Kabarmaung.com - Euforia juara Persib Bandung di Liga 1 2023/2024 akhir Mei lalu memang tak terbendung. Ribuan Bobotoh tumpah ruah di jalanan Kota Bandung dalam pawai kemenangan yang penuh suka cita. Namun, di balik lautan biru dan gegap gempita tersebut, sebuah insiden memilukan sempat mencoreng perayaan bersejarah ini. Sebuah video viral menunjukkan aksi kekerasan antar sesama pendukung Persib, memicu kemarahan dan keprihatinan publik.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di depan pusat perbelanjaan BIP. Di tengah keramaian konvoi, seorang pria bertubuh tinggi dengan jersey Persib bernomor punggung 7 terlihat meluapkan emosinya kepada seorang pengendara motor RX King. Saksi mata menyebut, pria berkaos biru itu nampak memaki-maki korban yang hanya membalas dengan senyuman, tak memberikan perlawanan.
Situasi kemudian memanas. Tanpa diduga, pelaku diduga melayangkan pukulan sebanyak dua kali ke arah korban. Meskipun menerima bogem mentah, pengendara motor tersebut tetap bergeming, tidak membalas serangan. Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pelaku, yang diduga lebih dari satu orang, berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian. Untungnya, beberapa Bobotoh lain dan teman-teman pelaku segera turun tangan untuk melerai dan mengamankan situasi, mencegah kericuhan yang lebih besar.
Video insiden ini dengan cepat menyebar dan menuai kecaman luas dari warganet serta sesama pendukung Persib. Banyak yang menyayangkan bagaimana sebuah momen kebahagiaan besar bisa ternoda oleh tindakan kekerasan, apalagi antara sesama Bobotoh yang seharusnya bersatu dalam perayaan kemenangan tim kesayangan. Kabar terbaru menyebutkan, pihak korban dan pelaku telah dipertemukan dalam proses mediasi di kantor polisi, meski laporan resmi belum dibuat.
Viking Persib Club, sebagai organisasi suporter terbesar Persib, tidak tinggal diam. Mereka langsung mengeluarkan pernyataan tegas, mengecam dan mengutuk keras tindakan brutal tersebut. "Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolelir (salah tetap salah / tidak akan membela yang salah)," demikian bunyi pernyataan resmi mereka. Dari hasil penelusuran internal, para terduga pelaku diketahui berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh. Namun, Viking menegaskan bahwa tindakan individu tersebut sama sekali tidak mewakili sikap organisasi secara keseluruhan, yang mengupayakan pawai berjalan tertib, damai, dan penuh kegembiraan.
Sorotan Berita Kriminal di Jawa Barat Lainnya
Selain insiden di konvoi Persib, beberapa peristiwa kriminal lain juga sempat menyita perhatian publik di Jawa Barat pada pekan yang sama. Berita-berita ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penegakan hukum.
Aksi Bejat Sekuriti Karawang Cabuli Bocah 5 Tahun
Kisah memilukan datang dari Karawang, di mana seorang sekuriti hotel berinisial S alias M (40) ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap tetangganya sendiri yang baru berusia 5 tahun. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura mengantar korban pulang dari mengaji. Bukannya diantar ke rumah, korban malah dibawa ke kediaman pelaku dan dilecehkan secara seksual. Kasus ini terungkap setelah korban yang trauma menceritakan kejadian pahit itu kepada kakak kandungnya. Pihak keluarga segera melapor ke Polres Karawang, yang berujung pada penangkapan S alias M.
Akhir Viral 'Getok' Harga BBM SPBU Sukabumi
Dugaan 'getok' harga saat mengisi BBM di sebuah SPBU di Cimaja, Sukabumi, sempat viral di media sosial. Seorang netizen menceritakan kronologi di mana ia merasa ditipu setelah membayar tunai Rp 357 ribu untuk bensin full, namun riwayat transaksi digitalnya menunjukkan nominal jauh lebih rendah. Pihak SPBU melalui staf pengawas Erlan Alamsyah memberikan klarifikasi, menyatakan insiden tersebut murni 'human error' atau ketidaktelitian operator yang salah menyebut nominal karena angka pada mesin pompa kurang jelas. Selisih kelebihan tagihan Rp 100 ribu akhirnya dikembalikan kepada konsumen, mengakhiri kegaduhan yang sempat terjadi.
Ayah Tiri di Cianjur Cabuli dan Cekik Mati Anak Tirinya
Tindakan keji dilakukan oleh R (35), warga Cianjur, yang tega mencabuli dan membunuh anak tirinya, SH (16). Pembunuhan sadis ini diduga dipicu rasa cemburu dan sakit hati pelaku terhadap sang istri yang meminta cerai. Korban ditemukan tewas dengan mulut berbusa dan hidung mengeluarkan darah. Setelah penyelidikan intensif, polisi berhasil mengamankan R yang sempat kabur. Pelaku mengakui bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat melakukan pelecehan seksual. Korban dijerat dengan kabel charger handphone hingga lemas, kemudian dilecehkan, dan akhirnya dicekik kembali hingga meninggal dunia.
Modus Kencan Sesama Jenis Berujung Perampokan di Tasikmalaya
Di Tasikmalaya, seorang pemuda berinisial R menjadi korban pencurian dengan kekerasan setelah terjebak modus kencan buta sesama jenis. R dianiaya dan dirampok oleh lima pemuda, mengakibatkan kerugian belasan juta rupiah. Para pelaku memancing korban melalui aplikasi perpesanan dan mengajaknya bertemu di lokasi sepi. Setibanya di sana, korban langsung dikeroyok dan barang berharganya dirampas. Pelaku juga berhasil membobol akun dompet digital dan m-banking korban. Lima pelaku kini telah diringkus polisi.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com