Kabarmaung.com - Euforia juara Persib Bandung di Liga 1 musim ini seharusnya menjadi momen kebahagiaan murni bagi seluruh Bobotoh. Namun, di tengah lautan biru perayaan konvoi kemenangan di Kota Bandung, sebuah insiden memalukan mencoreng kemeriahan tersebut. Video aksi kekerasan yang melibatkan sesama pendukung Persib viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan publik.
Peristiwa tidak terpuji ini terjadi di Jalan Merdeka, tepatnya di depan pusat perbelanjaan BIP, saat ribuan Bobotoh masih larut dalam iring-iringan pawai. Dalam rekaman yang menyebar luas, terlihat seorang pria tinggi berjersey Persib nomor 7 melampiaskan emosinya kepada pengendara motor RX King, yang juga bagian dari konvoi. Korban, yang hanya tersenyum tanpa respons, diduga menerima dua kali pukulan. Mirisnya, ia tetap tidak melawan.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa pelaku, yang diduga lebih dari satu orang, berada dalam pengaruh alkohol berat. Untungnya, beberapa Bobotoh lain dan rekan pelaku segera mengamankan situasi agar tidak semakin memanas. Meski demikian, video pemukulan itu sudah telanjur menyebar, mengundang kecaman keras dari warganet dan sesama suporter Persib.
Banyak pihak menyayangkan insiden ini terjadi di tengah momen bersejarah, di mana Persib sukses mencetak hattrick juara Liga 1. Lebih menyedihkan lagi, baik pelaku maupun korban adalah Bobotoh yang seharusnya bersatu dalam suka cita. Belakangan diketahui, korban dan pelaku telah dipertemukan dalam proses mediasi di kantor polisi. Namun, hingga saat ini, korban belum membuat laporan resmi, sebuah fakta yang dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah.
Viking Persib Club Bertindak Tegas dan Sanksi Pelaku
Insiden memalukan ini tidak luput dari perhatian Viking Persib Club, organisasi suporter terbesar Persib. Dengan sigap, Viking mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam dan mengutuk keras tindakan brutal oknum anggotanya. "Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolerir," demikian bunyi pernyataan tegas dari Viking.
Melalui penelusuran internal, Viking mengidentifikasi para terduga pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh. Namun, Viking juga menegaskan bahwa tindakan individu ini sama sekali tidak mencerminkan sikap organisasi maupun mayoritas Bobotoh yang mengikuti pawai juara secara damai dan tertib.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan tindakan tegas, Viking Persib Club tidak main-main. Para pelaku telah dipanggil dan diminta bertanggung jawab langsung kepada korban dan keluarganya. Puncak dari sanksi ini adalah pencabutan status keanggotaan para pelaku, karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi.
Viking juga secara terang-terangan menyatakan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada para pelaku. Seluruh proses penanganan hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ini menunjukkan komitmen Viking untuk menjaga marwah suporter Persib dan tidak menoleransi tindakan anarkis.
Ferdy Rizky Adilya, anggota Viking Persib Club, menambahkan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan, namun tanpa mengabaikan proses pertanggungjawaban pelaku di mata hukum. Ia juga mengimbau seluruh Bobotoh agar tidak mudah terprovokasi dan menjaga suasana kebahagiaan setelah Persib menorehkan sejarah gemilang.
Kultur Bobotoh saat ini diharapkan semakin dewasa dan mampu menjaga nama baik Persib di kancah nasional maupun internasional, bukan justru merusaknya dengan tindakan-tindakan anarkistis. Ini adalah panggilan bagi setiap Bobotoh untuk merefleksikan kembali arti dari menjadi bagian dari keluarga besar Persib Bandung.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com