Kabarmaung.com - Insiden bentrokan antara suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dengan Bobotoh Persib di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (7/6) malam, telah memicu penyelidikan serius dari pihak kepolisian. Ketua The Jakmania Diky Soemarno buka suara memberikan kronologi versi mereka, sementara Polda Banten juga telah mengonfirmasi adanya laporan korban dan sedang mendalami kasus ini.
Versi The Jakmania: Provokasi dan Penyerangan Balik
Menurut Diky Budi Ramadhan, insiden bermula saat The Jakmania Kabupaten Serang menggelar acara pentas musik dalam rangka ulang tahun komunitas mereka di Lapangan PT Arka Putra Kragilan. Acara tersebut berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.
Diky menjelaskan bahwa suasana mulai memanas setelah beredar informasi adanya penyerangan terhadap The Jakmania yang berujung bentrokan di lokasi lain, tidak jauh dari tempat acara anniversary. Hal ini memicu provokasi di antara anggota The Jakmania.
“Kejadian bermula dari situasi yang memanas setelah beredar informasi mengenai adanya penyerangan kepada The Jakmania yang berujung bentrokan di lokasi lain yang tidak jauh dari tempat acara berlangsung,” terang Diky.
Sekelompok The Jakmania yang terprovokasi kemudian menyerang sebuah ruko yang menggunakan atribut Persib Bandung atau Viking saat dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 00.00 WIB dini hari. Diky menegaskan penyesalan The Jakmania atas tindakan tersebut.
“Dalam perjalanan pulang, sebagian teman-teman terprovokasi ketika melihat sebuah ruko yang menggunakan atribut Persib Bandung atau Viking, sehingga terjadilah tindakan yang berujung pada penyerangan terhadap lokasi tersebut. Ini adalah kejadian yang tidak seharusnya terjadi dan sangat kami sesalkan,” tambahnya.
The Jakmania menyatakan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan akan bersikap kooperatif dalam mendukung proses hukum yang adil dan transparan. Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh suasana dengan provokasi baru.
Penyelidikan Polda Banten: Korban dan Kronologi Polisi
Polda Banten telah mengonfirmasi adanya bentrokan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyatakan bahwa satu orang korban telah melaporkan kejadian penyerangan ini ke Polda Banten.
“Satu orang jadi korban keributan dan sudah lapor ke Polda Banten. Kini dilakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku pemukulan,” jelas Maruli pada Selasa (9/6).
Berdasarkan keterangan polisi, insiden terjadi pada Minggu (7/6) malam saat konvoi suporter Persija melintas di sekitar Kabupaten Serang. Mereka kemudian melihat kelompok suporter Viking, yang saat itu sedang menggelar acara liwetan syukuran di sekretariat mereka.
“Adanya konvoi dari suporter Persija yang melintas di sekitar Kabupaten Serang, mereka melihat ada kelompok suporter dari teman-teman Viking. Mereka, mungkin, sepertinya ada sesuatu. Kemudian datang, ada keributan di tempat teman-teman Viking. Pada saat itu sedang liwetan syukuran,” papar Maruli.
Polda Banten secara tegas meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan kriminalitas dan menjaga ketertiban. Mereka berkomitmen untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan riak-riak keributan serta menegaskan larangan penganiayaan atau perbuatan yang mencederai perasaan orang lain.
Pentingnya Menjaga Kedamaian Antarsuporter
Insiden seperti ini kembali menyoroti pentingnya menjaga perdamaian dan sportifitas di antara komunitas suporter sepak bola di Indonesia. Rivalitas di lapangan seharusnya tidak berujuk pada kekerasan di luar stadion. Peran aktif dari setiap elemen suporter, manajemen klub, serta aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim sepak bola yang aman dan kondusif bagi semua pihak.
Edukasi dan komunikasi yang intensif antar kelompok suporter, khususnya dalam menghadapi pertandingan atau perayaan, menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Semua pihak harus belajar dari insiden ini dan bekerja sama demi kemajuan sepak bola nasional.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com