Kabarmaung.com - Piala Presiden 2026 telah usai, meninggalkan Persib Bandung sebagai runner-up dengan segudang pelajaran. Namun, ada satu nama yang menjadi sorotan utama, bukan karena performa gemilang, melainkan karena ketajamannya yang seolah lenyap: Ramon Tanque. Penyerang asal Brasil ini gagal membukukan satu pun gol sepanjang turnamen pramusim, sebuah fakta yang tentu memicu pertanyaan besar di kalangan Bobotoh.
Ramon Tanque: Tanpa Gol, Momen Bermain Cukup?
Sepanjang perjalanan Persib di Piala Presiden 2026, Ramon Tanque selalu diberikan kesempatan oleh pelatih Igor Tolic. Dalam lima pertandingan yang dilakoni Maung Bandung, striker berusia 27 tahun ini tercatat mengoleksi total 154 menit bermain. Sebuah angka yang tidak bisa dibilang sedikit untuk ajang pramusim.
Mulai dari masuk sebagai pengganti Balsa Sekulic di menit ke-78 saat Persib menumbangkan Arema 1-0 di laga pembuka Grup A, hingga tampil sebagai starter kala menghadapi DPMM FC. Ia juga kembali merasakan rumput hijau saat berjumpa Tampines Rovers, di semifinal kontra Persija Jakarta, dan bahkan di partai puncak melawan Persebaya Surabaya. Konsistensi menit bermain yang diberikan seolah menjadi isyarat kepercayaan dari staf pelatih. Namun, kepercayaan itu belum mampu diterjemahkan menjadi gol, menciptakan kekecewaan yang mendalam.
Kontras dengan Balsa Sekulic: Efektivitas yang Berbeda Jauh
Minimnya produktivitas Ramon Tanque semakin terlihat mencolok ketika dibandingkan dengan rekan setimnya di lini depan, Balsa Sekulic. Penyerang asal Montenegro itu, dengan waktu bermain yang mungkin tidak jauh berbeda, mampu menunjukkan efektivitas luar biasa dengan mengemas tiga gol di Piala Presiden 2026. Perbandingan ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang peran dan kontribusi Ramon Tanque di lini serang Persib saat ini, terutama mengingat kebutuhan tim akan sosok striker pembeda.
Padahal, Persib sangat berharap Ramon segera menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Ekspektasi ini bukan tanpa alasan, mengingat ia datang ke Bandung dengan predikat mentereng sebagai top skor Liga Kamboja dengan 21 gol saat membela Visakha FC di musim 2024/2025. Bahkan, kontrak Ramon baru saja diperpanjang hingga tahun 2028, menunjukkan investasi besar klub pada dirinya. Ini menegaskan bahwa klub memiliki keyakinan penuh pada potensinya, meskipun performa terkini belum sesuai harapan.
Jejak Masa Lalu dan Tantangan Masa Kini yang Mendesak
Musim 2025/2026, yang merupakan musim pertamanya bersama Persib, Ramon Tanque terbilang cukup memberikan kontribusi. Ia mencetak 8 gol dari 28 pertandingan di Super League, sebuah catatan yang tidak buruk untuk musim debut. Di kompetisi AFC Champions League Two, ia juga menyumbangkan 1 gol dari 8 penampilannya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Ramon memiliki kapasitas untuk mencetak gol di level kompetisi yang berbeda dan bukan seorang striker tanpa kemampuan.
Namun, performa yang ditampilkannya di Piala Presiden 2026 jauh di bawah standar tersebut. Ketiadaan gol dalam lima pertandingan menjadi alarm bagi Ramon dan staf pelatih. Apakah ini hanya masalah adaptasi pasca-libur panjang, atau ada faktor lain yang memengaruhi performanya? Kompetisi Super League yang semakin dekat menuntut Ramon untuk segera bangkit dan membuktikan kualitasnya, terutama mengingat tekanan dari Bobotoh dan kebutuhan tim untuk bersaing di papan atas.
Lini depan adalah jantung serangan tim, dan seorang striker dituntut untuk menjadi pembeda di kotak penalti. Persib membutuhkan ketajaman Ramon Tanque jika ingin bersaing memperebutkan gelar di musim mendatang. Bobotoh tentu berharap penyerang berpaspor Brasil ini segera menemukan kembali insting golnya dan menjadi mesin gol yang diharapkan, bukan sekadar pelengkap di lini serang.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com