Kabarmaung.com - Insiden kekerasan yang menimpa anggota Viking di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, telah menyulut kemarahan besar dari Viking Persib Club (VPC). Organisasi Suporter terbesar Persib Bandung ini dengan tegas mengecam segala bentuk aksi kekerasan dalam peristiwa tragis tersebut, apalagi setelah diketahui bahwa seorang balita turut menjadi korban yang memprihatinkan.
Kericuhan brutal ini pecah pada Senin malam, saat Viking Serang Banten sedang menggelar agenda silaturahmi. Setelah acara usai, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga merupakan pendukung tim lain mendatangi lokasi. Mereka berupaya secara paksa merampas atribut Viking yang terpasang, memicu situasi yang dengan cepat memanas dan berujung pada bentrokan fisik.
Insiden Bentrokan Kragilan: Kekerasan yang Melukai Hati
Laporan menyebutkan, sejumlah anggota Viking mengalami luka-luka akibat hantaman benda tumpul seperti helm dan potongan kayu. Namun, yang paling memilukan adalah kenyataan bahwa seorang balita tak berdosa juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Kejadian ini sontak mencoreng nilai-nilai persaudaraan dan sportivitas dalam dunia sepak bola, sekaligus menyisakan trauma mendalam bagi para korban, terutama sang anak.
Sikap Tegas Viking Persib Club: Mengutuk Keras dan Ambil Jalur Hukum
Menanggapi kejadian yang sangat disayangkan ini, Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui media sosial pribadinya, Tobias menyoroti keterlibatan anak kecil sebagai korban, yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan ruang aman dalam masa tumbuh kembangnya.
“Viking Persib Club mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang terjadi, apalagi ini sudah melibatkan anak kecil yang seharusnya bisa mendapatkan ruang yang aman dalam tumbuh kembangnya,” tegas Tobias, menunjukkan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
Tobias juga mengungkapkan bahwa tidak lama setelah insiden itu terjadi, pengurus Viking di wilayah Serang langsung berkoordinasi intensif dengan pengurus pusat. Koordinasi ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret yang akan ditempuh. Setelah menerima laporan lengkap dan mendetail mengenai kronologi kejadian, Viking Persib Club dengan bulat memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Keputusan ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam mencari keadilan bagi para korban dan menindak tegas pelaku.
Seruan Kedamaian dan Proses Hukum yang Berkeadilan
Dalam kesempatan yang sama, Tobias juga mengeluarkan imbauan khusus yang sangat penting bagi seluruh anggota Viking. Ia meminta agar seluruh anggota menahan diri dan tidak terpancing untuk melakukan aksi balasan. Tobias menekankan pentingnya menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses yang sedang berjalan. “Viking Persib Club menghimbau kepada seluruh anggota untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan dan mempercayakan kepada proses hukum yang akan berlangsung,” ujarnya, menyerukan kedewasaan dalam bersikap.
Sebagai wujud keseriusan dalam mengawal kasus ini hingga tuntas, VPC telah menugaskan salah satu pengurus seniornya, Saudara Piar Pratama, untuk turun langsung ke Serang. Tugas Piar Pratama adalah memberikan pendampingan penuh kepada para korban, serta mengawal seluruh proses hukum yang sedang ditempuh. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat VPC untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan dan para korban mendapatkan haknya.
Tobias berharap agar proses hukum yang berjalan dapat mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa bentrokan tersebut. Selain itu, ia juga berharap agar keadilan dapat diberikan kepada para korban tanpa terkecuali. Tobias menegaskan bahwa dunia sepak bola, yang seharusnya menjadi ajang pemersatu dan persahabatan, tidak boleh lagi menjadi ruang bagi praktik kekerasan yang membahayakan keselamatan suporter maupun masyarakat luas. “Demikian yang bisa dapat kami sampaikan. Semoga proses yang akan berlangsung bisa berjalan dengan baik dan menciptakan keadilan sehingga tidak ada lagi ruang untuk pelaku kekerasan di dalam sepak bola,” pungkasnya, menyuarakan harapannya untuk masa depan sepak bola yang lebih aman dan damai.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com