Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA

Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA

Kabarmaung.com - Bayang-bayang sanksi berat kembali menghantui Persib Bandung. Insiden kericuhan yang terjadi seusai laga uji coba Persib kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) berpotensi memicu konsekuensi yang jauh lebih serius dari yang dibayangkan. 

Bukan sekadar luapan kekecewaan sesaat, kejadian ini kini membuka peluang Pangeran Biru menerima hukuman berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kericuhan bermula dari kekecewaan mendalam Bobotoh atas hasil pertandingan yang membuat Persib gagal melaju ke babak 8 besar ACL 2, ditambah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit Majed Mohammed Alshamrani asal Arab Saudi. 

Setelah peluit panjang dibunyikan, situasi memburuk drastis. Puluhan oknum suporter terekam kamera dan beredar luas di media sosial turun ke lapangan. Aksi mereka tak berhenti di situ; perusakan fasilitas stadion, upaya mengejar perangkat pertandingan dan ofisial tim tamu, hingga pemukulan terhadap seorang juru foto di belakang gawang sisi selatan, semuanya menambah daftar panjang pelanggaran yang terjadi.

Rekam Jejak Pelanggaran yang Mengkhawatirkan

Insiden terbaru ini bukanlah yang pertama dan memperburuk catatan disiplin Persib di mata AFC. Klub kebanggaan Jawa Barat ini memiliki riwayat pelanggaran yang belum tuntas di ajang kompetisi Asia. 

Sebelumnya, pada 21 Januari 2026, Persib dijatuhi denda total USD 30.000 atau sekitar Rp503,7 juta akibat pelanggaran disiplin dalam ajang AFC Champions League Two 2025/26. Pelanggaran tersebut terjadi saat Persib menjamu Bangkok United pada 10 Desember 2025 di GBLA.

  • Penyalaan Flare: Penonton menyalakan setidaknya sembilan flare atau benda mudah terbakar selama pertandingan berlangsung, melanggar regulasi keselamatan stadion.
  • Jalur Evakuasi Terhalang: AFC juga menilai Persib gagal memastikan jalur publik seperti koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur evakuasi tetap steril. Penonton yang menghalangi akses tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan umum.
  • Kelalaian Keamanan: Klub dinilai lalai dalam menjalankan regulasi pengamanan dan ketertiban stadion, yang menjadi tanggung jawab utama penyelenggara pertandingan.

Dengan riwayat pelanggaran tersebut, kericuhan pasca laga melawan Ratchaburi jelas memperberat posisi Persib di hadapan Komite Disiplin dan Etik AFC. Konsistensi dalam pelanggaran disipliner bisa berujung pada hukuman yang jauh lebih keras.

Ancaman Sanksi Lebih Berat: Denda Hingga Pengusiran dari GBLA

Pakar hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung, mengecam keras tindakan oknum suporter tersebut. Menurutnya, aksi mereka bukan hanya merugikan klub, tetapi juga Bobotoh sejati yang selalu mendukung Persib dengan tertib. 

“Menyesalkan sekali, itu benar-benar orang nggak jelas, teu puguh. Itu orang-orang yang nggak bertanggung jawab, nggak jelas terus tidak memberi apapun untuk Persib,” ujar Eko, Jumat (20/2/2026).

Eko menegaskan bahwa tindakan anarkis ini sama sekali tidak mencerminkan bentuk pembelaan terhadap klub. Sebaliknya, justru sangat merugikan. Bukan hanya soal citra, tetapi juga masa depan Persib di kancah Asia. 

“Persib nggak merasa dibela dengan itu, justru sangat dirugikan. Bukan cuma Persib, tapi Bobotoh karena sanksinya nanti bisa berkorelasi dengan kiprah kita di Asia tahun depan,” tegasnya.

Sanksi yang dijatuhkan AFC kali ini diprediksi bisa jauh lebih berat dari denda USD 30.000 sebelumnya. Eko Maung memperingatkan kemungkinan denda besar, bahkan hingga miliaran rupiah. 

Selain itu, ancaman yang paling menakutkan adalah larangan menggunakan GBLA sebagai home base di kompetisi Asia. “Bisa jadi nanti Persib lolos AFC, main di Asia tapi GBLA gak bisa jadi home base, itu sangat mungkin itu sanksinya. Kalau denda jelas gede itu, ratusan juta sampai miliaran bisa,” katanya.

Ancaman bermain tanpa penonton di GBLA atau bahkan harus memindahkan laga kandang ke luar Bandung bukanlah skenario mustahil. AFC dikenal sangat tegas dalam urusan keselamatan dan keamanan pertandingan, terutama jika pelanggaran terjadi secara berulang. 

Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Persib dan Bobotoh yang sangat merindukan atmosfer pertandingan di kandang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen suporter untuk menahan diri dan mendukung Persib secara positif, demi menjaga marwah klub kebanggaan.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
  • Gawat! Persib Terancam Sanksi Berat AFC Pasca Insiden GBLA
Posting Komentar
Tutup Iklan