Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini

Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari markas Persib Bandung setelah banding yang diajukan klub terkait sanksi AFC Champions League Two (ACL 2) ditolak mentah-mentah oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. Keputusan ini menguatkan hukuman denda sebesar USD 200.000 (sekitar Rp3,5 miliar) serta larangan pertandingan tanpa penonton akibat insiden kericuhan saat laga kontra Ratchaburi FC. Menanggapi hal ini, Viking Persib Club, melalui Sekretaris Umum Arlan Sidha, menyampaikan sikap hormat dan menyerukan agar insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi Maung Bandung dan seluruh Bobotoh.

Sikap Hormat dan Upaya Keras Persib di Hadapan Sanksi AFC

Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Sidha, menjelaskan bahwa pengajuan banding oleh Persib merupakan sebuah bentuk ikhtiar klub untuk meluruskan duduk perkara insiden yang menjadi dasar pemberian sanksi. Meskipun banding bukan jaminan mutlak untuk penghapusan atau peringanan sanksi, langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen Persib dalam memperjuangkan haknya dan mencari keadilan.

"Saya melihat persoalan banding adalah persoalan usaha dan mencoba untuk meluruskan kejadian pada saat itu sehingga ya syukur-syukur banding bisa meringankan sanksi atau kemudian bisa menghilangkan sanksi," kata Arlan. Ia menambahkan, "Walaupun hal itu kan tetap nanti menjadi keputusan dari pihak dari AFC sendiri gitu. Tapi yang paling penting adalah kita (Persib) sudah memiliki usaha untuk banding dan mencoba untuk meluruskan apa yang terjadi."

Pernyataan ini menegaskan bahwa Persib telah menempuh jalur hukum yang tersedia, menunjukkan komitmen untuk tidak tinggal diam menghadapi sanksi. Namun, pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan otoritas sepak bola tertinggi di Asia, yang harus dihormati oleh semua pihak.

Sanksi Dikuatkan AFC Ini Pelajaran Berharga bagi Maung Bandung

Penolakan banding berarti Persib Bandung harus menerima konsekuensi penuh dari hukuman yang dijatuhkan AFC: denda sebesar USD 200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar dan pertandingan tanpa penonton. Bagi Arlan Sidha, hasil ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah titik balik untuk introspeksi. Hukuman ini, menurutnya, harus dilihat sebagai kesempatan untuk mengevaluasi segala aspek yang terjadi di stadion, mulai dari manajemen pertandingan hingga perilaku suporter.

"Persoalan ditolak kan itu adalah hasil ya. Jadi saya pikir apapun yang dikeluarkan ya kita harus hargai dan kemudian menjadi pelajaran ke depannya agar segala sesuatu bisa dipikirkan ulang dan kemudian juga kita juga bisa harus berhati-hati," tegas Arlan. Ia menambahkan, sanksi ini tidak boleh sedikit pun melunturkan semangat Bobotoh untuk mendukung Maung Bandung, justru sebaliknya, harus memicu kesadaran kolektif.

"Tapi ya menurut saya hal tersebut bukan artinya mematahkan dukungan tapi ini juga bagian yang harus kita sadari," imbuhnya.

Komunikasi Efektif dan Kewaspadaan di Stadion Kunci Masa Depan

Salah satu poin krusial yang disoroti Viking adalah pentingnya komunikasi yang terjalin baik antara panitia pelaksana (panpel) pertandingan dan suporter. Hal ini dinilai sangat vital, terutama saat Persib berlaga di pertandingan dengan tensi tinggi. Arlan Sidha berkomitmen bahwa Viking akan mengambil inisiatif untuk mendorong komunikasi yang lebih intensif dan meningkatkan kewaspadaan di antara anggotanya saat berada di stadion.

  • Peningkatan Komunikasi: Memastikan jalur informasi antara panpel dan suporter selalu terbuka, terutama dalam situasi krusial dan berpotensi memicu kericuhan.
  • Kesigapan dan Kewaspadaan: Mendidik anggota untuk lebih sigap dan waspada terhadap potensi ketegangan yang bisa memicu insiden di tribun.
  • Evaluasi Pengalaman Asia: Mengambil pelajaran dari pengalaman Persib di kompetisi Asia sebelumnya untuk menempatkan anggota dalam posisi yang lebih siap siaga menghadapi berbagai situasi.

"Saya pikir aspek komunikasi dan kemudian aspek pengamanan ya menjadi titik tekan yang penting, sehingga nanti hal-hal yang ada di lapangan terutama pada saat pertandingan-pertandingan yang dianggap krusial kita juga bisa memposisikan diri ketika situasi-situasi mulai terjadi ketegangan," jelas Arlan, menekankan perlunya koordinasi yang erat demi kelancaran pertandingan.

Hindari Saling Menyalahkan Satukan Tekad Demi Persib Tercinta

Arlan Sidha juga mengingatkan agar insiden ini tidak memicu aksi saling menyalahkan di antara Bobotoh. Baginya, mencari siapa yang paling bertanggung jawab tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak dibarengi dengan upaya konkret untuk memperbaiki situasi ke depan. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada anggota Viking, melainkan kepada seluruh Bobotoh, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam kelompok suporter mana pun. Setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga nama baik Persib dan mendukung klub dengan cara yang positif.

"Walaupun sebenarnya kita juga tidak bisa menuduh suporter mana yang kemudian dalam tanda kutip akhirnya kecolongan tapi paling tidak ya kita sebagai suporter juga tidak bisa saling menyalahkan tapi bisa saling mengingatkan agar ini tidak kita tidak alami lagi," ujarnya, menyerukan persatuan.

Dukungan terhadap Persib harus selalu berjalan beriringan dengan kesadaran untuk melindungi klub dari konsekuensi buruk akibat perilaku di tribun atau di dalam stadion. Dengan saling mengingatkan dan menguatkan, diharapkan dukungan positif dan bertanggung jawab akan terus berkembang di setiap pertandingan Maung Bandung, baik di kancah domestik maupun internasional.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
  • AFC Tolak Banding Persib! Viking Sampaikan Pesan Penting Ini
Posting Komentar
Tutup Iklan