Kabarmaung.com - Aroma rumput hijau dan euforia suporter akhirnya kembali menyelimuti tanah Pasundan! Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026, mendadak berubah menjadi lautan biru putih yang penuh semangat. Ribuan Bobotoh Persib Bandung, dengan wajah sumringah dan yel-yel kebanggaan, tumpah ruah merayakan kembalinya keriuhan sepak bola dalam ajang Piala Presiden 2026.
Setelah hampir dua bulan lamanya absen dari gemuruh stadion, para penggila Maung Bandung menyuarakan kerinduan mereka. Bendera Persib dengan lima bintang berkibar gagah, diiringi poster dukungan untuk para pilar tim seperti Adam Alis dan Ramon Tanque. "Akhirnya bisa nyetadion lagi, kangen banget gak dukung Persib hampir dua bulan," ujar Ilyas, seorang Bobotoh asal Tangerang, yang rela menempuh perjalanan jauh bersama delapan temannya demi mendukung tim kesayangan.
Piala Presiden 2026 Lebih Meriah dengan Nuansa ASEAN
Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim biasa. Ajang yang akan berlangsung hingga 6 Agustus 2026 ini hadir dengan nuansa yang lebih internasional, melibatkan delapan tim dari Asia Tenggara. Lima wakil tuan rumah Indonesia, termasuk Persib Bandung dan Arema FC, bersaing dengan tiga klub tamu dari negara-negara ASEAN.
Grup A, yang berpusat di Si Jalak Harupat, menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC dari Brunei Darussalam, serta Tampines Rovers asal Singapura. Sementara itu, Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, mempertemukan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Pertandingan perdana antara DPMM FC vs Tampines Rovers membuka tirai sebelum laga akbar Persib Bandung kontra Arema FC, membuat Bobotoh punya waktu untuk menikmati suasana sekitar stadion, termasuk berwisata kuliner.
UMKM Lokal Unjuk Gigi, Ekonomi Bergeliat
Tak hanya menjadi ajang tontonan sepak bola, Piala Presiden 2026 juga menjelma menjadi panggung besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat. Lebih dari 20 tenda khusus menampung 60 UMKM, menghadirkan ragam kuliner terbaik mulai dari makanan ringan, makanan berat, hingga minuman segar. Kuliner legendaris Bandung seperti Kupat Tahu Gempol dan Mi Kocok Mang Dadeng bersanding dengan UMKM pendatang baru seperti Es Teler DU21 dan Dimsum Kaybun.
Utari Rizkiani Winata, owner Es Teler DU21, adalah salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampaknya. "Gratis tanpa dipungut biaya apapun!" seru Utari, mengungkapkan rasa syukur diundang langsung oleh panitia dan diberikan tempat tanpa biaya sewa. Penjualannya melonjak drastis, bahkan membuatnya harus menambah bahan baku di tengah hari. Kesempatan ini juga membawa Es Teler DU21 merambah Surabaya, membuktikan potensi UMKM lokal menembus pasar yang lebih luas.
Senada dengan Utari, Ugi, owner Moika Food dari Cimahi, juga mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali meramaikan Piala Presiden dengan produk bakso acinya. "Yang pasti jualannya pengen laris, habis, jadi membangkitkan ekonomi," harap Ugi, sembari berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan penyelenggara yang mendukung UMKM.
Hiburan Rakyat Murah Meriah dan Penuh Persaudaraan
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, didampingi Menpora Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, dan tokoh-tokoh penting lainnya, secara resmi membuka turnamen ini dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang menggema di seluruh stadion. Suasana khidmat dan meriah, diwarnai penampilan ratusan anak sekolah sepak bola, penari konfigurasi, hingga musisi ternama, semakin menegaskan status Piala Presiden sebagai hiburan rakyat.
"Tiketnya murah sekali, hanya Rp50 ribu per orang. Selain itu, kita juga bisa nonton dua pertandingan sekaligus," ujar Rully (45), Bobotoh asal Sumedang, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk datang sekeluarga besar. Harga tiket yang terjangkau membuat sepak bola bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Lebih dari sekadar hiburan, ajang ini juga menjadi simbol persahabatan. Bobotoh Persib dengan hangat menyambut kehadiran Aremania, suporter Arema FC. Ratusan Aremania ditempatkan di tribun VIP dan berbaur dengan Bobotoh, bernyanyi dan mengibarkan bendera tanpa insiden. Satria (27), salah satu Aremania, berharap momen ini bisa menjadi pilot project bagi Liga 1 mendatang, "Semoga pas liga nanti aturan dilarang tandang dicabut dan pertandingan berlangsung aman." Ini adalah langkah besar menuju sepak bola Indonesia yang lebih bersih dan menjunjung tinggi sportivitas.
Piala Presiden Mandiri, Bukti Industri Olahraga Indonesia Bertumbuh
Piala Presiden 2026 juga mengukir sejarah baru dengan pendanaan yang 100 persen mandiri, tanpa bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun BUMN. "Industri olahraga bertumbuh dengan pesat di Indonesia," tegas Maruarar Sirait, atau akrab disapa Bang Ara. Komitmennya pun nyata, hadiah bagi juara ditingkatkan dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.
Bang Ara juga berpesan agar UMKM laris manis dan para suporter menjaga kebersihan. Menpora Erick Thohir menambahkan apresiasinya, melihat tingginya antusiasme penonton dan kualitas kompetisi yang terus meningkat. "Ini menjadi bagian memperkaya jam terbang bagi semua pihak," pungkasnya, menegaskan bahwa sepak bola Indonesia kini berada di jalur yang benar menuju kemajuan dan prestasi gemilang.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com