Kabarmaung.com - Kekalahan telak selalu menyisakan duka mendalam, dan itulah yang dirasakan oleh skuad Garudayaksa FC setelah dibantai Bali United dengan skor mencolok 5-0 dalam laga Super League 2026/2027. Pelatih Milos Joksic bahkan tak mampu menyembunyikan kekecewaannya, menyebut hasil tersebut sebagai aib yang memalukan bagi timnya. Ironisnya, setelah kekalahan pahit ini, mereka harus langsung bersiap menghadapi tantangan berat berikutnya: Persib Bandung.
Drama di Stadion Dipta: Pembantaian Garudayaksa FC!
Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (21/10/2026) menjadi mimpi buruk bagi Garudayaksa FC. Milos Joksic dengan nada frustrasi mengungkapkan perasaannya usai pertandingan. "Kami kecewa dengan hasil ini. Kami kebobolan banyak gol dan hanya bisa menyerang melalui serangan balik," ujarnya. Gol pertama Bali United tampaknya menjadi titik balik, membangkitkan semangat Serdadu Tridatu dan meruntuhkan mental tim asuhannya.
Dominasi Bali United memang tak terbendung. Joksic mengakui anak asuhnya kesulitan membendung gelombang serangan lawan. Berbagai upaya telah dicoba, termasuk melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua untuk menyegarkan tim dan mengubah strategi. Namun, perubahan itu tak kunjung membuahkan hasil. Gol-gol Bali United dicetak oleh Irfan Jaya, Remco Balk, Teppei Yachida, serta brace cemerlang dari Queveen Inacio. "Ini hari yang buruk bagi tim kami. Kekalahan besar ini memalukan bagi tim saya," imbuhnya, menggambarkan betapa beratnya hasil ini.
Suara dari Bawah Mistar: Kekecewaan Sang Kiper
Tidak hanya sang pelatih, kiper Garudayaksa FC, Dominik Holec, juga tak kalah terpukul. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa menelan kekalahan dengan skor yang begitu besar. Holec mencoba menganalisis jalannya pertandingan, "Pada babak pertama kami sempat menguasai pertandingan, tetapi Bali United mencetak gol pada menit-menit akhir babak pertama. Itulah yang membuat semangat mereka bangkit." Momentum memang krusial dalam sepak bola, dan gol tersebut terbukti menjadi pembeda.
Holec tak segan mengakui keunggulan lawan. Menurutnya, Bali United memiliki kualitas pemain dan penempatan posisi yang sangat baik, hal yang turut menyulitkan Garudayaksa untuk mengembangkan permainan mereka sendiri. "Ini tidak bisa dijelaskan. Kami juga tidak tahu mengapa kekalahan besar ini terjadi. Bali United memiliki positioning yang bagus dan kualitas yang baik," kata Holec. Ia juga berandai-andai, "Jika kami bisa mencetak gol pada awal babak pertama, mungkin hasilnya akan berbeda." Penyesalan atas peluang yang terlewatkan dan performa yang tidak maksimal memang sering menghantui setelah kekalahan.
Tantangan Berikutnya: Persib Bandung Menanti!
Waktu untuk meratapi kekalahan tidak banyak. Garudayaksa FC kini dituntut segera berbenah dan melupakan hasil buruk di Gianyar. Pasalnya, lawan tangguh lainnya, Persib Bandung, sudah menanti di pekan berikutnya. Ini adalah ujian mental dan fisik yang sangat berat bagi tim Milos Joksic. Mengingat kekalahan telak sebelumnya, recovery menjadi kunci utama.
Joksic menegaskan bahwa timnya membutuhkan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mental pemain yang jelas-jelas terpukul. "Kami harus beristirahat sejenak dan memulihkan mental serta fisik. Sebab, lawan berikutnya tidak kalah kuat dibandingkan Bali United," pungkasnya. Pertandingan melawan Persib akan menjadi kesempatan bagi Garudayaksa untuk membuktikan bahwa mereka bisa bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin terpuruk dalam jurang kekalahan. Para Bobotoh tentu akan menantikan bagaimana Persib akan menghadapi tim yang sedang 'terluka' ini.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com