Kabarmaung.com - Persib Bandung berhasil mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri setelah menundukkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan sengit di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu (18/10/2026) malam itu menyisakan drama, terutama dari sudut pandang tim tamu yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan momen gol.
Kemenangan Dramatis Julio Cesar dan Poin Krusial Maung Bandung
Kemenangan krusial Persib dipastikan oleh tandukan keras bek Julio Cesar di menit ke-79. Gol ini lahir dari skema sepak pojok indah yang dieksekusi oleh Thom Haye. Momen tersebut terjadi sesaat setelah Julio Cesar masuk menggantikan Danijel Loncar, menunjukkan dampak instan pergantian pemain yang dilakukan tim pelatih Persib. Gol tunggal ini cukup untuk mengamankan tiga poin di hadapan Bobotoh yang memadati stadion.
Tiga poin ini sangat vital bagi Maung Bandung untuk menjaga posisi di papan atas klasemen Super League 2026/2027. Meskipun menang tipis, kemampuan Persib memaksimalkan peluang di tengah kebuntuan menjadi bukti kematangan tim. Kemenangan ini juga menggarisbawahi pentingnya eksekusi set-piece dalam pertandingan yang ketat.
Sorotan Tajam Pelatih Persik Marcos Reina: Gol Kontroversial di Momen Krusial
Selepas pertandingan, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa anak asuhnya. "Pertama-tama, saya sangat bangga kepada para pemain dan tim karena mereka memainkan pertandingan yang luar biasa di Bandung," ujarnya. Namun, kebanggaan itu diiringi rasa kecewa mendalam atas proses terjadinya gol kemenangan Persib.
Reina secara khusus menyoroti situasi sepak pojok yang berujung gol Julio Cesar. Ia mempertanyakan validitas sepak pojok tersebut dan menyinggung momen pergantian pemain Persib yang dinilainya membuat para pemain Persik belum siap. "Sejujurnya, saya tidak yakin apakah itu benar-benar sepak pojok atau bukan... Saat itu, kami sedang menunggu mereka melakukan pergantian pemain. Jadi, kemungkinan besar situasi itu seharusnya tidak diperbolehkan bagi kami," tegas Reina, mengungkapkan kekecewaannya.
Lebih lanjut, Reina menjelaskan kendala komunikasi yang dialami anak asuhnya di tengah kebisingan stadion. Bisingnya Stadion Si Jalak Harupat membuat instruksi untuk penjagaan pemain sulit tersampaikan, terutama saat Julio Cesar baru masuk. "Masalah besar lainnya dari sepak pojok itu adalah ketika mereka memasukkan Julio Cesar. Dengan suara bising di stadion, sangat sulit memberi tahu para pemain siapa yang harus menjaga siapa," keluhnya. Situasi ini, menurutnya, membuat Julio Cesar relatif tidak terkawal dan berhasil menyambut umpan silang.
Meskipun demikian, Reina tetap mengakui kualitas Persib sebagai tim papan atas dengan deretan pemain bertalenta. Ia menegaskan, hanya insiden gol tersebut yang menjadi satu-satunya hal yang membuatnya tidak puas, sementara secara keseluruhan ia bangga dengan penampilan timnya yang mampu memberikan perlawanan sengit.
Sergio Castel Senada dengan Pelatih: Penguasaan Bola Bukan Jaminan
Penyerang andalan Persik, Sergio Castel, juga memberikan pandangannya yang senada dengan sang pelatih. Ia setuju bahwa timnya telah bermain sangat baik dan mampu menguasai bola serta mengendalikan permainan, bahkan di kandang sang juara. "Seperti yang dikatakan pelatih, menurut saya kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Kami menguasai bola, melakukan pergerakan, dan mampu mengendalikan permainan, bahkan di kandang sang juara," kata Castel.
Terkait gol Julio Cesar, Castel mengaku tidak yakin apakah itu sepak pojok yang sah, namun ia tidak menampik kualitas sundulan bek Persib tersebut. "Saya tidak tahu apakah situasi itu benar-benar sepak pojok atau bukan, tetapi Julio melakukan sundulan yang luar biasa. Selamat untuk tim Persib," pujinya, menunjukkan sportivitas.
Mental Baja Persib di Tengah Kontroversi
Kemenangan ini kembali menunjukkan mental baja Persib Bandung. Meskipun mendapatkan perlawanan sengit dan gol yang menjadi perdebatan, Maung Bandung mampu tetap fokus dan memanfaatkan setiap celah. Ini adalah ciri khas tim juara yang tahu bagaimana meraih kemenangan, bahkan ketika tampil tidak terlalu dominan. Kemampuan untuk mencetak gol di momen krusial, terutama setelah pergantian pemain, adalah taktik yang patut diacungi jempol.
Set-piece, seperti yang terjadi pada gol Julio Cesar, seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan ketat. Kemampuan Thom Haye mengirim umpan terukur dan Julio Cesar menuntaskannya menunjukkan koordinasi tim yang baik dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Dukungan penuh Bobotoh di Si Jalak Harupat juga tak diragukan lagi menjadi tambahan energi bagi para pemain untuk terus berjuang hingga peluit akhir. Insiden yang disoroti Persik ini mungkin akan menjadi bahan evaluasi bagi perangkat pertandingan, namun bagi Persib, ini adalah tiga poin berharga yang mengukuhkan posisi mereka di jalur perebutan gelar juara.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com