Kabarmaung.com - Gemuruh sukacita dan pesta kemenangan Persib Bandung yang berhasil meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya sejatinya menjadi momen yang membanggakan bagi seluruh Bobotoh. Lautan biru membanjiri jalanan Kota Bandung dalam konvoi perayaan yang penuh suka cita. Namun, di tengah euforia yang begitu besar, sebuah insiden tak terduga dan sangat disayangkan mencoreng kemeriahan tersebut. Video aksi arogan seorang pria beratribut Persib Bandung yang diduga oknum Bobotoh melakukan pemukulan terhadap sesama suporter viral, memicu reaksi keras dan keprihatinan.
Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat di jagat maya, menyisakan pertanyaan besar: mengapa ada noda hitam di tengah perayaan bersejarah ini? Viking Persib Club, sebagai organisasi suporter terbesar, pun tak tinggal diam dan segera mengambil sikap tegas. Insiden ini mengingatkan kita bahwa euforia harus tetap berada dalam koridor sportifitas dan saling menghargai.
Insiden yang Mencoreng Perayaan Konvoi Juara
Peristiwa miris tersebut diketahui terjadi di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di depan pusat perbelanjaan BIP, saat konvoi kemenangan Persib tengah berlangsung. Dalam rekaman video yang dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, terlihat seorang pria bertubuh tinggi mengenakan jersey Persib dengan nomor punggung 7 meluapkan emosinya secara berlebihan. Ia menghampiri seorang pengendara motor RX King yang juga turut serta dalam iring-iringan konvoi kemenangan tersebut.
Pemandangan yang terekam sangat jelas: pria tersebut tampak marah-marah, sementara pengendara motor yang menjadi target kemarahannya hanya bisa tersenyum pasrah dan tidak memberikan respons balik. Situasi kemudian memanas drastis ketika pria beratribut Persib itu melayangkan pukulan sebanyak dua kali kepada pengendara motor tersebut. Meski menerima bogem mentah, korban tetap menunjukkan sikap tidak melawan. Dari narasi yang beredar, pelaku diduga berada dalam kondisi mabuk berat, yang mungkin menjadi pemicu tindakan tidak terpuji tersebut. Untungnya, tak lama setelah insiden terjadi, beberapa Bobotoh lain dan rekan-rekan pelaku segera turun tangan untuk mengamankan pria arogan itu agar situasi tidak semakin ricuh. Banyak warganet yang menyayangkan tindakan ini, mengingat momen perayaan juara seharusnya diisi dengan kebahagiaan, bukan kekerasan, apalagi antara sesama pendukung Maung Bandung.
Sikap Tegas Viking Persib Club Mengutuk Kekerasan
Insiden memalukan ini langsung mendapat respons cepat dan tegas dari Viking Persib Club. Melalui pernyataan resmi mereka, organisasi suporter terbesar Maung Bandung itu menyatakan mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggotanya. "Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolelir (salah tetap salah / tidak akan membela yang salah)," demikian tegas pernyataan dari Viking Persib Club.
Hasil penelusuran internal yang dilakukan oleh Viking mengidentifikasi bahwa terduga pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan distrik United Colors of Bobotoh. Namun, Viking menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap organisasi secara keseluruhan, maupun mayoritas Bobotoh yang telah mengikuti pawai juara dengan tertib, damai, dan penuh kegembiraan. Kejadian ini hanyalah ulah individu yang tidak bertanggung jawab, bukan representasi dari Bobotoh sejati.
Tanggung Jawab Pelaku dan Proses Hukum
Sebagai bentuk tindakan tegas dan tanggung jawab, Viking Persib Club tidak hanya sekadar mengecam. Mereka memastikan bahwa para pelaku telah dipanggil dan diminta untuk bertanggung jawab langsung kepada korban. "Sanksi internal untuk pelaku, kami dari Viking Persib Club telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta bertanggung jawab dan menemui keluarga korban secara langsung," ungkap pernyataan resmi mereka. Lebih dari itu, sebagai konsekuensi atas pelanggaran berat terhadap aturan organisasi, Viking secara resmi mencabut status keanggotaan para pelaku pada Kamis, 28 Mei 2026.
Meskipun pihak korban dan pelaku telah dipertemukan untuk menjalani mediasi, hingga kini belum ada laporan resmi yang dibuat oleh korban terkait insiden tersebut. Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan informasi ini. Viking Persib Club juga menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap pelaku. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tidak akan melakukan intervensi maupun pendampingan hukum," tegas Viking, menunjukkan komitmen mereka terhadap penegakan keadilan dan aturan hukum.
Seruan untuk Kedewasaan Bobotoh dan Menjaga Nama Baik Persib
Anggota Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya, menambahkan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan, namun tanpa mengabaikan proses pertanggungjawaban pelaku. Meski demikian, Ferdy tetap mengimbau seluruh Bobotoh agar tidak mudah terprovokasi dan terus menjaga suasana kondusif selepas Persib mencatatkan sejarah besar dengan meraih hattrick juara liga.
Ferdy Rizky Adilya juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Persib. Menurutnya, kultur Bobotoh saat ini dinilai semakin dewasa dan harus mampu menjaga marwah dan reputasi Persib di mata publik, baik di Indonesia maupun dunia, bukan justru merusaknya lewat tindakan anarkistis atau provokatif. Euforia juara harusnya menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan dan solidaritas, bukan ajang untuk berbuat onar. Seluruh Bobotoh diajak untuk tetap menjaga kondusivitas dan silaturahmi antar sesama suporter demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masa mendatang.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com