungkin. Satu-satunya hal yang kami lakukan adalah mencoba untuk tetap sehat sebagai sebuah grup," pungkasnya, menunjukkan semangat juang tim yang luar biasa di tengah berbagai keterbatasan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
  • Klok dan Haye Sentil Fasilitas Persib di Tengah Jadwal Neraka
Posting Komentar
Tutup Iklan