Kabarmaung.com - Berbagai peristiwa menarik dan penting terjadi di Jawa Barat sepanjang pekan ini, menyedot perhatian publik dari berbagai kalangan. Dari sektor transportasi yang kembali menggeliat, insiden tragis di jalan raya, hingga kabar kurang mengenakkan yang datang dari dunia sepak bola, khususnya bagi para pencinta Persib Bandung. Kabarmaung.com merangkum beberapa sorotan utama yang menjadi perbincangan hangat di tanah Pasundan.
Banding Persib Ditolak AFC: Sanksi Berat Hantui Maung Bandung!
Kabar paling menohok bagi Bobotoh datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Banding yang diajukan oleh Persib Bandung terkait sanksi disipliner atas insiden kericuhan saat laga kontra Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026, resmi ditolak mentah-mentah.
Keputusan pahit ini berarti seluruh sanksi yang dijatuhkan sebelumnya oleh Komite Disiplin dan Etika AFC tetap berlaku. Persib Bandung dianggap bertanggung jawab penuh atas perilaku penontonnya selama pertandingan berlangsung. AFC merinci sejumlah pelanggaran serius yang menjadi dasar keputusan ini, termasuk:
- Penyalaan flare dan kembang api yang membahayakan.
- Pelemparan benda-benda ke area lapangan.
- Perusakan fasilitas stadion.
- Invasi atau masuknya penonton ke dalam lapangan.
- Tindakan lain yang secara nyata mengganggu keamanan dan ketertiban pertandingan.
"Banding yang diajukan oleh Persib Bandung terhadap Keputusan VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya. Keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC nomor VVC 20260513DC13 dikuatkan," demikian bunyi pernyataan resmi dari AFC, menguatkan posisi mereka.
Dengan penolakan banding ini, Persib Bandung harus siap menanggung denda fantastis sebesar USD 200.000, atau setara dengan sekitar Rp3,5 miliar. Angka ini tentu bukan jumlah yang kecil dan akan menjadi beban finansial tersendiri bagi klub kebanggaan Jawa Barat ini.
Tak hanya denda, Maung Bandung juga diwajibkan menjalani hukuman berat lainnya, yaitu dua pertandingan kandang tanpa penonton. "Persib Bandung dijatuhi sanksi bertanding dengan penutupan penuh stadion sebanyak dua pertandingan. Perintah ini berlaku untuk dua pertandingan kandang berikutnya yang dimainkan oleh Persib Bandung di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub pria AFC," tegas AFC.
Namun, ada sedikit "angin sejuk" di tengah badai sanksi ini. AFC menangguhkan pelaksanaan hukuman pertandingan kedua dengan masa percobaan selama dua tahun. Artinya, Persib akan menjalani satu laga kandang tanpa penonton dan jika tidak ada pelanggaran serupa dalam dua tahun ke depan, hukuman kedua akan dibatalkan. Ini tentu menjadi peringatan keras bagi manajemen dan Bobotoh untuk senantiasa menjaga ketertiban di stadion.
Sorotan Lain dari Jawa Barat
Selain kabar dari ranah sepak bola, Jawa Barat juga diwarnai oleh berbagai kejadian lain yang tak kalah penting:
Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Penuh!
Setelah tiga tahun lamanya tidak melayani penerbangan jet komersial, Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung akhirnya resmi kembali beroperasi penuh. Ini menjadi kabar gembira bagi mobilitas warga Bandung dan sekitarnya. Penerbangan perdana oleh Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Bandung menandai era baru bagi bandara yang terletak strategis di pusat kota ini.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad Rizal Pahlevi, menyatakan bahwa seluruh fasilitas dan sistem operasional telah melalui pengujian ketat dan mendapatkan sertifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan. Untuk tahap awal, Bandara Husein akan melayani rute domestik ke Pulau Sumatera dan Bali, dengan harapan penerbangan internasional akan kembali dibuka pada Oktober 2026.
Kecelakaan Tragis Bus Rombongan Umrah di Nagreg
Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, kembali menjadi saksi bisu kecelakaan lalu lintas. Sebuah bus rombongan jemaah umrah mengalami kecelakaan tunggal pada Jumat (14/8/2026) dini hari. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang penumpang berinisial LS (52) meninggal dunia.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandung, IPTU Lilim, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun, menyebabkan bus oleng dan menabrak pagar rumah warga. Tim SAR Bandung sigap melakukan evakuasi, dan 13 penumpang lainnya dilaporkan selamat serta telah mendapatkan penanganan medis.
Pria Misterius Diduga ODGJ Serang Wanita di Cimahi
Sebuah insiden mengejutkan terekam CCTV di area parkir sebuah apotek di Cimahi. Seorang wanita berinisial EM (37) menjadi korban penyerangan oleh pria tak dikenal pada Rabu (12/8/2026) malam. Video viral menunjukkan pelaku menyerang korban dengan benda mirip linggis kecil sebelum melarikan diri.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengonfirmasi bahwa berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Korban, meskipun mengalami luka memar, memilih untuk tidak membuat laporan polisi.
Motif Miris Ayah Aniaya Anak di Purwakarta Terungkap
Kasus penganiayaan anak di bawah umur yang videonya viral di media sosial berhasil diungkap Polres Purwakarta. Pelaku berinisial PY, ayah kandung korban yang berusia enam tahun, telah diamankan polisi. Motif di balik tindakan keji ini sungguh memilukan: pelaku kesal karena tidak diberi uang oleh istrinya yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara menyatakan bahwa kejadian ini terjadi pada Februari 2026. Polisi kini fokus pada pemulihan fisik dan psikologis korban, berkoordinasi dengan LPSK dan KPAI untuk pendampingan serta perlindungan anak. Keluarga dari pihak ibu korban juga telah melapor dan mendampingi anak tersebut.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com