Kabarmaung.com - Harapan bobotoh untuk melihat Persib Bandung mengangkat trofi Piala Presiden 2026 harus pupus secara dramatis. Dalam laga final yang mendebarkan melawan Persebaya Surabaya, Maung Bandung harus mengakui keunggulan Bajul Ijo melalui babak adu penalti yang berlangsung sengit. Kekalahan ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh penggawa dan suporter Persib, mengakhiri perjalanan heroik mereka di turnamen pramusim bergengsi ini.
Pertarungan Sengit 120 Menit dan Adu Mental
Pertandingan final yang digelar di markas Persebaya, Stadion Gelora 10 November Tambaksari, menyajikan duel yang benar-benar memanas. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal 90 menit berakhir. Gol untuk Persib berhasil dicetak oleh Ramadhan Sananta, menunjukkan ketajaman lini serang Maung Bandung. Namun, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi, membuat skor tetap ketat dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Di babak ekstra time, baik Persib maupun Persebaya sama-sama menunjukkan determinasi tinggi. Peluang silih berganti tercipta, namun solidnya lini belakang dan penampilan gemilang para penjaga gawang membuat tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang babak tambahan waktu dibunyikan, menandakan bahwa sang juara harus ditentukan melalui drama adu penalti yang menguras emosi.
Momen Pilu di Titik Putih
Sesi adu penalti menjadi puncak drama di partai final ini. Setiap tendangan dari titik putih menjadi penentu nasib. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak kepada Persib Bandung. Dua penendang Maung Bandung, Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa, gagal menuntaskan tugasnya setelah sepakan mereka berhasil ditepis oleh kiper Persebaya. Ini menjadi pukulan telak bagi Persib dan para bobotoh yang menanti dengan harap-harap cemas.
Di sisi lain, Persebaya berhasil menunjukkan ketenangan yang lebih baik dalam mengeksekusi penalti. Meskipun salah satu penendang mereka, Yuran Fernandes, juga gagal, namun kegagalan dua penendang Persib membuat Persebaya unggul tipis dengan skor akhir 6-5 di babak adu penalti. Kemenangan ini sontak disambut dengan gegap gempita oleh para suporter tuan rumah, sementara tangis kekecewaan tak bisa dibendung dari kubu Persib.
Pesta Kemenangan Bonek di Surabaya
Sebagai kontras dari kekecewaan yang dirasakan bobotoh, ribuan Bonek, suporter setia Persebaya, langsung tumpah ruah ke jalanan Kota Pahlawan untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Konvoi kemenangan yang masif ini memadati sejumlah titik utama di pusat Kota Surabaya, Kamis (6/8/2026) malam. Dari pantauan, kemeriahan sudah terlihat sejak ribuan Bonek menghadiri acara nonton bareng di Mapolrestabes Surabaya.
Rombongan suporter kemudian bergerak melintasi kawasan Tugu Pahlawan, menyuarakan yel-yel kemenangan, menggeber mesin sepeda motor, dan menyalakan suar merah yang membakar semangat. Lautan suporter yang mengenakan atribut hijau khas Persebaya ini juga terlihat melintasi Jalan Gemblongan, Praban, hingga memadati Jalan Tunjungan yang sebelumnya sempat lengang. Pesta berlanjut menuju Gedung Grahadi dan Balai Kota Surabaya, menunjukkan euforia yang luar biasa dari pendukung Bajul Ijo.
Aparat kepolisian disiagakan di setiap persimpangan jalan untuk mengamankan jalannya konvoi, mulai dari Tugu Pahlawan hingga Tunjungan. Mereka berpatroli menggunakan armada roda dua dan empat guna mengawal pergerakan rombongan, memastikan perayaan berlangsung aman dan tertib. Meskipun tidak ada rekayasa lalu lintas atau penyekatan jalan secara intensif, penutupan terbatas dilakukan di akses Jalan Jembatan Merah demi kelancaran pengawalan.
Evaluasi dan Tatap Masa Depan Persib
Meskipun harus menelan pil pahit kekalahan di final, penampilan Persib Bandung sepanjang Piala Presiden 2026 patut diacungi jempol. Mereka menunjukkan semangat juang dan kualitas tim yang mumpuni, berhasil mencapai partai puncak di tengah persaingan yang ketat. Kekalahan ini tentu akan menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran pelatih dan manajemen untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi liga yang sesungguhnya.
Bobotoh diharapkan tetap memberikan dukungan penuh kepada Persib. Setiap kekalahan adalah bagian dari proses menuju kejayaan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Maung Bandung pasti akan bangkit lebih kuat dan menunjukkan performa terbaiknya di ajang-ajang berikutnya. Mari bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme, karena Persib adalah kebanggaan kita semua.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com