Kabarmaung.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Bobotoh. Sosok karismatik Asep Abdul, yang dikenal sebagai pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa (12/5/2026) dini hari. Kepergian beliau meninggalkan lubang besar di hati para suporter setia Persib Bandung dan komunitas sepak bola Jawa Barat.
Berita duka ini sontak menyebar luas di kalangan Bobotoh, menyisakan kesedihan yang mendalam. Asep Abdul bukan hanya seorang pemimpin, melainkan juga pionir yang dengan visioner mendirikan Bomber, menjadikannya salah satu kelompok suporter terbesar dan paling militan di Indonesia. Jasanya dalam menyatukan ribuan hati untuk mendukung Maung Bandung tak terhingga nilainya.
Kehilangan Besar bagi Komunitas Bobotoh
Ketua Umum Bomber saat ini, Apin Purnama, tak dapat menyembunyikan rasa terpukulnya atas kepergian sang pendahulu. "Pada intinya Bomber sangat terpukul dengan berpulangnya mantan Ketua Umum Bomber Pak Asep Abdul. Dan mudah-mudahan beliau diterima di sisi Allah subhanahu wa taala, diterima iman islamnya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Apin dengan suara bergetar.
Apin menjelaskan bahwa Asep Abdul bukan sekadar nama yang tercatat dalam sejarah organisasi. Ia adalah fondasi, pilar utama yang kokoh menopang Bomber sejak awal berdirinya hingga berkembang pesat seperti sekarang. Beliau adalah arsitek yang merancang semangat kebersamaan dan loyalitas Bobotoh yang kini menjadi ciri khas Bomber.
"Beliau juga adalah tokoh Bobotoh yang membesarkan Bomber sampai saat ini. Beliau menjadi mantan ketua Bomber dan pendiri Bomber," tegas Apin, menekankan peran sentral Asep Abdul dalam perjalanan komunitas suporter ini.
Jejak Tak Tergantikan Seorang Pendiri Bomber
Semasa hidupnya, Asep Abdul dikenal sebagai pribadi yang rendah hati namun memiliki semangat juang yang tinggi untuk Persib. Ia adalah sosok yang tak pernah lelah mengawal dan mendukung setiap langkah Maung Bandung, baik di kala menang maupun kalah. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada tribun stadion, melainkan juga dalam membangun infrastruktur organisasi suporter yang solid dan terkoordinasi.
Di bawah kepemimpinannya, Bomber berkembang menjadi wadah aspirasi Bobotoh yang efektif, seringkali menjadi jembatan komunikasi antara suporter dengan manajemen klub. Beliau mengajarkan arti pentingnya kebersamaan, militansi yang positif, dan sportivitas dalam mendukung tim kebanggaan. Warisan pemikiran dan semangatnya akan terus hidup dalam setiap denyut nadi Bomber dan seluruh Bobotoh.
Perjuangan Melawan Sakit dan Warisan Abadi
Apin Purnama juga mengungkapkan bahwa Asep Abdul menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 01.00 WIB setelah beberapa tahun terakhir berjuang melawan penyakit diabetes. Penyakit ini telah mendera beliau selama kurang lebih tiga tahun. Meskipun didera sakit, semangat beliau untuk Persib dan Bobotoh tidak pernah padam, seringkali masih menyempatkan diri untuk mengikuti perkembangan Persib.
Perjalanan hidup Asep Abdul adalah cerminan dari dedikasi sejati seorang Bobotoh. Ia adalah contoh nyata bagaimana kecintaan terhadap sebuah klub bisa menjelma menjadi pengabdian yang tulus dan abadi. Kepergiannya adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghargai setiap sosok yang telah berjasa dalam membentuk identitas dan kekuatan suporter Persib.
Mengenang Sang Legenda Bobotoh
Meskipun raga Asep Abdul telah tiada, semangat dan warisannya akan terus hidup di tengah-tengah Bobotoh. Setiap kali Bomber menggaungkan yel-yel dukungan di stadion, setiap kali bendera kebanggaan dikibarkan, di situlah semangat Asep Abdul akan terus bersemayam. Ia adalah legenda yang akan selalu dikenang sebagai salah satu arsitek besar di balik kekuatan suporter Persib.
Mari kita semua mengenang jasa-jasa beliau, mendoakan agar almarhum husnul khotimah, dan meneruskan semangat kebersamaan yang telah beliau bangun. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com