Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari

Kabarmaung.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari markas Persib Bandung. Upaya Maung Bandung untuk meringankan Sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menemui jalan buntu. Banding yang diajukan klub kebanggaan Jawa Barat ini ditolak mentah-mentah, memastikan seluruh hukuman yang sebelumnya dijatuhkan AFC tetap berlaku tanpa kompromi.

Keputusan pahit ini berarti Persib harus menerima denda fantastis sekitar Rp3,5 miliar dan menjalani dua pertandingan kandang tanpa dukungan langsung Bobotoh di tribun. Ini adalah konsekuensi langsung dari insiden kericuhan yang terjadi saat pertandingan krusial menghadapi Ratchaburi FC.

Awal Mula Insiden Kelam di GBLA

Persoalan ini bermula dari pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026. Kala itu, Persib menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026. Harapan Bobotoh membumbung tinggi untuk melihat tim kesayangan membalikkan ketertinggalan agregat.

Meskipun Persib berhasil meraih kemenangan 1-0 melalui gol ciamik Andrew Jung di menit ke-40, hasil tersebut tidak cukup. Kekalahan 0-3 di leg pertama membuat Maung Bandung harus tersingkir dari kompetisi dengan agregat 1-3. Kekecewaan yang mendalam pun melanda, dan sayangnya, berujung pada pecahnya kericuhan di dalam stadion.

Setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah oknum suporter terekam turun dari tribun menuju lapangan. Situasi kemudian memanas, diwarnai aksi pelemparan benda-benda dan kerusuhan yang melibatkan segelintir suporter. Momen itu menjadi titik awal petaka bagi klub.

Kekhawatiran Bojan Hodak Menjadi Kenyataan

Pelatih Persib saat itu, Bojan Hodak, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap tindakan beberapa oknum suporter. Ia menyayangkan insiden tersebut, mengingat mayoritas Bobotoh telah memberikan dukungan luar biasa sepanjang pertandingan. Menurut Bojan, tindakan segelintir orang itu justru berpotensi besar merugikan klub yang mereka cintai.

"Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis... Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya," tegas Bojan usai pertandingan, menggambarkan keprihatinannya.

Kekhawatiran Bojan Hodak memang benar-benar menjadi kenyataan. Pada 13 Mei 2026, AFC menjatuhkan sanksi berat kepada Persib setelah melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah pelanggaran dalam pertandingan tersebut.

Deretan Pelanggaran dan Sanksi Berat AFC

Dalam keputusan resminya, AFC merinci berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh suporter Persib. Temuan mereka menunjukkan pola perilaku yang tidak sportif dan merusak, di antaranya:

  • Menyalakan berbagai perangkat pembakar seperti kembang api dan flare.
  • Melempar banyak benda ke lapangan, termasuk pecahan kursi, botol, kantong berisi cairan, dan gelas plastik.
  • Melakukan perusakan kursi stadion dan papan reklame.
  • Melakukan tindakan kekerasan fisik serta melontarkan kata-kata kasar dan menghina kepada tim lawan dan ofisial pertandingan, termasuk tuduhan mafia.
  • Melakukan invasi ke lapangan setelah pertandingan berakhir.

Selain itu, AFC juga menilai Persib gagal dalam memastikan keamanan pertandingan dan menjaga akses keselamatan tetap bebas hambatan. Jalur, koridor, dan tangga stadion disebut sempat terhalang oleh penonton, menambah daftar pelanggaran yang dilakukan.

Atas dasar pelanggaran-pelanggaran tersebut, AFC menjatuhkan hukuman yang tidak main-main. Persib dikenai denda sebesar USD 200.000 (sekitar Rp3,5 miliar) dan hukuman bermain tanpa penonton penuh dalam dua pertandingan kandang kompetisi klub pria AFC berikutnya. Satu dari dua sanksi penutupan stadion tersebut ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun, memberikan sedikit harapan namun tetap dengan ancaman berat di masa depan.

Banding Ditolak, Hukuman Final dan Mengikat

Tidak tinggal diam, manajemen Persib segera mengajukan banding sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan keringanan atas hukuman yang dijatuhkan AFC. Mereka berharap dapat menjelaskan duduk perkara dan menunjukkan komitmen untuk perbaikan di masa mendatang. Namun, upaya banding tersebut sayangnya tidak membuahkan hasil.

Dalam keputusan banding yang dikeluarkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, AFC secara tegas menyatakan bahwa banding Persib ditolak sepenuhnya. Artinya, keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC sebelumnya tetap dikuatkan dan bersifat final.

Dengan penolakan banding ini, Persib Bandung wajib membayar total denda USD 200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar, yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari sejak keputusan disampaikan. Lebih lanjut, Maung Bandung juga tetap dijatuhi sanksi bertanding dengan penutupan penuh stadion untuk dua pertandingan kandang berikutnya dalam kompetisi antarklub AFC yang digelar di Indonesia. Ini menjadi pelajaran mahal bagi Persib dan seluruh elemen yang terlibat untuk menjaga ketertiban dan sportivitas di setiap laga.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
  • Kabar Buruk Menimpa Persib Sanksi AFC Tak Bisa Dihindari
Posting Komentar
Tutup Iklan