Kabarmaung.com - Era baru Persib Bandung resmi dimulai! Menyambut musim 2026/2027 yang diprediksi penuh tantangan, Maung Bandung tidak hanya merombak skuad pemain, tetapi juga menghadirkan wajah-wajah segar di jajaran tim Pelatih. Perpaduan antara pengalaman sepak bola Eropa dan sentuhan lokal dari legenda klub diharapkan mampu menjaga dominasi Pangeran Biru di kancah sepak bola nasional, bahkan Asia.
Perubahan paling signifikan tentu saja terjadi di pucuk kepemimpinan tim. Setelah sukses besar Bojan Hodak mempersembahkan tiga gelar juara liga secara beruntun, tongkat estafet kini beralih kepada Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia ini bukan wajah baru; ia adalah tangan kanan Hodak yang turut berperan dalam kesuksesan luar biasa tersebut. Kini, dengan mandat penuh sebagai Pelatih Kepala, Tolic harus memimpin Persib menghadapi musim yang jauh lebih berat, dengan ekspektasi tinggi dan skuad yang banyak berubah.
Igor Tolic: Nahkoda Baru di Tengah Badai
Igor Tolic kini mengemban tanggung jawab besar untuk melanjutkan hegemonisasi Persib di kancah domestik. Pengalamannya sebagai asisten pelatih selama periode emas Bojan Hodak memberinya pemahaman mendalam tentang karakter tim dan filosofi permainan yang telah terbangun. Namun, tantangan yang dihadapinya kini jauh lebih kompleks:
- Mempertahankan dominasi di Super League untuk meraih gelar keempat beruntun.
- Membangun chemistry dan integrasi tim baru setelah perombakan besar-besaran pemain asing dan lokal.
- Mengelola strategi dan kebugaran tim di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.
Ini adalah ujian sesungguhnya bagi Igor Tolic untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin utama.
Duo Asisten: Perpaduan Eropa dan DNA Persib
Untuk mendukung Igor Tolic, Persib menghadirkan dua asisten pelatih dengan latar belakang yang saling melengkapi:
- Zlatko Runje: Pelatih asal Kroasia ini membawa pengalaman panjang di berbagai klub Eropa dan pernah bekerja sama dengan Igor Tolic di Wadi Degla, Mesir. Kehadirannya diharapkan memperkuat aspek taktik dan membantu adaptasi filosofi permainan Tolic.
- Achmad Jufriyanto: Sang legenda hidup Persib kini memulai babak baru sebagai staf pelatih. Pengalaman bertahun-tahun sebagai pilar pertahanan dan pemahaman mendalam tentang kultur klub akan sangat berharga. Jufriyanto diharapkan menjadi jembatan antara pelatih dan pemain, sekaligus membimbing talenta-talenta muda Maung Bandung.
Benteng Terakhir: Jajaran Pelatih Kiper yang Kuat
Sektor penjaga gawang tetap menjadi kekuatan Persib dengan dipertahankannya dua nama berpengalaman:
- Mario Jozic: Pelatih kiper asal Kroasia ini kembali dipercaya setelah sukses besar mengembangkan performa Teja Paku Alam hingga Fitrah Maulana di musim sebelumnya. Keberlanjutannya penting untuk menjaga stabilitas kualitas di bawah mistar gawang.
- Made Wirawan: Legenda kiper Persib ini melanjutkan perannya sebagai pelatih kiper. Kolaborasi Made dengan Mario Jozic diproyeksikan akan memperkuat pembinaan penjaga gawang, terutama bagi kiper-kiper muda yang disiapkan untuk masa depan klub.
Mesin Tim: Vitalnya Peran Pelatih Fisik
Kebugaran pemain akan menjadi kunci utama dalam menghadapi jadwal padat musim 2026/2027. Persib menunjuk dua pelatih fisik berkualitas:
- Karlo Reinholz: Sebagai Kepala Pelatih Fisik yang baru, Karlo menggantikan Miro Petric. Tugasnya adalah memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi prima, mampu menjaga intensitas tinggi, dan menekan risiko cedera sepanjang musim yang melelahkan.
- Yaya Sunarya: Pelatih fisik lokal yang tak tergantikan ini kembali dipercaya. Pengalamannya yang luas dalam menangani kondisi fisik pemain di kompetisi Indonesia menjadi aset penting dalam mendukung program Karlo Reinholz.
Musim Paling Berat dalam Sejarah Persib?
Jajaran pelatih baru ini langsung dihadapkan pada segunung tantangan. Persib bukan hanya dituntut mempertahankan gelar Super League untuk keempat kalinya secara beruntun, tetapi juga harus bersaing di berbagai ajang bergengsi lainnya. Musim 2026/2027 akan membuat Maung Bandung tampil di Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, Piala Presiden, hingga potensi Piala Indonesia.
Padatnya jadwal menuntut manajemen skuad, rotasi pemain, dan strategi pertandingan yang cerdik. Ditambah lagi, Persib juga dihuni banyak wajah anyar seperti Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Luka Menalo, Gabriel Mutombo, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic. Artinya, tim pelatih harus membangun chemistry dan adaptasi tim baru tanpa mengurangi standar tinggi yang telah diwariskan Bojan Hodak.
Igor Tolic mengungkapkan keyakinannya terhadap staf kepelatihannya. “Saya pikir jika Anda melihat CV mereka, mereka pernah bekerja di klub-klub top. Jadi mereka adalah orang-orang yang memahami pemain, memahami permainan level Eropa. Kami mendatangkan yang terbaik yang kami bisa, yang bisa kami bawa,” ujar Igor. “Mario dari tahun lalu, jadi kami senang dengannya, dan Miro ingin beristirahat bersama Coach (Bojan). Dan kemudian kami harus mendatangkan asisten pelatih dan pelatih fisik. Itulah mengapa kami mendatangkan Karlo dan kami mendatangkan Zlatko.”
Dengan kombinasi pengalaman, pengetahuan taktis, dan pemahaman mendalam tentang karakter Persib, jajaran pelatih baru ini siap menghadapi musim 2026/2027 yang akan menjadi salah satu ujian terberat dalam sejarah klub.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com