Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis

Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari tim satelit kebanggaan kita, PSGC Ciamis. Dalam persiapan menyongsong Liga 2 musim 2026/2027, Laskar Singacala melakukan perombakan penting di staf kepelatihan. Sempat digadang-gadang akan merekrut legenda Persib, Made Wirawan, PSGC Ciamis kini resmi menunjuk nama besar lain di kancah sepak bola nasional sebagai Pelatih Kiper: Eddy Harto!

Transformasi Kursi Pelatih Kiper Laskar Singacala

Perubahan ini tentu menarik perhatian banyak pihak, khususnya para Bobotoh dan pendukung PSGC. Sebelumnya, manajemen PSGC Ciamis telah mengumumkan susunan tim pelatih yang mencakup nama Made Wirawan bersama Eka Ramdani dan Boy Jati. Namun, dinamika di dunia sepak bola memang selalu penuh kejutan. Posisi krusial pelatih kiper akhirnya dipercayakan kepada Eddy Harto, sosok yang tidak asing lagi dengan atmosfer kompetisi tertinggi di Indonesia.

Eddy Harto bukan sembarang nama. Ia adalah mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia era 1980-an, sebuah periode di mana para pemain memiliki semangat juang tinggi dan loyalitas yang patut diacungi jempol. Dengan rekam jejak yang mentereng sebagai pemain dan pengalaman panjang di berbagai klub sebagai pelatih, kehadiran Eddy Harto diharapkan mampu mendongkrak kualitas para benteng terakhir PSGC Ciamis. Manajemen berharap sentuhan emasnya bisa melahirkan kiper-kiper tangguh yang siap berlaga di Liga 2.

Tantangan Berat di Tengah Persiapan Liga 2 yang Mepet

Eddy Harto sendiri langsung tancap gas bergabung dalam sesi latihan penjaga gawang PSGC Ciamis pada Jumat (21/8/2026). Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan menegaskan kesiapannya untuk memenuhi target yang dibebankan manajemen. "Saya rutin melatih di klub lain. Tapi yang jelas, saya berterima kasih mendapat telepon. Saya juga bersyukur dan berharap bisa memenuhi target dari manajemen," ujarnya dengan penuh semangat.

Bergabung di tengah-tengah persiapan yang terbilang singkat dibandingkan tim Liga 2 lainnya, Eddy Harto menyadari tantangan yang ada. Ia mengaku belum sempat berkomunikasi intens dengan manajemen terkait komposisi kiper maupun kebutuhan tim secara keseluruhan. Namun, semangatnya tak luntur. Ia menegaskan kesiapan untuk bekerja keras dan memanfaatkan waktu yang minim secara maksimal. "Harus siap. Karena memang waktunya cukup singkat. Tim-tim lain juga sudah persiapan jauh-jauh hari," kata pelatih veteran ini.

Optimisme Eddy Harto juga tumbuh dari keyakinannya terhadap jajaran pelatih PSGC Ciamis yang lain. Bersama Coach Eka Ramdani, Coach Boy Jati, dan Coach Heri, ia percaya tim pelatih yang berpengalaman ini mampu mengatasi ketertinggalan persiapan dan membawa PSGC ke jalur yang benar. "Saya yakin dengan adanya pelatih-pelatih di sini yang punya pengalaman, seperti Coach Eka, Coach Boy, dan Coach Heri. Saya yakin, mudah-mudahan," tambahnya.

Filosofi Eddy Harto dan Harapan untuk Kiper PSGC

Untuk sementara, Eddy Harto akan fokus memoles tiga penjaga gawang yang sudah ada dalam skuad PSGC. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya penambahan. Ia berharap manajemen bisa menambah satu lagi kiper untuk melengkapi komposisi ideal. "Yang ada kita siapkan. Saya juga berharap satu lagi ada. Mudah-mudahan manajemen setuju," ungkapnya, menunjukkan visi ke depan untuk sektor penjaga gawang.

Mengenai status kontrak para kiper yang ada, Eddy Harto mengaku belum mengetahui secara detail. Namun, baginya, siapapun kiper yang tersedia akan menjadi tanggung jawab penuhnya untuk dipersiapkan secara optimal menghadapi kerasnya persaingan Liga 2. Profesionalitas ini menjadi modal berharga bagi PSGC.

Jejak Karir Gemilang dari Timnas hingga Persis Solo

Pengalaman Eddy Harto bersama Timnas Indonesia adalah salah satu aset terbesarnya. Ia mengenang momen pertamanya masuk skuad Garuda pada tahun 1983, saat mengikuti ajang SEA Games di Malaysia, meskipun saat itu masih berstatus cadangan. Ia berada satu generasi dengan nama-nama besar seperti Junaedi Abdillah dan Dede Sulaiman, dengan Purwono sebagai kiper utama.

Setelah gantung sarung tangan, Eddy Harto beralih ke dunia kepelatihan. Sebelum berlabuh di Ciamis, ia menghabiskan lima tahun melatih Persis Solo, menunjukkan dedikasi dan konsistensi dalam karirnya. Kontraknya dengan klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut berakhir pada akhir Mei 2026, memberinya kesempatan untuk mencari tantangan baru.

Ia mengakui bahwa mencari penjaga gawang baru saat ini menjadi lebih sulit karena banyak kiper berkualitas sudah lebih dulu direkrut oleh klub lain. "Kiper yang saya punya juga sudah diambil klub-klub. Jadi ketika saya kemari, sebenarnya saya terlambat untuk merekrut mereka. Sudah diambil klub lain," ungkapnya jujur. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangatnya. "Dari nol. Tapi saya yakin, sebelum ada saya di sini, mereka juga sudah berlatih dengan pelatih-pelatih lain. Tinggal nanti saya lihat apa yang masih kurang," pungkas Eddy Harto, siap mengemban tugas berat ini.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
  • Bukan Made Wirawan! Eks Kiper Timnas Kini Latih PSGC Ciamis
Posting Komentar
Tutup Iklan