Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati

Kabarmaung.com - Euforia juara Liga 1 2023/2024 masih menggelora di tanah Pasundan. Namun, di Kabupaten Cianjur, perayaan ini memiliki makna yang lebih dalam. Dua pahlawan lokal, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, disambut bak raja saat kembali ke kampung halaman mereka, memicu lautan biru yang meluap di sepanjang jalan. Konvoi "Mapag Jawara" ini bukan hanya selebrasi gelar, melainkan juga simbol kebanggaan tak terbatas Bobotoh Cianjur atas prestasi gemilang putra daerah.

Cianjur Bergemuruh: Sambutan Meriah untuk Pahlawan Persib

Pada Selasa, 26 Mei 2026, Cianjur menjadi saksi bisu betapa besarnya cinta dan dukungan Bobotoh terhadap Persib Bandung. Sejak perbatasan Cianjur-Kabupaten Bandung Barat hingga jantung kota, ribuan penggemar setia telah menanti. Jalanan dipadati massa berbaju biru, flare asap biru menyala, dan nyanyian dukungan tak henti-hentinya menggema. Arus lalu lintas pun sempat melambat, menunjukkan betapa antusiasnya warga untuk menyaksikan langsung dua bintang kebanggaan mereka.

Kakang Rudianto dan Robi Darwis, dua pilar lini belakang Maung Bandung, diarak menggunakan kendaraan taktis Brimob menempuh perjalanan sekitar 28 kilometer menuju Mapolres Cianjur. Sepanjang rute ini, setiap meter adalah jabat tangan, senyum, dan lambaian tangan dari ribuan pasang mata. Kakang mengaku terharu dan tak menyangka akan antusiasme sebesar ini. "Ini konvoi pertama di Cianjur, dan tentu sangat berkesan. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung dan memfasilitasi hingga kegiatan 'Mapag Jawara' ini terlaksana," ujarnya dengan penuh syukur.

Robi Darwis pun merasakan hal serupa. Baginya, momen ini adalah kenangan manis yang tak terlupakan. Keduanya bahkan berharap tradisi penyambutan ini bisa menjadi agenda tahunan. "Semoga Persib kembali juara dan konvoi ini dilaksanakan lagi," kata Kakang penuh harap. Robi menambahkan, "Semoga kalau ada rezekinya Persib kembali juara dan konvoi ini jadi agenda tahunan." Harapan ini menunjukkan betapa dalam ikatan emosional antara pemain dan Bobotoh.

Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran legenda hidup Persib, Atep, yang akrab disapa Lord Atep. Ia mengakui bahwa atmosfer di Cianjur kali ini sungguh luar biasa. "Tahun 2014 (saat Persib Juara), tidak merasakan ini. Tapi sekarang atmosfernya luar biasa, kita sama-sama merasakan dukungan dari masyarakat," ungkap Atep. Ia juga berharap euforia ini bisa menjadi motivasi besar bagi generasi muda Cianjur dan Persib untuk terus menorehkan prestasi.

Lebih dari Sekadar Pesta: Harapan untuk Masa Depan Olahraga Cianjur

Di balik gegap gempita perayaan, ada pesan penting yang disampaikan Kakang dan Robi untuk kemajuan Cianjur. Kedua pemain ini secara terang-terangan menyuarakan harapan mereka agar pemerintah daerah lebih memperhatikan fasilitas olahraga. Robi Darwis menitipkan pesan khusus kepada Bupati Cianjur. "Tentu saya ingin titip pesan kepada Pak Bupati, semoga memberikan fasilitas olahraga yang mumpuni untuk Cianjur," tegasnya.

Robi menyoroti fakta bahwa ia, Kakang, dan bahkan Atep bisa mencapai puncak prestasi di sepak bola nasional tanpa ditunjang fasilitas yang memadai. "Saya, Kakang, dan a Atep berdiri tanpa fasilitas. Dengan adanya kami bawa Persib juara, tanpa dukungan kita bisa apalagi kalau ada dukungan pasti banyak pemain profesional yang muncul," jelas Robi, menyiratkan potensi besar yang bisa digali jika ada investasi lebih pada sarana prasarana olahraga.

Kakang Rudianto juga tidak lupa memberikan motivasi kepada para atlet muda atau calon pesepak bola di Cianjur. "Kuatkan mental, jangan mudah lelah, karena sukses keinginan kita serta keluarga. Oleh karena itu semangat, semangat, semangat," pesannya, menekankan pentingnya kegigihan dan mental juara.

Aspirasi dari para jawara ini rupanya mendapat dukungan dari pihak legislatif. Anggota DPRD Cianjur, Gofar Hendra Gunawan, mengakui bahwa Cianjur memang belum memiliki fasilitas lengkap untuk pembinaan atlet. Ia mendorong agar fasilitas olahraga segera disiapkan dan kualitas klub lokal seperti Perkesit Tjianjoer ditingkatkan sebagai wadah pembinaan. "Supaya pembuangan atlet atau pesepak bola muda bisa maksimal, sehingga ke depan akan ada lagi Atep, Kakang, dan Robi berikutnya," harap Gofar.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu menyampaikan bahwa Pemkab sangat menginginkan pembangunan fasilitas olahraga, termasuk stadion sepak bola. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. "Kita masih fokus dulu ke pendidikan dan infrastruktur jalan. Setelah selesai, tentu saya juga ingin menyiapkan fasilitas olahraga yang memadai. Kami secepatnya selesaikan target pembangunan jalan dan pendidikan, kemudian fokus ke olahraga untuk prestasi," pungkas Bupati.

Penyambutan Kakang dan Robi di Cianjur ini menjadi lebih dari sekadar perayaan gelar juara Persib. Ini adalah momentum di mana kebanggaan lokal bertemu dengan harapan masa depan, di mana euforia Bobotoh menjadi pendorong bagi kemajuan olahraga di tanah kelahiran para pahlawan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
  • Cianjur Menggila! Pahlawan Persib Disambut Bak Raja, Ada Pesan Penting untuk Bupati
Posting Komentar
Tutup Iklan