Kabarmaung.com - Kebanggaan luar biasa menyelimuti bumi Pasundan! Persib Bandung, klub kebanggaan jutaan bobotoh, kembali menorehkan sejarah di kancah internasional. Kali ini, nama Maung Bandung akan berkibar di panggung akbar Piala Dunia 2026 melalui salah satu pilar tangguhnya, Frans Putros.
Bek kokoh berpaspor Irak ini dipastikan masuk dalam skuad Tim Nasional Irak untuk gelaran Piala Dunia 2026 mendatang. Kehadiran Putros bukan hanya jadi prestasi pribadi yang membanggakan, tetapi juga sebuah capaian monumental bagi Persib Bandung dan tentunya, Liga 1 Indonesia secara keseluruhan. Ia menjadi satu-satunya representasi pemain dari Liga Indonesia yang akan berkompetisi di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat raya tersebut.
Ini bukan hanya soal gengsi semata. Keterlibatan Frans Putros di Piala Dunia 2026 juga membawa potensi keuntungan finansial yang tidak sedikit bagi Persib Bandung. Melalui program FIFA Club Benefits Programme, klub-klub yang menyumbangkan pemainnya untuk tim nasional di Piala Dunia berhak mendapatkan kompensasi. Dana ini diberikan sebagai bentuk apresiasi FIFA kepada klub yang berperan penting dalam pengembangan pemain hingga mencapai level tertinggi. Bayangkan saja, miliaran rupiah berpotensi mengalir ke kas Maung Bandung, sebuah suntikan dana yang sangat berarti untuk pengembangan klub di masa depan.
Namun, di tengah euforia ini, ada fakta menarik sekaligus sedikit 'menyentil' tentang representasi Liga ASEAN di Piala Dunia 2026. Liga Malaysia, tetangga terdekat kita, justru berhasil menempatkan lebih banyak wakil! Tercatat ada 3 pemain dari 2 klub berbeda yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 dari Liga Super Malaysia. Sementara itu, Liga Thailand juga tidak mau ketinggalan, dengan satu wakil dari klubnya.
Siapa saja mereka? Dari Malaysia, klub Selangor FC menjadi penyumbang terbesar dengan dua pemain Timnas Yordania, Mou Abualnadi dan Noor Al Rawabdeh. Uniknya, bukan raksasa Johor Darul Ta'zim (JDT) yang mendominasi daftar ini. Selain itu, Terengganu FC juga mengirimkan wakilnya, Gervane Kastaneer, yang membela Timnas Curacao. Nama Kastaneer mungkin tak asing bagi bobotoh, karena ia sempat membela Persib Bandung dan Persis Solo.
Dari Thailand, Port FC memiliki Rebin Sulaka, bek yang juga akan memperkuat Timnas Irak bersama Frans Putros. Ini menunjukkan betapa kompetitifnya kancah sepak bola di Asia Tenggara, di mana masing-masing liga berusaha keras untuk mengirimkan talenta terbaiknya ke panggung dunia.
Wakil Liga ASEAN di Piala Dunia 2026
- Malaysia
- Mou Abualnadi (Selangor FC): Timnas Yordania
- Noor Al Rawabdeh (Selangor FC): Timnas Yordania
- Gervane Kastaneer (Terengganu FC): Timnas Curacao
- Indonesia
- Frans Putros (Persib Bandung): Timnas Irak
- Thailand
- Rebin Sulaka (Port FC): Timnas Irak
Meskipun jumlah wakil Liga Indonesia masih 'sendirian' dengan Frans Putros, ini adalah langkah awal yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa kualitas pemain yang berkarier di Liga 1 memiliki standar internasional dan mampu bersaing di level tertinggi. Diharapkan ke depan, semakin banyak pemain dari Liga Indonesia yang mampu menembus panggung Piala Dunia, membawa harum nama klub dan negara. Ini adalah momen untuk merayakan prestasi Frans Putros dan Persib Bandung. Mari kita dukung terus Maung Bandung dan para pemainnya untuk terus berprestasi, baik di kancah domestik maupun internasional.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com