Kabarmaung.com - Sorotan tajam mengarah kepada penyerang asing Persib Bandung, Ramon Tanque. Penampilannya sepanjang gelaran Piala Presiden 2026 menuai kritik pedas dari berbagai pihak, terutama Bobotoh dan para pengamat sepak bola. Bomber asal Brasil ini gagal total dalam menjawab ekspektasi, menutup turnamen pramusim tanpa satupun gol maupun assist, padahal selalu diberikan kesempatan tampil penuh dalam lima pertandingan yang dilakoni Maung Bandung hingga mencapai partai final. Kontribusinya yang minim ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kelayakannya untuk kompetisi resmi yang sebentar lagi bergulir.
Performa Loyo di Piala Presiden 2026
Ramon Tanque menjadi salah satu pemain yang paling sering dipercaya pelatih Igor Tolic di lini depan Persib Bandung selama Piala Presiden 2026. Dalam setiap pertandingan, ia selalu menjadi pilihan utama atau setidaknya mendapatkan menit bermain yang signifikan. Namun, kepercayaan tersebut tidak dibayar lunas dengan performa yang mumpuni. Sepanjang turnamen, Ramon Tanque tercatat nihil dalam urusan mencetak gol maupun memberikan assist bagi rekan-rekannya. Statistik ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi seorang penyerang yang diharapkan menjadi mesin gol tim.
Kegagalan Ramon dalam mencetak gol ini menjadi indikator jelas bahwa ada masalah serius di lini serang Persib, khususnya pada dirinya. Sebagai ujung tombak, tugas utama adalah menjebol gawang lawan atau setidaknya menciptakan peluang emas. Sayangnya, keduanya tidak terlihat konsisten dari Ramon Tanque, membuat serangan Persib seringkali tumpul di sepertiga akhir lapangan.
Kritik Tajam dari Pengamat dan Bobotoh
Salah satu Bobotoh sekaligus pengamat Persib, Indra Jaya, tidak segan-segan melontarkan kritik keras terhadap Ramon Tanque. Menurutnya, performa Ramon di turnamen pramusim tersebut jauh di bawah standar pemain profesional, bahkan terkesan mengecewakan dari aspek teknik dasar. "Penampilan Ramon di pramusim jauh dari harapan. Bahkan dari teknik dasar seperti tidak terlihat sebagai pemain profesional," ujar Indra.
Indra menambahkan bahwa persoalan Ramon bukan hanya soal ketajaman di depan gawang, tetapi juga pada kemampuan fundamental yang seharusnya dimiliki seorang penyerang top. Ia menyoroti beberapa aspek krusial:
- First touch (sentuhan pertama): Terlihat kurang akurat dan seringkali membuang bola.
- Scanning (kesadaran posisi): Kemampuan untuk membaca permainan dan posisi rekan-rekan serta lawan terlihat minim.
- Ball feeling (kontrol bola): Kurangnya kepekaan terhadap bola yang membuatnya kesulitan dalam menguasai dan mengalirkan bola dengan baik.
"Cara dia first touch, scanning, kemudian ball feeling terlihat jauh dari pemain profesional," tegas Indra, yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa Ramon belum memenuhi standar yang diharapkan dari pemain asing Persib.
Nasib Kontrak di Ujung Tanduk?
Melihat performa Ramon yang stagnan, Indra Jaya menilai bahwa manajemen Persib harus segera melakukan evaluasi serius. Bahkan, ia secara blak-blakan menyebut bahwa Ramon Tanque tidak layak untuk dipertahankan, apalagi mendapatkan perpanjangan kontrak. "Sejujurnya kurang layak untuk mendapatkan perpanjangan kontrak, karena seharusnya ada evaluasi dari musim lalu," katanya.
Indra juga menyoroti bahwa kontribusi Ramon sangat minim, tidak hanya dalam urusan gol, tetapi juga dalam membantu permainan tim secara keseluruhan. "Bahkan sangat minim kontribusi, bukan hanya gol, tapi assist, memudahkan kawan untuk mencetak gol juga tidak terlihat kontribusinya di Piala Presiden kemarin," ucapnya. Harapan untuk melihat "sesuatu yang lain" dari Ramon, seperti yang mungkin terlihat oleh tim pelatih sebelumnya, kini mulai sirna setelah penampilannya di Piala Presiden.
Opsi Peminjaman, Mungkinkah?
Di tengah derasnya kritik dan desakan dari Bobotoh, muncul pula usulan agar Ramon Tanque dipinjamkan ke klub lain. Indra Jaya mengakui bahwa opsi peminjaman bisa menjadi jalan keluar yang baik. Namun, ia meragukan apakah ada klub lain yang bersedia menampung Ramon dengan gaji yang setara dengan yang diterimanya di Persib. "Banyak yang mendesak Ramon dipinjamkan, ya itu opsi yang bagus. Cuma masalahnya apakah ada tim yang bersedia menampung Ramon dengan gaji yang setara saat berada di Persib," tambahnya.
Ini menjadi dilema bagi manajemen Persib. Mempertahankan Ramon dengan performa seperti ini bisa merugikan tim, sementara melepasnya atau meminjamkannya mungkin tidak mudah, terutama jika klub lain enggan menanggung beban gajinya. Keputusan akhir ada di tangan manajemen dan tim pelatih, namun tekanan dari Bobotoh untuk melakukan perubahan tampaknya akan semakin kuat.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com