Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib

Kabarmaung.com - Pertarungan klasik penuh gengsi antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung kembali menyajikan drama yang tak terlupakan. Stadion Gelora Bung Tomo menjadi saksi bisu duel sengit yang berakhir imbang 2-2, Senin (2/3/2026) malam. Namun, hasil akhir bukanlah satu-satunya sorotan utama. Kepemimpinan wasit dan reaksi keras dari kubu Maung Bandung, terutama pelatih Bojan Hodak, justru menjadi perbincangan panas yang menyelimuti seluruh atmosfer pasca laga.

Drama Penuh Kontroversi di Gelora Bung Tomo

Sejak peluit kick-off dibunyikan, intensitas pertandingan langsung membara. Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi, menghadirkan adu fisik yang tak terhindarkan. Persebaya Surabaya berhasil unggul lebih dulu lewat tendangan penalti Bruno Moreira pada menit ke-44. Penalti ini sendiri menjadi awal dari serangkaian keputusan yang kemudian memicu kemarahan di kubu Persib.

Drama puncak terjadi menjelang akhir babak pertama. Kakang Rudianto sempat membawa angin segar bagi Persib dengan mencetak gol penyeimbang di menit 45+5. Kegembiraan para pemain dan staf Maung Bandung membuncah, seolah gol tersebut akan mengakhiri paruh pertama dengan skor imbang. Namun, wasit Eko Saputra mengambil keputusan mengejutkan setelah meninjau VAR (Video Assistant Referee).

Dalam tayangan ulang, Eko Saputra menganggap bola lebih dulu mengenai tangan Ramon Tanque sebelum akhirnya bola mengarah ke Kakang Rudianto dan berbuah gol. Keputusan ini sontak menganulir gol Kakang, membuat kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Persebaya. Protes keras langsung dilancarkan oleh kubu Maung Bandung, bahkan pelatih Bojan Hodak turut diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan protes berlebihan. Momen ini jelas meninggalkan luka dan rasa ketidakadilan bagi Persib.

Kebangkitan Maung Bandung yang Nyaris Sempurna

Memasuki babak kedua, Persib tidak menyerah. Mereka tampil dengan semangat membara, seolah ingin membalas rasa kecewa di babak pertama. Kerja keras Maung Bandung akhirnya membuahkan hasil. Luciano Guaycochea berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-51, mengubah skor menjadi 1-1 dan membangkitkan asa para Bobotoh.

Tak hanya sampai di situ, momentum positif terus berlanjut. Andrew Jung kemudian membawa Persib berbalik unggul 2-1 pada menit ke-73, membuat kemenangan di depan mata. Para pendukung Persib mungkin sudah mulai membayangkan tiga poin penting akan dibawa pulang dari kandang Bajul Ijo. Namun, sepak bola memang penuh kejutan.

Kemenangan yang sudah di depan mata tersebut mendadak buyar. Persebaya kembali menyamakan skor lewat gol Francisco Rivera di menit ke-83, membuat kedudukan kembali imbang 2-2. Skor ini pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menutup duel klasik yang penuh intrik dan emosi.

Bojan Hodak Meledak, Enggan Bahas Pertandingan Teknis

Kekecewaan di lapangan ternyata terbawa hingga ruang konferensi pers. Bojan Hodak, dengan raut wajah penuh kekesalan, menghadiri sesi tersebut bersama Frans Putros. Namun, berbeda dari biasanya, Hodak memilih tidak mengomentari jalannya pertandingan secara teknis. Fokusnya hanya satu: kepemimpinan wasit.

"Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini," kata Hodak, mengisyaratkan ketidakpuasan yang mendalam namun enggan menjabarkannya secara gamblang.

Pelatih asal Kroasia itu melanjutkan dengan nada yang penuh penekanan, "Jika saya tidak membicarakan wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan." Pernyataan ini jelas menunjukkan betapa besar rasa frustrasi yang ia rasakan terhadap performa pengadil lapangan. Hodak bahkan secara terbuka menyatakan kekhawatirannya akan sanksi jika ia berbicara lebih jauh. "Jadi, karena alasan ini, saya akan memberi penjelasan (atau klarifikasi), karena saya akan dikenai sanksi," tegasnya.

Setelah kalimat tersebut, Hodak berdiri dan meninggalkan ruangan, menyisakan Frans Putros yang duduk di sampingnya dalam keheningan, tanpa sempat memberikan komentar apa pun. Momen ini menegaskan betapa parahnya kekecewaan yang dirasakan oleh kubu Persib atas hasil dan, terutama, proses pertandingan yang penuh kontroversi.

Implikasi Hasil Imbang dan Kontroversi Wasit

Hasil imbang 2-2 ini tentu saja terasa pahit bagi Persib, terutama mengingat mereka sempat unggul dan kemenangan nyaris di genggaman. Poin yang hilang ini bisa berdampak signifikan dalam persaingan di papan atas klasemen Liga 1. Lebih dari itu, insiden VAR dan protes keras Hodak kemungkinan besar akan menjadi sorotan panjang, memicu perdebatan tentang kualitas wasit dan implementasi VAR di liga domestik. Bagi Maung Bandung, fokus kini beralih ke pertandingan selanjutnya, dengan harapan mereka bisa bangkit dari hasil yang kurang memuaskan dan menjaga mentalitas tim tetap kuat.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
  • Drama VAR dan Amarah Hodak Warnai Hasil Imbang Persib
Posting Komentar
Tutup Iklan