Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang

Kabarmaung.com - Insiden yang melibatkan Suporter Persib dan Persija di Kuningan baru-baru ini menyita perhatian banyak pihak. Peristiwa dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar ini menjadi alarm keras akan pentingnya menjaga kondusivitas, terutama di tengah rivalitas yang kerap memanas. Namun, ada secercah harapan. Kepolisian Resor (Polres) Kuningan dengan sigap turun tangan, memfasilitasi mediasi penting yang bertujuan menciptakan Perdamaian abadi antar suporter di wilayah tersebut.

Mediasi Bersejarah: Mengurai Ketegangan Suporter di Kuningan

Upaya serius untuk meredam potensi konflik dilakukan pada Senin (11/5/2026) di Ruang Rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih ini dihadiri oleh jajaran kepolisian, perwakilan Viking Distrik Kuningan (VDK), The Jakmania Kuningan, Bobotoh Kuningan (BOBOKU), serta berbagai komunitas suporter lainnya. Sebuah langkah proaktif yang patut diapresiasi untuk menjaga kerukunan di Bumi Pasundan.

Poin-Poin Krusial Menuju Perdamaian

Mediasi ini tidak hanya sekadar pertemuan, melainkan menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang menjadi landasan bagi hubungan suporter di masa depan:

  • Tanggung Jawab Penuh: Pihak The Jakmania Kuningan menyatakan kesiapan penuh untuk bertanggung jawab atas kerugian material dan biaya pengobatan korban. Koordinasi dengan The Jakmania Cirebon pun akan dilakukan untuk memastikan hal ini terlaksana. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
  • Surat Pernyataan Bersama: Kedua kubu suporter secara resmi menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk menjaga perdamaian dan menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Kuningan.
  • Rivalitas di Lapangan, Persaudaraan di Luar: Sebuah filosofi yang selalu didengungkan, dan kini ditegaskan kembali. Rivalitas hanya berlangsung 90 menit di atas lapangan hijau. Di luar itu, semua suporter adalah saudara sebangsa dan setanah air.
  • Anti Provokasi dan Forum Komunikasi: Para suporter bersepakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu apapun pascakejadian. Mereka juga berkomitmen membentuk forum komunikasi rutin untuk mempererat silaturahmi dan mencegah kesalahpahaman.
  • Bijak Bersosial Media: Pentingnya menghindari penyebaran konten provokatif dan ujaran kebencian di media sosial menjadi poin krusial. Medsos seringkali menjadi pemicu konflik jika tidak digunakan secara bijak.

Imbauan Kepolisian: Jadi Suporter Cerdas dan Tidak Mudah Terhasut

Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiono, menegaskan bahwa basis massa Viking dan The Jakmania yang sangat besar rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mengadu domba. "Viking dan The Jak Mania ini komunitas besar. Sangat mudah bagi pihak luar untuk menyusupi dan mengadu domba. Karena itu jadilah suporter yang bijak dan tidak mudah terprovokasi," tutur Mugiono pada Selasa (12/5/2026).

Ia juga menekankan bahwa insiden pengeroyokan ini harus menjadi pelajaran berharga. Perbedaan dukungan untuk Persib atau Persija tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Dukungan haruslah positif, konstruktif, dan mendukung kemajuan sepak bola nasional. "Perbedaan dukungan jangan dijadikan sebagai masalah besar, mari kita tetap rukun dan menjaga situasi tetap damai. Mari kita dukung tim kebanggaan masing-masing dengan cara yang baik," imbuhnya.

Proses Hukum Tetap Berjalan: Keadilan Restoratif Menjadi Opsi

Meskipun upaya mediasi telah mencapai titik terang, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kuningan memastikan bahwa proses hukum terkait dugaan pengeroyokan terhadap FN (15) tetap berjalan. Pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi akan terus dilakukan. Namun, pihak kepolisian tetap membuka peluang penyelesaian melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) apabila kedua belah pihak, korban dan terduga pelaku, mencapai kesepakatan damai.

Insiden bermula pada Minggu malam, ketika FN, seorang pelajar berusia 15 tahun yang mengenakan atribut Persib, diduga dikeroyok oleh sekelompok orang berpakaian hitam setelah mengisi bahan bakar di SPBU Caracas. Akibatnya, FN mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Linggarjati, sementara sepeda motornya juga rusak. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya toleransi dan saling menghormati di antara para penggemar sepak bola.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
  • Damai atau Hukum? Mediasi Suporter di Kuningan Mencari Titik Terang
Posting Komentar
Tutup Iklan