Kabarmaung.com - Kabar penting datang dari markas kebanggaan Persib Bandung. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dipastikan belum bisa digunakan untuk menjadi arena laga kandang Maung Bandung sepanjang bulan Oktober 2026. Akibatnya, manajemen Persib telah mengambil keputusan strategis dengan memindahkan seluruh pertandingan kandang pada periode tersebut ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan Bobotoh, mengapa GBLA yang sudah menjadi rumah Persib belum dapat digunakan? Apakah ada masalah serius di balik pemindahan ini? Mari kita telusuri lebih dalam pertimbangan di balik langkah penting yang diambil manajemen klub.
Alasan Utama GBLA Belum Siap Digunakan
Menurut keterangan resmi dari manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) yang dirilis pada Jumat (2/10/2026), alasan fundamental di balik pemindahan lokasi pertandingan adalah kondisi lapangan Stadion GBLA yang masih sangat memerlukan perawatan intensif. Meskipun laporan terakhir pada 29 September 2026 menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada kondisi rumput setelah sebelumnya sempat menjadi sorotan karena dianggap kurang layak untuk standar pertandingan profesional, perawatan menyeluruh masih menjadi prioritas utama.
Manajemen Persib berkomitmen penuh untuk memastikan kualitas lapangan GBLA berada pada standar terbaik untuk setiap pertandingan. Proses perbaikan ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan para pemain yang berlaga, serta untuk menjaga kualitas tontonan yang disuguhkan kepada Bobotoh yang setia. Oleh karena itu, jeda satu bulan penuh di bulan Oktober ini dimanfaatkan secara optimal untuk menyempurnakan perawatan agar GBLA benar-benar siap kembali menyambut laga-laga besar.
Si Jalak Harupat Jadi Kandang Sementara Maung Bandung
Dengan pertimbangan kondisi GBLA yang belum optimal, Stadion Si Jalak Harupat (SJH) yang megah kembali dipilih sebagai alternatif utama. SJH tentu bukan tempat asing bagi Persib dan jutaan Bobotoh. Stadion yang berlokasi strategis di Kabupaten Bandung ini telah sering menjadi saksi bisu perjuangan dan kemenangan Maung Bandung, serta memiliki banyak kenangan manis bagi tim dan suporter. Pemilihan SJH diharapkan dapat menjaga atmosfer kandang tetap membara, meskipun tim harus berpindah lokasi sementara.
Fasilitas yang tersedia di Si Jalak Harupat juga dianggap sangat memadai untuk menggelar pertandingan skala besar, baik untuk kompetisi Liga 1 maupun laga internasional sekalipun, seperti yang akan dihadapi Persib di ajang bergengsi AFC Champions League Two. Manajemen Persib percaya bahwa dengan dukungan Bobotoh yang tak pernah padam, Persib akan tetap tampil maksimal dan memberikan yang terbaik di kandang sementaranya ini.
Tiga Laga Krusial di SJH Selama Oktober 2026
Selama bulan Oktober 2026, Persib Bandung akan menjalani tiga pertandingan kandang yang sangat penting dan krusial di Stadion Si Jalak Harupat. Ketiga laga tersebut adalah:
- 11 Oktober 2026: Persib vs Dewa United (Lanjutan Liga 1)
- 14 Oktober 2026: Persib vs Viettel FC (AFC Champions League Two)
- 18 Oktober 2026: Persib vs Persik Kediri (Lanjutan Liga 1)
Tiga pertandingan ini memiliki bobot dan urgensi yang berbeda. Dua laga melawan Dewa United dan Persik Kediri sangat krusial untuk menjaga posisi Persib di papan atas klasemen Liga 1, demi meraih target juara. Sementara itu, pertandingan kontra Viettel FC di ajang AFC Champions League Two menjadi panggung penting bagi Persib untuk menunjukkan taringnya dan membuktikan kualitas di kancah sepak bola Asia. Dukungan penuh dan sorakan dari Bobotoh di SJH akan menjadi suntikan semangat berharga bagi para pemain untuk meraih kemenangan.
Target GBLA Kembali Beroperasi Penuh di November
Manajemen Persib tidak tinggal diam. Proses perawatan dan perbaikan GBLA terus dikebut dengan target ambisius agar stadion kebanggaan Kota Bandung itu bisa kembali digunakan pada bulan November 2026. Ini adalah kabar yang sangat dinanti-nantikan oleh Bobotoh yang selalu merindukan suasana pertandingan di GBLA.
“Manajemen berharap proses perawatan dapat diselesaikan sepanjang Oktober 2026, sehingga Persib dapat kembali menggelar pertandingan kandang di GBLA mulai November 2026, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan akhir lapangan,” demikian pernyataan resmi klub. Pernyataan ini menunjukkan komitmen serius dan transparansi dari klub untuk memberikan fasilitas terbaik dan layak bagi tim serta para suporter setianya.
Dengan begitu, diharapkan para Bobotoh dapat memahami dan menerima keputusan ini dengan lapang dada, serta terus memberikan dukungan penuh yang tak terbatas kepada Persib, baik saat berlaga di Si Jalak Harupat maupun nantinya kembali ke GBLA. Fokus utama kita semua adalah performa terbaik tim di lapangan dan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam setiap pertandingan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com