Kabarmaung.com - Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, apalagi dalam jagat sepak bola Indonesia yang penuh dinamika. Bagi gelandang tengah Persib Bandung, Marc Anthony Klok, musim 2026/2027 ini menandai satu dekade penuh perjalanannya di Tanah Air. Dari seorang pemain asing hingga kini menjadi kapten kebanggaan Maung Bandung dan punggawa Timnas Indonesia, kisah Klok adalah inspirasi tentang dedikasi dan ambisi yang tak pernah padam.
Lahir di Amsterdam, Belanda, pada 20 April 1993, Klok pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia pada April 2017, bergabung dengan PSM Makassar. Di bawah panji Juku Eja, bakatnya semakin terasah, menjadikannya salah satu gelandang paling disegani di Liga Indonesia. Empat musim bersama PSM bukan hanya membentuk karakternya, tetapi juga mengukir sejarah dengan gelar Piala Indonesia 2018/19. Fondasi kuat di Makassar ini menjadi batu loncatan baginya sebelum akhirnya berlabuh ke Persija Jakarta pada Januari 2020. Meskipun periode di Ibu Kota terbilang singkat akibat hantaman pandemi COVID-19 yang melumpuhkan kompetisi, Klok tetap berhasil mempersembahkan gelar Piala Menpora 2021 untuk Macan Kemayoran.
Momen Bersejarah: Menjadi Bagian Indonesia Seutuhnya
Titik balik penting dalam karier Klok terjadi pada 11 November 2020, saat ia resmi diambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasinya tidak mudah; ia sempat terkendala persyaratan garis keturunan. Namun, sebuah kabar gembira datang dari sang ayah yang berhasil menemukan dokumen asal-usul kakek buyutnya yang ternyata berdarah Makassar. Ini membuka jalan baginya untuk membela Timnas Indonesia.
Panggilan dari pelatih Shin Tae Yong menjadi kenyataan. Klok pertama kali memperkuat Timnas U-23 di ajang SEA Games Vietnam pada 2021, sebelum akhirnya melakukan debut gemilang bersama Timnas Indonesia senior dalam laga persahabatan melawan Bangladesh pada Juni 2022. Sejak saat itu, namanya tak pernah absen dari skuad Garuda, menjadi salah satu pilar penting di lini tengah.
Karier Emas Bersama Maung Bandung
Juni 2021 menjadi babak baru bagi Marc Klok. Ia memutuskan bergabung dengan Persib Bandung, sebuah langkah yang terbukti sangat krusial dalam perjalanan kariernya di Indonesia. Di Kota Kembang, Klok tak hanya menjadi pengatur ritme permainan, tetapi juga bertransformasi menjadi pemimpin sejati di lapangan, hingga akhirnya dipercaya menyandang ban kapten. Kematangan dan kepemimpinannya menjadi salah satu kunci kesuksesan Maung Bandung.
Bersama Persib, Klok menikmati puncak performa dan prestasi. Ia adalah bagian tak terpisahkan dari era keemasan Persib yang berhasil meraih gelar juara Liga Indonesia tiga musim beruntun: 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Dominasi ini menegaskan betapa berharganya kehadiran Klok di lini tengah Persib.
Ambisi Tak Berujung: Kejar Rekor dan Gelar Keempat
Meski telah mengoleksi banyak trofi dan menorehkan jejak panjang di kancah sepak bola nasional, Marc Klok mengaku belum puas. Kapten Persib Bandung ini masih menyimpan ambisi besar untuk terus bermain, memecahkan rekor, dan menambah koleksi gelar juaranya. "Waktu berjalan cepat. Saya lihat saya pemain dengan menit terbanyak di liga selamanya. Itu statistik yang bagus untuk dimiliki," ujarnya pada Jumat (4/9/2026).
Bagi Klok, ini bukan hanya tentang mempertahankan level permainan, tetapi juga tentang terus mendorong batas dirinya. "Tujuannya adalah untuk terus mendorong diri, terus memecahkan rekor," tegasnya, menunjukkan mentalitas juara yang tak pernah padam.
Musim 2026/2027 menjadi tantangan baru bagi pemain berusia 33 tahun ini. Persib akan menghadapi jadwal padat dengan berlaga di empat kompetisi prestisius: Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan League Cup. Target Klok jelas: memenangkan sebanyak mungkin pertandingan dan kembali mengangkat trofi.
Setelah tiga kali beruntun juara, Klok menargetkan gelar keempat. "Kita tiga kali beruntun juara, so target aku empat (kali juara). Dan hanya ingin melakukan yang terbaik sebisa mungkin untuk klub, untuk masyarakat, untuk kota ini, membuat semua orang bahagia, dan ya, mengejar trofi/gelar juara," pungkasnya. Ia sadar, setiap gelar akan menjadi warisan abadi yang melekat dalam hidupnya, bahkan setelah gantung sepatu. "Karena ini adalah sesuatu yang akan bertahan selamanya bersama saya setelah karier saya selesai, dan saya pikir saya sudah punya banyak, tapi belum cukup," tutup Marc Klok, menegaskan bahwa dahaga akan prestasi tak pernah usai.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com