Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2

Kabarmaung.com - PSGC Ciamis berhasil menunjukkan taringnya di hadapan ribuan pendukung setia Laskar Singacala. Dalam laga lanjutan Liga 2 musim 2026/2027, PSGC sukses menumbangkan perlawanan sengit Sumsel United dengan skor meyakinkan 2-0. Pahlawan kemenangan tak lain adalah striker asal Chad, Ezechiel Ndouassel, yang memborong seluruh gol di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (19/9/2026).

Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga bagi PSGC Ciamis untuk mengarungi kompetisi Liga 2 yang ketat. Pertandingan yang disaksikan oleh sekitar 9.000 penonton ini berlangsung dramatis, diwarnai dengan momen-momen krusial seperti penyelamatan penalti gemilang dan kartu merah yang mengubah jalannya laga. Bagaimana PSGC Ciamis bisa mengamankan tiga poin penting ini? Mari kita ulas lebih dalam.

Laga Panas di Stadion Galuh: Ezechiel Cetak Dwgol

Sejak peluit awal dibunyikan, Sumsel United menunjukkan ambisi untuk mengambil inisiatif serangan. Namun, keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. PSGC Ciamis, yang bermain di kandang sendiri, secara perlahan tapi pasti mulai menguasai lini tengah dan melancarkan tekanan ke pertahanan tim tamu. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk kemelut di depan gawang Sumsel pada menit ke-19 yang sayangnya hanya menghasilkan sepak pojok.

Sumsel United mencoba mengandalkan serangan balik cepat dan tendangan jarak jauh, namun kokohnya pertahanan PSGC mampu meredam setiap ancaman. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Sebuah tendangan bebas apik dari Johan Bonilla disambut dengan sundulan terarah Ezechiel Ndouassel yang tak mampu dihalau kiper Sumsel United, membawa PSGC unggul 1-0. Stadion Galuh pun bergemuruh menyambut gol pembuka ini.

Drama belum usai di babak pertama. Menjelang turun minum, Sumsel United mendapatkan hadiah penalti setelah wasit meninjau VAR dan memutuskan bola mengenai tangan pemain PSGC. Kenneth Ngwoke maju sebagai algojo, namun kiper muda PSGC, Muhammad Raufa Aghastya, tampil gemilang. Dengan tenang, Raufa membaca arah tendangan dan berhasil menggagalkannya, menjaga keunggulan PSGC hingga babak pertama usai.

Babak Kedua Penuh Gebrakan dan Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Sumsel United yang tertinggal satu gol langsung tancap gas. Mereka berupaya meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang. Namun, PSGC Ciamis hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-47 saat Ezechiel lolos dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper, meskipun penyelesaiannya masih melebar tipis.

Gol kedua yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba pada menit ke-57. Berawal dari umpan silang akurat Bonilla, lini belakang Sumsel United gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Ezechiel Ndouassel dengan insting predatornya langsung memanfaatkan kekacauan tersebut, merebut bola, mengecoh kiper, lalu menceploskannya ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan PSGC Ciamis.

Tertinggal dua gol, mental pemain Sumsel United tampak sedikit goyah. Situasi semakin sulit bagi mereka pada menit ke-77. Setelah Ezechiel Ndouassel dilanggar oleh pemain Sumsel, wasit kembali meninjau VAR. Hasilnya, sebuah kartu merah dikeluarkan untuk pemain Sumsel, membuat mereka harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan. Unggul jumlah pemain, PSGC tetap menjaga ritme permainan. Ezechiel bahkan nyaris mencetak hat-trick di menit ke-89, namun tembakannya masih melebar tipis. Tambahan waktu tujuh menit tidak mengubah skor akhir, memastikan PSGC Ciamis meraih tiga poin penuh.

Apresiasi Pelatih Heri Kiswanto untuk Perjuangan Tim

Pelatih kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kebahagiaannya atas hasil pertandingan ini. "Kalau saya pribadi, tentu bahagia sekali. Pertandingan tadi cukup menegangkan karena Sumsel juga memberikan perlawanan. Mereka gagal penalti dan sedikit kehilangan momentum. Kami akhirnya bisa memanfaatkan momen itu," ujar Heri dalam konferensi pers usai laga.

Heri juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemainnya yang dinilai tampil lebih hidup dan sangat disiplin sepanjang pertandingan. "Yang jelas saya apresiasi para pemain. Hari ini mereka bermain dengan penuh semangat dan sangat disiplin," tambahnya.

Salah satu sorotan adalah debut Kim Min Hyeok, pemain asal Korea Selatan, bersama Laskar Singacala. Heri menilai Kim langsung memberikan pengaruh positif di lini belakang, meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen prima. "Saya sangat mengapresiasi Kim. Dia menjadi salah satu komando di belakang bersama Zikri. Kondisinya memang belum 100 persen, tapi dia bermain simpel dan taktis. Itu yang kami butuhkan di pertahanan," jelas Heri. Bek PSGC, Zikri Ferdiansyah, juga mengakui banyak belajar dari pengalaman Kim.

Tiga poin ini menjadi modal penting, namun Heri mengingatkan anak asuhnya untuk tidak terlena. PSGC Ciamis akan menghadapi tantangan berat berikutnya melawan Semen Padang. "Semen Padang juga tim yang diunggulkan. Kami harus tetap fokus, kerja keras, kerja sama, kerja cerdas, dan disiplin," tegasnya.

Analisis Pelatih Sumsel Nasuha dan Dampak Penalti Gagal

Di sisi lain, Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, mengakui timnya tidak tampil maksimal, terutama pada beberapa posisi di babak pertama. "Pertama saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras. Tapi hasil memang tidak memihak kami," ucap Nasuha.

Nasuha menyoroti kegagalan di sisi kiri permainan Sumsel yang tidak berjalan sesuai harapan. Ia juga mengakui gol pertama PSGC terjadi karena pemainnya sedikit kehilangan fokus, padahal situasi bola mati dan pergerakan Ezechiel sudah menjadi perhatian. "Kami sudah mengantisipasi servis bola dan pergerakan striker mereka. Tapi mungkin itulah sepak bola. Kami sedikit kehilangan fokus dan akhirnya kebobolan," jelasnya.

Momen krusial lainnya adalah kegagalan penalti Kenneth Ngwoke di akhir babak pertama. "Karena tidak masuk, mental pemain sedikit turun," tutur Nasuha. Situasi semakin sulit dengan kartu merah yang diterima salah satu pemainnya di menit ke-76, membuat mereka harus berjuang dengan 10 pemain dalam kondisi tertinggal. "Pasti sangat berpengaruh. Selain kalah jumlah pemain, kami juga dalam posisi tertinggal. Situasi seperti itu membuat kami lebih sulit bangkit," tambahnya.

Nasuha memastikan bahwa kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi timnya sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. "Akan banyak evaluasi untuk ke depannya. Kami harus memperbaiki banyak hal supaya pertandingan selanjutnya bisa lebih baik," pungkasnya.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
  • Ezechiel Menggila! PSGC Ciamis Amankan Poin Penuh Liga 2
Posting Komentar
Tutup Iklan