Kabarmaung.com - Kabar kurang menyenangkan kembali menyelimuti kubu Persib Bandung. Hingga pertengahan Juni ini, nama Maung Bandung masih tercantum dalam daftar klub yang terkena sanksi larangan registrasi pemain atau registration ban dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Situasi ini tentu memicu tanya di kalangan Bobotoh, terutama menjelang Bursa Transfer yang krusial bagi persiapan tim.
Mengapa Persib Terkena Sanksi FIFA? Akar Masalahnya Terkuak!
Sanksi FIFA ini bukan hal baru. Persib diketahui masuk dalam daftar hitam FIFA sejak 29 Mei 2026. Akar masalahnya? Kewajiban pembayaran kompensasi kepada mantan bek andalan, Daisuke Sato. Pemain asal Filipina ini sebelumnya membela Persib selama satu setengah musim dan kini hak-haknya setelah berpisah dengan klub belum sepenuhnya tuntas. Nilai kompensasi yang harus dibayarkan Persib kepada Sato mencapai sekitar Rp2,7 miliar.
Daftar FIFA Registration Ban List adalah daftar resmi yang menjadi rujukan global. Artinya, selama nama Persib masih di sana, klub tidak diizinkan mendaftarkan pemain baru dalam sistem FIFA, tidak peduli seberapa intens negosiasi atau seberapa dekat kesepakatan transfer. Larangan ini memastikan transparansi dan keadilan dalam menyelesaikan sengketa kontrak di kancah sepak bola internasional.
Drama Kompensasi Daisuke Sato dan Peran CAS
Sengketa antara Persib dan Daisuke Sato bukanlah cerita kemarin sore. Persoalan kompensasi ini telah berlangsung sejak tahun 2023, bahkan sempat berujung pada meja hijau di Court of Arbitration for Sport (CAS). Lembaga arbitrase olahraga internasional ini berperan penting dalam meninjau dan menguji nilai kompensasi yang pantas diterima Sato setelah kontraknya berakhir.
Proses di CAS memakan waktu berbulan-bulan. Mereka harus meneliti secara cermat setiap komponen penghasilan yang diterima Sato, termasuk dari klub barunya. Hasilnya, Persib berhasil meraih angin segar dengan adanya pengurangan nilai kompensasi. Dari tuntutan awal sebesar Rp3,03 miliar, CAS memutuskan nilai kompensasi yang harus dibayarkan turun menjadi Rp2,7 miliar. Sebuah perjuangan yang membuahkan hasil, meski kewajiban tetap ada.
"Akhirnya baru keluarlah di 2 bulan yang lalu, ternyata ya udah kita dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya 3,03 (miliar). Setelah ke CAS itu turun jadi 2,7 (miliar)," ungkap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, seperti dikutip pada Minggu (31/5) lalu.
Persib Tetap Bergerak Lincah di Bursa Transfer
Meskipun dihantam sanksi larangan registrasi, bukan berarti aktivitas perekrutan pemain di Persib terhenti total. Deputy CEO Adhitia Putra Herawan menegaskan bahwa proses negosiasi dan penandatanganan kontrak dengan pemain baru tetap dapat berjalan. Yang diblokir oleh FIFA adalah proses registrasi pemain di sistem Transfer Matching System (TMS) internasional.
Ini adalah poin penting bagi Bobotoh yang khawatir akan nasib transfer Persib. Artinya, klub masih bisa mendekati, bernegosiasi, dan bahkan mencapai kesepakatan dengan pemain incaran. Hanya saja, mereka belum bisa secara resmi "memperkenalkan" pemain baru tersebut ke FIFA hingga sanksi dicabut.
- Negosiasi dan Kontrak Tetap Berjalan: Tim manajemen dapat terus melakukan pendekatan dan mencapai kesepakatan pra-kontrak.
- Sanksi Cepat Dicabut: Adhitia menjamin bahwa sanksi akan langsung dicabut begitu Persib menuntaskan kewajibannya dan mengirimkan bukti pembayaran kepada FIFA.
- Registrasi di TMS Terblokir: Hambatan utama ada pada sistem TMS, yang mengelola transfer pemain antarnegara dan pendaftaran pemain baru.
"Langsung lift. Tinggal kirim bukti bayarnya, email, the moment itu mereka langsung lifting the ban, selesai. Bukan sesuatu yang kenapa mesti nungguin di-lifting dulu ya? Kalau udah sign hari ini mah besok juga tinggal umumin (pemain baru)," jelas Adhitia.
Pernyataan ini memberikan secercah harapan bagi Bobotoh. Ini menunjukkan bahwa manajemen Persib tidak tinggal diam dan telah memiliki strategi untuk mengatasi situasi ini. Begitu kewajiban pembayaran selesai, diharapkan Persib bisa langsung tancap gas meresmikan pemain-pemain barunya, tanpa hambatan lagi.
Masa Depan Transfer Persib di Tangan Manajemen
Kini, bola ada di tangan manajemen Persib untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada Daisuke Sato. Dengan begitu, pintu registrasi pemain di FIFA Transfer Matching System akan kembali terbuka, memungkinkan Maung Bandung untuk mengarungi musim depan dengan skuad yang lebih kuat dan lengkap. Bobotoh tentu berharap masalah ini dapat segera tuntas agar fokus tim bisa sepenuhnya tertuju pada persiapan kompetisi dan meraih prestasi terbaik.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com