Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari tubuh Persib Bandung. Sosok legendaris Djadjang Nurdjaman resmi mengakhiri masa baktinya sebagai Direktur Teknik. Kedua belah pihak bersepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama yang telah terjalin. Kepergian Djanur, sapaan akrabnya, menandai berakhirnya satu babak pengabdian panjangnya di balik layar, namun jejak kontribusinya bagi Maung Bandung tak akan pudar.
Kontribusi Penting di Balik Layar
Selama menjalankan tugas sebagai Direktur Teknik, Djadjang Nurdjaman memainkan peran krusial dalam mendukung visi pengembangan klub. Fokus utamanya adalah penguatan fondasi pembinaan pemain muda dan sistem youth development. Pengalamannya yang mumpuni serta pemahamannya mendalam terhadap filosofi Persib menjadi aset tak ternilai dalam membangun klub yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing untuk masa depan. Kehadirannya merupakan bagian integral dari upaya Persib untuk tidak hanya berjaya hari ini, tetapi juga mempersiapkan pondasi kuat untuk generasi mendatang.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan komitmen yang telah diberikan Kang Djanur. "Dalam setahun terakhir, Persib sangat terbantu dengan kehadiran Kang Djanur sebagai Direktur Teknik. Di tengah komitmen kami untuk terus meningkatkan standar klub di berbagai aspek, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini, pengalaman dan pemahaman beliau terhadap identitas Persib memberikan kontribusi yang sangat berarti," ujar Adhitia pada Kamis (23/7/2026). "Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan."
Djanur: Ikon Lintas Generasi Persib
Kiprah Djanur sebagai Direktur Teknik hanyalah satu episode dari kisah panjang pengabdiannya yang tak terpisahkan dari sejarah Persib. Ia adalah figur langka yang telah merasakan manisnya kejayaan Persib dari berbagai peran, menjadikannya ikon sejati lintas generasi:
- Sebagai Pemain: Djadjang Nurdjaman turut mengangkat trofi juara Kompetisi Perserikatan pada tahun 1986 dan musim 1989/1990. Ia adalah bagian tak terpisahkan dari generasi emas yang menorehkan tinta emas awal bagi Persib, membuktikan kualitasnya di lapangan hijau.
- Sebagai Asisten Pelatih: Mendampingi Indra M. Tohir, ia kembali merasakan gelar juara Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95. Pengalamannya di bangku cadangan sangat berharga dalam membentuk tim juara, memberikan sentuhan strategis yang krusial.
- Sebagai Pelatih Kepala: Puncaknya, di bawah arahannya, Persib sukses merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia 2014, sebuah penantian yang berakhir setelah hampir dua dekade. Tak berhenti di situ, ia juga mempersembahkan gelar Piala Presiden 2015, mengukuhkan dirinya sebagai arsitek tim juara yang disegani.
Prestasi gemilang ini menjadikannya sosok kedua dalam sejarah Persib, setelah Ade Dana, yang mampu membawa Maung Bandung juara baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebuah capaian langka yang menggarisbawahi kehebatan dan pemahamannya yang paripurna terhadap karakter dan kebutuhan klub, serta kemampuan adaptasinya di berbagai posisi.
Doa dan Harapan dari Manajemen
Meski kini berpisah jalan secara profesional, manajemen Persib menegaskan bahwa Djadjang Nurdjaman akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Persib. "Kang Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Kami mendoakan beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian berikutnya," tutup Adhitia. "Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga."
Kepergian Djanur mungkin menyisakan ruang kosong, namun warisan dan semangat juaranya akan terus menginspirasi generasi Maung Bandung selanjutnya. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu ikon sejati dan pahlawan bagi Persib Bandung.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com