Kabarmaung.com - Harapan besar membumbung tinggi dari kalangan Bobotoh menyambut musim depan Persib Bandung. Di tengah euforia juara, Bobotoh di Kabupaten Cianjur secara khusus menyuarakan keinginan agar tim kebanggaan Jawa Barat ini lebih serius dalam merekrut pemain, terutama dari kancah Asia atau Eropa. Bukan hanya sekadar menambah, namun visi mendalam untuk membangun Skuad hingga tiga lapis menjadi sorotan utama demi menghadapi gempuran lebih dari tiga kompetisi yang akan dilakoni Maung Bandung.
Pandangan kritis ini datang dari Ketua Viking Underground Cianjur, Beni Sumarna. Menurutnya, meskipun Persib Bandung telah mengambil langkah baik dengan memboyong Gabriel Mutombo, bek asal Prancis eks Ratchaburi FC, kedatangannya masih belum sepenuhnya menutup celah yang ditinggalkan Federico Barba.
Gabriel Mutombo dan Bayang-Bayang Barba yang Hilang
Pengumuman resmi bergabungnya Mutombo tentu menjadi angin segar bagi pertahanan Persib, terutama setelah kepergian Barba yang meninggalkan lubang di lini belakang. "Diumumkannya secara resmi Mutombo bergabung ke Persib tentu jadi angin segar, di tengah kecemasan melemahnya lini belakang usai ditinggal Barba," ujar Beni Sumarna, Selasa (30/6/2026).
Namun, Beni tak ragu untuk memberikan penilaian objektif. Baginya, kualitas Mutombo, meski cukup baik, belum bisa disetarakan dengan Federico Barba. Barba yang memiliki rekam jejak panjang bermain di Liga-liga Eropa dinilai memiliki level yang berbeda. "Saya rasa Mutombo cukup baik, meskipun secara kualitas belum setara dengan Barba yang lama bermain di Eropa," tambahnya, menyiratkan bahwa Bobotoh menginginkan standar yang lebih tinggi.
Skeptisisme Bobotoh Terhadap Mariano Peralta
Selain Mutombo, kabar bergabungnya Mariano Peralta, yang sempat menjadi top skorer Liga 1 musim lalu, juga tak luput dari pengamatan Bobotoh. Beni Sumarna menyarankan agar euforia terhadap Peralta tidak terlalu berlebihan. Menurutnya, performa apik Peralta di Liga 1 belum tentu menjadi jaminan saat berkompetisi di level Asia.
"Ya tidak perlu juga jadi terlalu antusias kalau nanti bergabung. Kalau berbicara kualitas, mungkin di Liga 1 performanya bagus. Tapi untuk kompetisi Asia belum," tegas Beni. Ia bahkan menyoroti bahwa Peralta kerap kesulitan menembus lini pertahanan Persib sendiri saat masih menjadi lawan, menjadi indikasi bahwa adaptasi dan level persaingan Asia bisa menjadi tantangan yang berbeda.
Visi Skuad Tiga Lapis Demi Ambisi Juara Ganda
Inti dari aspirasi Bobotoh ini adalah kebutuhan mendesak akan kedalaman skuad yang sesungguhnya. Beni Sumarna menekankan bahwa Persib tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua lapis pemain berkualitas, melainkan harus memiliki tiga lapis pemain dengan kualitas yang setara di setiap posisi. Hal ini sangat krusial mengingat Persib akan menghadapi empat kompetisi berbeda di musim depan, mulai dari Liga 1, Piala Indonesia, hingga kompetisi antar klub Asia seperti Liga Champions Asia atau Piala AFC.
- Lapis Pertama: Pemain inti dengan kualitas terbaik.
- Lapis Kedua: Pemain cadangan yang siap mengisi kekosongan tanpa mengurangi kualitas tim.
- Lapis Ketiga: Pemain muda potensial atau pemain berpengalaman yang bisa menjadi pelapis saat ada cedera atau rotasi masif.
"Tambah lagi pemain yang berkualitas, minimalnya kelas Asia. Dan kalau perlu sampai tiga lapis pemain. Karena kita ada sekitar tiga atau empat kompetisi di musim depan," jelas Beni. Dengan kedalaman skuad yang mumpuni, Persib akan memiliki fleksibilitas tinggi dalam rotasi, menjaga kebugaran pemain, dan meminimalisir dampak cedera.
Targetnya jelas: "Kalau kedalaman skuad sudah sejauh itu, maka kompetisi Asia akan bersinar dan kita bisa mempertahankan gelar juara lagi di Liga 1." Harapan besar Bobotoh ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi manajemen dan tim pelatih Persib Bandung untuk mempersiapkan skuad terbaik demi menaklukkan panggung domestik maupun Asia.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com