Kabarmaung.com - Gemerlap Pesta Biru Persib Bandung yang menyambut musim 2026/2027 memang memukau mata. Acara peluncuran skuad dan jersey baru Maung Bandung yang dihelat dengan tema 'Manah Jeung Getih' ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan panggung ambisi besar. Persib membidik sejarah baru, yakni gelar liga keempat secara beruntun, setelah sukses meraih tiga gelar sebelumnya. Tak hanya itu, tantangan di level Asia menanti dengan keikutsertaan di AFC Champions League Two serta ASEAN Club Championship.
Di tengah kemegahan tersebut, harapan dan kritik konstruktif datang dari Bobotoh, salah satunya Zaini Shofari, anggota DPRD Jawa Barat. Ia mengapresiasi konsep peluncuran yang dinilainya semakin menunjukkan wajah Persib sebagai klub sepak bola modern dan profesional. “Tentu amazing buat kita sebagai Bobotoh menyaksikan tim Persib bikin acara launching pemain semegah dan semewah itu,” kata Zaini.
Kemewahan yang Bukan Sekadar Pertunjukan
Zaini menyoroti detail penyelenggaraan Pesta Biru yang begitu tertata rapi, memberikan pengalaman berbeda bagi Bobotoh yang hadir. Harga tiket yang mencapai Rp1,2 juta hingga Rp1,6 juta dalam bentuk PO jersey players issue, dengan kuota 1.500 kursi, menjadi indikator seriusnya Persib dalam menggarap nilai komersial klub. Ini menunjukkan bahwa Persib mulai memainkan perannya sebagai industri sepak bola yang besar dan menguntungkan.
Namun, bagi Zaini, kemewahan acara ini tidak boleh hanya berhenti sebagai pertunjukan megah semata. Kemampuan Persib dalam mengelola bisnis dan menarik sponsor besar (disebutkan 16 sponsor, sebuah angka fantastis yang layak disejajarkan dengan klub Eropa) harus menghasilkan sesuatu yang lebih konkret. “Jadi tentu ini harus berdampak bukan saja pada prestasi, tapi pada konsistensi,” tegasnya. Prestasi konsisten dan pembangunan fondasi jangka panjang klub menjadi kunci utama yang harus dikejar Persib.
Peningkatan Fasilitas dan Pembinaan Pemain Muda
Salah satu poin krusial yang ditekankan Zaini adalah perlunya peningkatan fasilitas. Seiring dengan peningkatan nilai komersial dan citra modern, kualitas infrastruktur klub juga harus ikut naik kelas. Ini mencakup perbaikan dan modernisasi tempat latihan, fasilitas pertandingan, hingga tribun penonton. Peningkatan ini penting untuk mendukung performa tim dan memberikan kenyamanan lebih bagi Bobotoh.
Lebih lanjut, Zaini juga menyoroti pentingnya pembinaan pemain usia dini. Kekuatan klub dalam jangka panjang tidak hanya bergantung pada kemampuan mendatangkan pemain bintang, melainkan juga pada keseriusan dalam mencetak talenta-talenta lokal berbakat. “Dan tentu pembinaan-pembinaan anak-anak usia dini harus jauh lebih diperhatikan,” ucap Zaini. Investasi pada akademi dan pembinaan usia muda akan menjadi tulang punggung kekuatan Persib di masa depan.
Tantangan Ganda Menanti: Domestik dan Asia
Musim 2026/2027 akan menjadi periode yang penuh tantangan bagi Persib. Selain mempertahankan dominasi di kancah Liga 1, Maung Bandung juga akan berjibaku di kompetisi Asia melalui AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship. Ini berarti beban yang diemban skuad semakin berat, menuntut performa puncak yang stabil sepanjang musim.
Harapan besar pun digantungkan agar kemegahan Pesta Biru ini menjadi titik tolak untuk menjaga standar tinggi Persib, bukan hanya pada malam peluncuran. Manajemen, pemain, dan seluruh Bobotoh diharapkan bisa saling menjaga dan mengingatkan untuk mencapai target ambisius tersebut. “Jadi betul-betul saya mengapresiasi buat manajemen dan mudah-mudahan pemain juga semua termasuk Bobotoh terutama kalau di stadion harus juga bisa menjaga diri dan sama-sama semua saling mengingatkan,” pungkas Zaini.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com