Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!

Kabarmaung.com - Malam Minggu yang seharusnya menjadi euforia pascapertandingan sengit antara Persib Bandung dan Persija Jakarta, justru berubah mencekam di beberapa wilayah Sukabumi. Insiden kekerasan yang menargetkan Bobotoh pecah di sejumlah titik, meninggalkan luka mendalam dan kekhawatiran serius mengenai keamanan suporter.

Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi saksi bisu rentetan keributan pada Minggu malam (10/5/2026), tak lama setelah laga bergengsi tersebut usai. Pihak kepolisian setempat, melalui Kapolsek Cibadak Kompol I Djubaedi, mengungkapkan bahwa serangkaian kejadian pecah hampir bersamaan saat massa suporter mulai membubarkan diri dari berbagai lokasi nonton bareng.

Malam Kelam di Cibadak: Tiga Bobotoh Dirawat Intensif

Hingga Selasa (12/5/2026), laporan kepolisian mencatat setidaknya tiga orang Bobotoh harus mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi. Mereka menderita luka bacok dan hantaman benda tumpul yang serius, mengindikasikan serangan brutal yang mereka alami.

Kompol I Djubaedi menambahkan, "Minggu malam itu ada beberapa kejadian. Cuma yang lainnya belum mau buat laporan." Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya lebih banyak korban yang belum terdata secara resmi.

Kronologi Insiden Penyerangan: Dari Jalan Perintis hingga Al-Muwahidin

Salah satu insiden paling menonjol terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Bantarmuncang, Desa Sekarwangi. Di lokasi ini, dua pemuda, TMA dan YFA, menjadi korban amuk massa. TMA mengalami luka robek di kepala bagian kanan, sementara YFA menderita cedera rusuk serius hingga mengalami sesak napas. Kondisi mereka cukup mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan medis serius.

Tidak berselang lama, hanya dalam waktu lima belas menit dari insiden pertama, penyerangan kembali pecah di Jalan Al-Muwahidin, Desa Karangtengah. Seorang pemuda berinisial M yang sedang dalam perjalanan pulang usai nobar di Gedung PCNU, dihadang secara mendadak. M menderita luka bacok yang cukup parah tepat di bagian tengah kepalanya. Sebuah luka yang mengerikan dan membutuhkan tindakan medis segera.

Kesaksian para korban menambah daftar panjang kengerian malam itu. Salah satu korban mengisahkan terjebak dalam pengepungan puluhan orang di area perlintasan kereta api yang gelap gulita. "Pelakunya banyak banget, mungkin satu lawan dua puluh orang. Ada batu, botol kaca, kayu, sampai bambu, semua masuk mengenai badan. Kita lagi lewat, tiba-tiba kena serangan," ungkap korban dengan nada getir saat ditemui di RSUD Sekarwangi.

Para pelaku diduga menyerang secara membabi buta, memanfaatkan kondisi lokasi yang minim penerangan sehingga sulit untuk diidentifikasi. Selain kekerasan fisik, kelompok penyerang tersebut juga sempat merampas atribut dan bendera suporter yang dibawa oleh para korban sebelum pengeroyokan terjadi. "Pas di rel itu tiba-tiba dicegat. Di depan ada, di belakang ada. Awalnya saya nggak menghiraukan, tapi bendera saya diambil. Niatnya mau misahin teman yang dipukuli, eh malah saya yang kena pukul," tambah korban lainnya, menggambarkan betapa cepat dan brutalnya serangan tersebut.

Pembacokan Tragis di Cibolang: Satu Korban Kritis

Kekerasan tidak berhenti di Cibadak. Seorang pemuda lainnya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dalam kondisi kritis, diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal. Insiden ini disebut terjadi di kawasan Jalur Lingkar Selatan, Cibolang, Kabupaten Sukabumi, juga pada Minggu (10/5) malam, usai pertandingan Persib Vs Persija. Sekitar dua jam setelah kejadian, korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sekitar pukul 23.00 WIB.

Humas RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Irfanugraha, menyatakan bahwa kondisi korban sangat mengkhawatirkan saat tiba. Tim medis langsung melakukan penanganan darurat. "Pasien datang sekitar pukul 11 malam dengan kondisi sudah tidak sadar disertai luka-luka. Informasinya korban dibacok oleh orang tidak dikenal di daerah jalur saat konvoi sekitar dua jam sebelumnya," kata Irfanugraha.

Di ruang IGD, petugas medis berjibaku melakukan tindakan resusitasi dan penjahitan luka. Pemeriksaan lanjutan seperti cek laboratorium darah, rontgen dada dan kaki, serta CT scan kepala juga dilakukan. Korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh, termasuk fraktur terbuka pada kepala, luka di bibir, leher, lutut kiri, hingga jari tangan kanan.

Beruntung, meski sempat kritis, kondisi korban kini mulai membaik. Pemuda berusia sekitar 17 hingga 20 tahun itu disebut sudah sadar meskipun masih mengeluhkan nyeri hebat. "Saat ini pasien sudah sadar dan sedang menunggu rencana operasi," imbuh dr Irfanugraha.

Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus-kasus kekerasan ini. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli membenarkan adanya laporan, namun kasusnya kini ditangani Polsek Cibadak. Kapolsek Cibadak Kompol I Djubaedi sendiri menyatakan belum menerima laporan resmi dari keluarga korban di Cibolang, dan menunggu laporan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa rivalitas dalam sepak bola harusnya hanya terjadi di lapangan hijau, bukan berujung pada kekerasan yang melukai dan mengancam nyawa. Pentingnya keamanan suporter dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan menjadi sorotan utama agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
  • Sukabumi Mencekam Pasca Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Terluka!
Posting Komentar
Tutup Iklan