Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari markas Pangeran Biru. Persib Bandung dipastikan harus kembali meninggalkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan mengungsi ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung. Keputusan ini berlaku untuk seluruh laga kandang Persib sepanjang bulan Oktober 2026. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan Bobotoh, mengingat GBLA adalah stadion kebanggaan yang seharusnya menjadi rumah sejati Maung Bandung.
Mengapa GBLA Belum Bisa Digunakan?
Alasan utama di balik 'pengusiran' sementara ini adalah kondisi lapangan GBLA yang belum sepenuhnya siap. Menurut manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), lapangan stadion berkapasitas besar itu masih membutuhkan perawatan intensif. Proses perawatan telah berlangsung sejak bulan sebelumnya dan menunjukkan perkembangan positif, namun belum mencapai standar optimal untuk menggelar pertandingan liga maupun internasional secara berkelanjutan.
Manajemen Persib menjelaskan bahwa meski ada perbaikan, penyelesaian perawatan secara menyeluruh menjadi prioritas. Klub tidak ingin mengambil risiko merusak progres perawatan yang sudah ada dengan memaksakan pertandingan. Oleh karena itu, langkah strategis ini diambil demi memastikan kualitas lapangan GBLA dapat kembali prima di kemudian hari. Ini adalah bentuk komitmen klub untuk menyediakan fasilitas terbaik, meskipun harus mengorbankan kenyamanan di awal.
Si Jalak Harupat Jadi Pelabuhan Sementara
Dengan kondisi GBLA yang belum memungkinkan, Stadion Si Jalak Harupat pun kembali dipilih sebagai 'rumah kedua' Persib. Lokasinya yang strategis di Kabupaten Bandung dan fasilitas yang memadai menjadikan SJH pilihan logis untuk menggelar pertandingan penting. Tiga laga kandang Persib yang akan dimainkan di SJH selama Oktober 2026 meliputi:
- 11 Oktober 2026: Persib vs Dewa United (Liga 1)
- 14 Oktober 2026: Persib vs Viettel FC (AFC Champions League Two)
- 18 Oktober 2026: Persib vs Persik Kediri (Liga 1)
Bobotoh diharapkan tetap memberikan dukungan penuh di Stadion Si Jalak Harupat. Perpindahan ini memang bukan yang pertama kalinya, namun semangat kebersamaan harus tetap terjaga demi mengantar tim meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. Bagaimanapun, kehadiran Bobotoh adalah energi vital bagi para pemain di lapangan.
Target Kembali ke GBLA di Bulan November
Manajemen Persib tidak menutup mata terhadap keinginan Bobotoh untuk melihat tim kebanggaan mereka kembali berlaga di GBLA. Target penyelesaian perawatan lapangan GBLA adalah sepanjang bulan Oktober 2026. Jika proses perawatan berjalan sesuai rencana dan kondisi lapangan dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan, Persib berharap dapat kembali menggelar pertandingan kandang di GBLA mulai bulan November 2026.
Tentu saja, keputusan akhir akan tetap mempertimbangkan kesiapan dan kelayakan lapangan GBLA. Ini adalah sebuah investasi jangka panjang agar GBLA bisa berfungsi optimal sebagai kandang Persib untuk waktu yang lama. Sembari menunggu, mari kita doakan agar proses perawatan berjalan lancar dan Persib bisa segera kembali ke rumah sejati mereka dengan kondisi lapangan yang sempurna. Dukungan tanpa henti akan selalu menjadi semangat bagi Maung Bandung di mana pun mereka berlaga.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com