Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari markas kebanggaan Persib Bandung, Stadion Si Jalak Harupat (SJH). Setelah pertandingan sengit Persib Bandung melawan Manila Digger, stadion berkapasitas puluhan ribu penonton ini dipastikan akan ditutup total untuk segala agenda pertandingan, termasuk kompetisi Liga 1 yang sedang berjalan.
Penutupan ini bukan tanpa alasan. Si Jalak Harupat akan segera memasuki tahap renovasi dan pemeliharaan besar-besaran sebagai persiapan menyambut turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen akbar tingkat Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada bulan September hingga Oktober 2026. Selain SJH di Kabupaten Bandung, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta juga dipercaya sebagai venue penyelenggara, menunjukkan betapa seriusnya persiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
Si Jalak Harupat Disterilkan Langsung Oleh FIFA dan PSSI
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, memberikan konfirmasi langsung mengenai kebijakan ini. Beliau menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah sterilisasi penuh area stadion demi kelancaran persiapan teknis yang akan dilakukan oleh FIFA.
"Pasca pertandingan Persib tanggal 31 kemarin, hari ini FIFA sudah melakukan perbaikan-perbaikan rumput di Si Jalak Harupat. Jadi, tidak diperkenankan digunakan untuk pertandingan apa pun, termasuk BRI Liga 1," ujar Dicky kepada awak media pada Rabu (2/9/2026). Pernyataan ini jelas mengindikasikan bahwa larangan penggunaan stadion bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar.
Keputusan ini tentu berdampak langsung pada jadwal laga kandang Persib Bandung. Laga kontra PSM Makassar yang sedianya digelar pada 6 September 2026 dipastikan harus mencari venue lain. Dicky juga mengklarifikasi bahwa keputusan penutupan ini bukan berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, melainkan instruksi langsung dari otoritas sepak bola tertinggi.
"Jadi bukan kita yang memutuskan, tapi langsung dari FIFA dan PSSI-nya. Dan itu pun sudah disampaikan ke Persib. Jadi perlu kami tekankan, yang menolak itu bukan kami (Pemda), tapi itu mah sudah ditetapkan melalui FIFA dan PSSI," tegasnya, menghilangkan spekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penutupan ini.
Fokus Renovasi dan Kesiapan Piala ASEAN 2026
Saat ini, pengerjaan di lapangan Si Jalak Harupat difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur hijau. Tim ahli sedang bekerja keras melakukan pemadatan tanah serta penguatan akar rumput. Tujuannya jelas, agar kualitas rumput stadion bisa memenuhi standar internasional yang ketat yang ditetapkan oleh FIFA.
"Sementara saat ini rumput, pemadatan, penguatan akar, dan ya pokoknya mah untuk kualitas rumput lah, sekarang itu. Kualitas sedang di-upgrade," jelas Dicky. Ini menjanjikan bahwa Si Jalak Harupat akan kembali dengan kondisi terbaiknya setelah renovasi selesai, siap menjadi panggung megah untuk ajang internasional.
Sesuai linimasa yang telah ditetapkan, para peserta FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan akan tiba di Bandung untuk melakukan uji coba lapangan pada 19 September mendatang. Puncak acara, yakni pembukaan turnamen dan pertandingan perdana, akan dilaksanakan pada 25 September 2026. Ini berarti waktu yang tersisa untuk renovasi sangatlah krusial.
Bagaimana Nasib Persib di Liga 1?
Dengan ditutupnya Stadion Si Jalak Harupat, pertanyaan besar muncul bagi skuad Pangeran Biru dan jutaan Bobotoh. Di mana Persib akan melakoni laga kandang mereka di sisa kompetisi Liga 1? Opsi stadion di sekitar Jawa Barat atau bahkan di luar provinsi akan menjadi pertimbangan serius bagi manajemen tim. Perpindahan venue tentu membawa tantangan tersendiri, mulai dari adaptasi pemain hingga logistik dan kehadiran suporter.
Dampak penutupan ini tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga di kalangan suporter setia Persib. Bobotoh mungkin harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendukung tim kesayangannya atau menyesuaikan diri dengan jadwal dan lokasi baru. Namun, semangat dukungan Bobotoh diyakini tidak akan surut meski harus menghadapi perubahan ini.
Manajemen Persib diharapkan segera mengumumkan keputusan terkait stadion pengganti agar para pemain dan Bobotoh bisa mempersiapkan diri. Momen ini sekaligus menjadi ujian bagi kesiapan tim untuk tetap tampil prima di tengah segala dinamika kompetisi.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com