Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi

Kabarmaung.com - Mimpi indah Persigar Garut untuk menapaki kasta yang lebih tinggi di Liga Nusantara (kini Liga 3) harus kembali terkubur dalam-dalam. Laskar Domba Garut dipastikan gagal promosi setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. Lebih menyakitkan lagi, kegagalan ini seperti mengulang kembali mimpi buruk yang pernah mereka alami satu dekade lalu, tepat di tanah Yogyakarta.

Mimpi Promosi yang Kandas di Babak Krusial

Langkah Persigar Garut menuju Liga Nusantara secara resmi terhenti setelah mereka menelan kekalahan tipis 1-0 dari Pasuruan United dalam laga yang digelar di Stadion Mandala Krida, Kamis (2/7) sore. Hasil tersebut, menyusul kekalahan 2-0 di laga pembuka Grup A Babak 8 Besar dari Pesik Kuningan, menempatkan Persigar di posisi juru kunci dengan nol poin.

Meskipun masih menyisakan satu pertandingan melawan Persipani Paniai, hasil dari laga tersebut tak akan mampu mengubah nasib tim kebanggaan Garut ini. Poin maksimal yang bisa diraih hanya 3, sementara para pesaing seperti Pesik Kuningan dan Persipani Paniai telah mengoleksi 4 poin, dan Pasuruan United 3 poin. Bahkan jika skenario terbaik terjadi (Persigar menang dan Pasuruan United kalah), Persigar tetap kalah secara head to head dari tim asuhan Bio Paulin tersebut, memastikan mereka tidak beranjak dari dasar klasemen dan kehilangan tiket promosi.

PSSI sendiri menyediakan enam tiket promosi ke Liga Nusantara. Tiga tim terbaik dari masing-masing dua grup di babak 8 besar akan berhak meraih tiket tersebut. Sayangnya, Persigar gagal memanfaatkan kesempatan emas ini setelah perjuangan panjang mereka dari babak awal kompetisi.

Kisah Kuda Hitam yang Mengejutkan Banyak Pihak

Menariknya, perjalanan Persigar hingga menembus babak 8 besar ini adalah sebuah kejutan besar. Mereka datang dengan status kuda hitam yang sama sekali tidak diunggulkan. Banyak yang memprediksi Persigar akan angkat koper sejak babak 64 besar, mengingat lawan-lawan mereka adalah jawara dari berbagai provinsi dengan tradisi sepak bola yang kuat.

Pelatih Persigar, Asep Angga Permadi, mengakui status tersebut. "Kita memang tidak diunggulkan sejak awal. Tapi Alhamdulillah, anak-anak bekerja keras dan bisa melawan," ujarnya, bangga akan determinasi skuadnya.

Di babak 64 besar, Persigar tampil gemilang dengan memuncaki Grup N. Mereka mengalahkan Bolsel FC 3-2, menahan imbang PSAP Sigli 1-1, dan hanya kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Pasuruan United. Sebuah awal yang menjanjikan.

Tantangan semakin berat di babak 32 besar. Bermain di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Persigar kembali menjadi pemimpin grup setelah menang 1-0 atas Persemay Maybrat dan dua kali imbang 0-0 melawan Persikoba Batu dan Persepam Pamekasan. Konsistensi menjadi kunci mereka.

Performa impresif berlanjut ke babak 16 besar di mana Persigar kembali meraih 5 poin dari kemenangan 2-0 atas Persak Kebumen serta dua hasil imbang 1-1 melawan Persinga Ngawi dan Wamena United. Capaian ini sangat mentereng mengingat Persigar hanya berstatus tim peringkat keenam dari Liga 4 Piala Gubernur Jabar musim ini. Sebuah perjalanan yang penuh semangat dan determinasi tinggi, meskipun harus berakhir pahit.

Deja Vu Pahit di Kota Pelajar

Kegagalan di babak 8 besar Liga 4 ini bukan kali pertama bagi Persigar. Sejarah mencatat, pada tahun 2014, dengan format kompetisi yang kala itu bernama Liga Nusantara, Persigar juga berhasil menembus babak 8 besar. Namun, nasib mereka berakhir tragis dengan kegagalan yang sama.

Saat itu, Persigar yang dilatih legenda Persib Bandung asal Cikajang, Garut, Uut Kuswendi, tampil memukau di tingkat regional hingga Jawa-Bali. Mereka menggilas Persitas Tasikmalaya, Persibas Banyumas, hingga Persija Muda. Namun di babak 8 besar, yang juga digelar di Yogyakarta (Stadion Sultan Agung, Bantul), Persigar tak mampu meraih kemenangan.

Dua hasil imbang melawan PS Badung (1-1) dan Perssu (2-2), serta satu kekalahan dari Perserang (1-2), hanya menghasilkan dua poin yang tidak cukup mengantarkan mereka promosi ke Divisi Utama (kini Liga 2). Sebuah deja vu yang menyakitkan, mengulang skenario serupa di tempat yang sama.

Sebuah fakta menarik yang menyelimuti dua momen kegagalan ini adalah lokasinya. Baik di musim 2014 maupun 2026, mimpi promosi Persigar selalu terkubur di Yogyakarta. Apakah ini sebuah "kutukan" atau hanya kebetulan pahit yang terus menghantui Laskar Domba Garut di Kota Pelajar?

Semangat Lokal yang Tak Padam dan Secercah Harapan

Meskipun kecewa, Ketua Umum Persigar, Rudy Gunawan, menyatakan kebanggaannya terhadap perjuangan tim. "Ini adalah pertandingan, ada kalah ada menang. Tentu kami kecewa tidak bisa lolos ke Liga 3, tapi semangat ini tidak akan padam," tegas Rudy, menunjukkan jiwa besar dan optimisme.

Rudy menyoroti semangat lokal yang digelorakan tim Persigar musim ini. Sejak dibentuk pada pertengahan 2025, skuad Persigar mayoritas diisi oleh pemain asli Garut, didukung pelatih dan apparel lokal. "Mulai dari pelatih, pemain sampai apparel semuanya lokal. Sehingga tim ini bersemangat dan penuh energi kedaerahan yang kuat," jelasnya, menggambarkan kekuatan akar rumput Persigar.

Meski secara matematis sudah tersingkir, Rudy Gunawan masih menyimpan secercah harapan. Ia menginformasikan adanya kemungkinan beberapa tim yang seharusnya promosi ke Liga Nusantara musim depan tidak dalam kondisi finansial atau kesiapan yang baik. "Informasinya ada beberapa tim yang diragukan kesiapannya untuk berlaga di Liga 3. Tentunya, jika PSSI menunjuk kami sebagai salah satu dari 8 tim terbaik dari Liga 4, kami sangat siap. Kami memiliki kemampuan manajerial tim yang mumpuni," pungkas Rudy, menunjukkan optimisme bahwa pintu promosi masih bisa terbuka melalui jalur tak terduga jika ada kesempatan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
  • Kutukan Yogyakarta Hantui Persigar: Mimpi Promosi Kandas Lagi
Posting Komentar
Tutup Iklan