Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara

Kabarmaung.com - Bandung memang memiliki daya tarik tersendiri, bahkan bagi Pemain Asing berdarah Italia sekalipun. Dalam beberapa musim terakhir, nama-nama pemain dari Negeri Pizza selalu berhasil meninggalkan jejak manis yang tak terlupakan di Persib Bandung. Meskipun jumlahnya mungkin tidak terlalu banyak, kontribusi mereka justru berujung pada hadiah paling berharga: trofi juara yang kini menghuni lemari prestasi kebanggaan Maung Bandung.

Kisah ini menjadi bukti bahwa kualitas dan profesionalisme jauh lebih penting daripada durasi masa bakti. Dua nama punggawa asal Italia yang telah mengukir sejarah gemilang ini adalah Stefano Beltrame dan Federico Barba. Keduanya sama-sama berhasil membawa Persib meraih gelar juara liga, mengukir sejarah emas, sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan klub kesayangan Bobotoh tersebut.

Stefano Beltrame: Kilat Tengah Musim yang Berujung Gelar Juara

Stefano Beltrame menjadi pemain Italia pertama yang secara langsung ikut mengantarkan Persib menjuarai Liga 1 musim 2023/2024 yang penuh drama dan tantangan. Didatangkan pada paruh kedua musim, kehadiran gelandang serang kelahiran Biella ini langsung memberikan sentuhan magis dan warna baru pada skema permainan Persib yang saat itu sedang mencari konsistensi.

Meskipun hanya setengah musim merumput di rumput hijau Bandung, Beltrame menunjukkan kelasnya sebagai playmaker ulung. Ia mampu tampil dalam 16 pertandingan Liga 1 dengan kontribusi fantastis, menorehkan empat gol krusial dan tiga assist yang menjadi penentu. Kontribusinya tak hanya sebatas statistik, namun juga membantu Persib bangkit dari keterpurukan, menemukan momentum pada fase krusial kompetisi, hingga akhirnya berhasil membungkam perlawanan Madura United di partai final yang menegangkan.

Performa impresifnya di lapangan tentu saja membuat manajemen Persib kepincut dan sangat ingin mempertahankannya lebih lama. Namun, nasib berkata lain. Beltrame memilih untuk pulang ke Italia karena alasan keluarga yang tak bisa ditawar. Kebersamaan yang singkat namun penuh makna itu pun harus berakhir hanya dalam hitungan bulan, meninggalkan kenangan indah bagi Bobotoh. Kini, pemain berusia 33 tahun tersebut melanjutkan kariernya di Italia bersama klub Serie D, La Biellese, di mana ia tetap menjadi andalan dengan mencatat 31 penampilan dan mengemas 13 gol pada musim 2025/2026, menunjukkan ketajamannya yang tak lekang oleh waktu.

Federico Barba: Tembok Kokoh Pembawa Sejarah Three-Peat

Dua musim setelah kepergian Beltrame, aroma Italia kembali semerbak di Bandung. Kali ini, sosok yang datang adalah Federico Barba, seorang bek berpengalaman yang memiliki rekam jejak panjang di kompetisi kasta tertinggi Italia, Spanyol, hingga Swiss. Barba direkrut pada awal musim 2025/2026 dengan harapan besar untuk memperkuat lini belakang Persib yang ambisius.

Kehadirannya terbukti langsung memberikan dampak luar biasa bagi kedalaman skuad. Bek kelahiran Roma itu menjelma menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus di pertahanan Maung Bandung sepanjang musim. Tak hanya tangguh dalam menjaga area belakang dari gempuran lawan, Barba juga tergolong produktif dalam urusan mencetak gol, menunjukkan kemampuannya sebagai bek modern.

Di kompetisi Super League 2025/2026 yang bergengsi, Barba tampil dalam 28 pertandingan dan berhasil menyumbangkan lima gol penting. Sementara itu, di ajang bergengsi AFC Champions League Two, ia bermain sebanyak tujuh kali dan secara konsisten menjadi salah satu pemain paling diandalkan di skuad Persib. Kontribusinya yang tak tergantikan membantu Persib mencatat pencapaian bersejarah yang mungkin tak terulang dalam waktu dekat: menjadi klub pertama yang mampu meraih gelar juara liga tiga musim berturut-turut, atau yang lebih dikenal sebagai "three-peat".

Namun, serupa dengan kisah Beltrame, perjalanan Barba di Bandung ternyata hanya berlangsung satu musim. Setelah kontraknya berakhir, Persib dan sang pemain sepakat untuk mengakhiri kerja sama, meskipun manajemen sebenarnya sangat berharap bisa mempertahankannya lebih lama demi stabilitas tim. Wakil CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi mendalam dalam pernyataan resmi klub terkait kepergian Barba:

  • "Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib."
  • "Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini."
  • "Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama."

Kepergian dua pahlawan Italia ini tentu meninggalkan lubang di hati Bobotoh, namun warisan mereka akan selalu dikenang. Mereka datang, berjuang, meraih kejayaan, dan pergi dengan kepala tegak, menyisakan deretan trofi serta inspirasi bagi generasi pemain Persib selanjutnya. Ini adalah bukti bahwa semangat juang dan kualitas tak terbatas pada durasi kontrak, melainkan pada impak yang diberikan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
  • Ajaib! Sentuhan Italia Bawa Persib Raih Gelar Juara
Posting Komentar
Tutup Iklan