Kabarmaung.com - Atmosfer di Bandung kini tengah memanas, bukan karena terik matahari, melainkan karena bara semangat dan harapan yang membuncah jelang laga penentu gelar juara. Persib Bandung, raksasa kebanggaan Jawa Barat, selangkah lagi menorehkan sejarah gemilang. Sabtu, 23 Mei 2026, akan menjadi saksi bisu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat Maung Bandung menjamu Persijap Jepara dalam laga krusial Super League 2025/2026.
Hanya hasil imbang yang dibutuhkan Persib untuk merengkuh gelar juara ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian yang akan diukir dengan tinta emas dalam sejarah klub. Namun, di tengah euforia yang mulai merasuki, sebuah kabar kurang mengenakkan datang dari jantung tim. Sang kapten sekaligus motor serangan, Marc Klok, dipastikan absen di laga paling penting ini karena akumulasi kartu kuning.
Bagi Klok, momen ini terasa pahit. Gelandang energik yang menjadi salah satu pilar utama Persib sepanjang musim mengaku sangat kecewa dengan keputusan kartu kuning yang diterimanya di laga sebelumnya. "Saya sedih tidak bisa main, saya pikir kartu kuning yang saya dapat itu tidak fair di pertandingan terakhir," ungkap Klok pada Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan, "Saya cuma mau ambil bola, mereka teriak-teriak sangat tidak baik. Dan ya, saya minta untuk banding keputusan ini. Saya sangat sedih, semoga bisa dihapus itu kartu kuning." Rasa frustrasi sang kapten jelas terlihat, mengingat betapa besar keinginannya untuk memimpin langsung di lapangan pada pertandingan yang begitu vital ini.
Meskipun tak bisa berjuang di rumput hijau, Klok menegaskan komitmennya tak akan surut. Ia berjanji akan tetap berada di dalam tim, bahu-membahu membakar semangat rekan-rekannya dari pinggir lapangan. "Kami saat ini masih punya satu pertandingan untuk diperjuangkan dan untuk memberikan segalanya, 90 menit," ucap Klok.
"Jadi saya akan selalu bersama tim sepanjang pertandingan berdoa dan bekerja keras dan memotivasi," tambahnya, menunjukkan jiwa kepemimpinan yang tak luntur meski terhalang larangan bermain. Kehadirannya, bahkan di luar lapangan, diharapkan mampu menjadi suntikan moral bagi para punggawa Maung Bandung.
Jangan Terlena: Peringatan Keras dari Sang Kapten!
Di tengah denting perayaan yang mulai terdengar dan optimisme Bobotoh yang meluap, Marc Klok justru tampil sebagai pengingat. Dengan tegas, ia meminta seluruh elemen tim, dari pemain hingga staf pelatih, untuk tidak terlena dan menganggap remeh pertandingan terakhir ini. Menurutnya, Persib belum memenangkan apa pun sebelum peluit panjang dibunyikan dan pertandingan selesai sepenuhnya.
"Kita semua tahu situasi dan tidak ada ruang untuk menjadi terlalu percaya diri atau tidak ada ruang untuk menjadi sombong atau apa pun. Kita hanya tahu bahwa kita harus menang, entah itu melawan Persija atau melawan Borneo atau jika itu melawan Persijap, kita hanya harus menang," tegas Klok, mengingatkan filosofi juara sejati.
Filosofi ini telah mengantarkan Persib hingga ke ambang pintu sejarah, dan Klok tidak ingin ada kelalaian sedikit pun di garis akhir. "Begitulah cara kami bermain, dan begitulah cara kami bersiap, dan begitulah cara kami bertarung. Dan kemudian setelah pertandingan kita semua akan lihat, tetapi sebelum pertandingan kami hanya bisa berpikir tentang memenangkan pertandingan," sambungnya, menekankan pentingnya fokus total.
Pesan serupa juga ia layangkan khusus kepada Bobotoh, sang pemain ke-12 yang selalu setia. Kapten Persib ini memohon agar seluruh suporter menahan euforia dan perayaan juara lebih dulu. Dukungan yang tepat, katanya, adalah kunci, karena pekerjaan tim belum benar-benar selesai. Klok ingin Bobotoh memberikan dukungan penuh, namun tetap menjaga ketertiban dan keamanan.
- "Pertama-tama jangan euforia dulu, karena kami masih memiliki pertandingan untuk dimainkan dan kami perlu bertarung."
- "Jadi saya hanya ingin mengatakan dukung kita, dukung kita dengan semua Jawa Barat karena kita butuh."
- "Dan juga tetap aman, ikuti aturan, tolong. Dan semoga setelah pertandingan kita bisa bicara lagi untuk yang lain, tapi sekarang belum."
Pesan ini menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab seorang kapten yang tak hanya memikirkan performa di lapangan, tetapi juga dampak dan keselamatan semua pihak. Dengan satu langkah lagi menuju takhta, Persib dan Bobotoh dituntut untuk tetap tenang, fokus, dan bersatu demi mengukir sejarah yang telah lama dinantikan. Dukungan tanpa henti dan disiplin adalah kunci menuju pesta juara yang sesungguhnya.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com