Kabarmaung.com - Kabar duka menyelimuti salah satu pilar penting Persib Bandung, Saddil Ramdani. Penyerang sayap energik ini harus menghadapi cobaan berat di tengah padatnya jadwal latihan dan persiapan tim. Rumah sang ayah di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, ludes dilalap api pada Jumat (14/8/2026). Musibah ini terjadi hanya selang sehari sebelum Saddil bergabung dengan rombongan tim Persib untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali.
Musibah Tak Terduga Saat Persib TC
Api melalap habis bagian dalam rumah orang tua Saddil, meninggalkan puing-puing dan kerugian yang tak ternilai. Insiden tragis ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Saddil dan keluarganya. Saat musibah terjadi, Saddil sendiri baru saja menyelesaikan tugas membela Tim Nasional Indonesia dan tengah dalam perjalanan menuju Bali untuk memenuhi panggilan Persib. Jarak yang memisahkan Saddil dengan keluarganya saat insiden ini terjadi semakin menambah rasa cemas dan khawatir.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Saddil Ramdani tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. "Rumah bapak kebakaran, habis semua dalamnya. Tapi saya belum tahu lebih lanjut bapak bagaimana, semoga mereka baik-baik saja. Saya lagi konfirmasi bagaimana keadaan semuanya soalnya saya arah gabung latihan di Bali sekarang," ujar Saddil pada Sabtu (15/8/2026). Pernyataan ini menunjukkan betapa besar beban pikiran yang harus ditanggung pemain kelahiran Raha tersebut, di satu sisi ia harus profesional menjalankan tugasnya sebagai pesepakbola, di sisi lain hatinya tertuju pada kondisi keluarganya yang baru saja tertimpa musibah besar.
Profesionalisme di Tengah Ujian Berat
Kabar pilu ini datang di momen krusial bagi Saddil. Setelah membela timnas, ia seharusnya fokus penuh untuk adaptasi dan persiapan bersama Persib dalam TC di Bali. Pemusatan latihan ini sangat penting untuk membangun chemistry tim dan mematangkan strategi jelang bergulirnya kompetisi domestik Liga 1 serta ajang internasional seperti AFC dan ACC (Asean Club Championship). Namun, kenyataan pahit ini memaksa Saddil untuk membagi konsentrasi antara tanggung jawab profesional dan kekhawatiran pribadi.
Meski demikian, Saddil menunjukkan kematangan mental dan profesionalisme. Di tengah situasi sulit ini, ia tetap berupaya tegar dan menyampaikan permohonan doa dari seluruh pihak serta masyarakat luas. "Saya minta doa dari semua semoga semuanya membaik," tuturnya, menyampaikan harapan agar keluarganya diberikan ketabahan dan keselamatan dalam menghadapi cobaan ini. Permohonan doa ini mencerminkan kekuatan iman dan harapan Saddil di tengah badai.
Dukungan untuk Keluarga dan Persib
Tak hanya untuk keluarganya yang tertimpa musibah, Saddil juga dengan rendah hati meminta dukungan doa untuk kelancaran persiapan tim Persib. Ia menyadari betul pentingnya fokus tim untuk menatap agenda kompetisi yang padat dan penuh tantangan di depan mata. "Minta doanya juga untuk Saddil dan tim yang sedang persiapan menatap Liga 1 juga kompetisi AFC dan ACC," pungkasnya. Ini menunjukkan jiwa besar seorang atlet yang tetap memikirkan kepentingan tim di atas kesulitan personal.
Seluruh elemen tim Persib Bandung, manajemen, staf pelatih, dan rekan-rekan pemain, diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan emosional kepada Saddil Ramdani. Solidaritas dalam tim akan sangat berarti bagi Saddil untuk melewati masa-masa sulit ini. Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan kerapuhan hidup dan pentingnya dukungan sosial. Semoga Saddil dan keluarganya diberikan kekuatan serta ketabahan, dan semoga ia dapat kembali fokus membawa Persib meraih prestasi gemilang di setiap kompetisi.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com