Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka

Kabarmaung.com - Gemuruh Stadion Si Jalak Harupat siap menyambut salah satu laga paling dinanti di Piala Presiden 2026. Persib Bandung, sang kebanggaan Jawa Barat, akan menghadapi lawan yang mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian Bobotoh, namun memiliki sejarah dan kekuatan yang patut diperhitungkan: DPMM FC dari Brunei Darussalam. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, menjadi penentu langkah Maung Bandung menuju babak semifinal.

Siapa sebenarnya DPMM FC? Mengapa klub dari negara tetangga ini bisa menjadi kuda hitam di turnamen bergengsi sekelas Piala Presiden? Mari kita selami lebih dalam profil klub yang berjuluk 'Tim Sultan' ini.

Profil DPMM FC: Klub Kesayangan Pangeran Brunei

DPMM FC adalah singkatan dari Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club, yang secara harfiah berarti klub milik pangeran mahkota. Benar sekali, klub ini secara langsung dimiliki oleh Pangeran Al-Muhtadee Billah, Putra Mahkota Brunei Darussalam. Menariknya, sang pangeran sendiri bahkan pernah turun ke lapangan sebagai penjaga gawang untuk tim ini, di bawah arahan mantan pelatih Blackburn Rovers, Steve Kean. Ini menunjukkan betapa seriusnya komitmen kerajaan terhadap sepak bola di Brunei.

Meski berasal dari Brunei, DPMM FC dikenal sebagai klub yang "nomaden". Mereka sering berpartisipasi dalam kompetisi liga di negara lain. Tahun ini, mereka diketahui berlaga di kompetisi Malaysia. Markas utama mereka tetap bersemayam di Sultan Hassanal Bolkiah Stadium, yang megah di ibu kota Brunei, Bandar Sri Begawan.

Perjalanan klub ini dimulai sederhana sebagai tim perguruan tinggi pada tahun 1994, sebelum bertransformasi menjadi klub komersial yang lebih profesional di tahun 2000. Kesuksesan domestik pun segera menyusul di awal tahun 2000-an, dengan meraih gelar Liga Utama Brunei pada tahun 2002 dan 2004, Piala FA Brunei 2004, serta Piala Super Brunei 2002 dan 2004. Sebuah periode emas yang membuktikan dominasi mereka di kancah sepak bola lokal.

Kemudian, pada tahun 2009, DPMM FC mengambil langkah berani dengan bergabung ke Liga Singapura (S.League). Petualangan mereka sempat terhenti karena pembekuan Federasi Sepak Bola Brunei oleh FIFA, namun mereka kembali berkompetisi di Liga Singapura dari tahun 2012 hingga 2020. Di sana, mereka tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan meraih dua gelar Liga Singapura pada tahun 2015 dan 2019, menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di regional. Setelah sempat absen karena pandemi COVID-19, DPMM FC kembali berlaga di Liga Singapura pada tahun 2023 dan finis di urutan ke-10 klasemen akhir Liga Super Malaysia musim lalu, sebuah bukti adaptasi mereka yang terus-menerus di berbagai liga.

Fakta menarik lainnya, salah satu pemain kebanggaan Indonesia, Ramadhan Sananta, sempat dikaitkan dan bahkan diberitakan akan mengisi slot pemain asing ASEAN untuk DPMM FC dalam mengarungi Liga Malaysia 2026/2026. Kehadiran nama-nama besar dan potensi transfer semacam ini menegaskan ambisi DPMM FC untuk terus berkembang.

Misi DPMM FC di Piala Presiden 2026: Ujian Kualitas

Pelatih DPMM FC, Jamie McAllister, tidak menyembunyikan apresiasinya terhadap PSSI atas undangan berharga di Piala Presiden 2026 ini. Baginya, turnamen ini bukan sekadar ajang biasa, melainkan panggung ideal untuk menguji sejauh mana kualitas timnya dapat bersaing dengan lawan-lawan tangguh dari Indonesia.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah menyambut kami dalam turnamen yang sangat bergengsi ini. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk berada di sini. Ini adalah kompetisi yang hebat dengan sejarah yang luar biasa. Karena itu kami sangat menantikan kesempatan untuk bermain melawan tim-tim kuat dan menguji kemampuan kami menghadapi kualitas yang mereka miliki," ujar Jamie, penuh semangat.

McAllister juga mengungkapkan bahwa timnya baru memulai pramusim pada 4 Juli. Fokus utama mereka saat ini adalah meningkatkan kebugaran fisik pemain dan mengintegrasikan sejumlah rekrutan baru ke dalam sistem permainan yang ia inginkan. Piala Presiden 2026 menjadi pemanasan krusial sebelum mereka kembali mengarungi kerasnya Liga Super Malaysia.

"Kami memulai pramusim pada 4 Juli. Fokus kami adalah meningkatkan kebugaran para pemain. Kami juga memiliki banyak pemain baru sehingga harus mengintegrasikan mereka ke dalam cara bermain yang kami inginkan. Yang lebih penting adalah memastikan mereka bugar dan siap menghadapi dimulainya Liga Super Malaysia," tambahnya.

DPMM FC telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Dalam laga terakhir mereka di Piala Presiden 2026, mereka berhasil menahan imbang Tampines Rovers dengan skor 2-2 dalam pertandingan sengit di Stadion Si Jalak Harupat. Hasil ini menjadi sinyal peringatan bagi Persib bahwa mereka akan menghadapi tim yang pantang menyerah.

Bagi Persib Bandung, pertandingan ini bukan hanya tentang memuluskan jalan ke semifinal, tetapi juga tentang menghadapi tantangan baru dari tim yang memiliki latar belakang unik dan ambisi besar. Kesiapan mental dan fisik Maung Bandung akan diuji secara maksimal di hadapan ribuan Bobotoh yang haus akan kemenangan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
  • Persib Bentrok DPMM FC Tim Sultan Brunei, Ini Kekuatan Mereka
Posting Komentar
Tutup Iklan