Kabarmaung.com - Sorotan tajam mengarah ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) malam, saat Persib Bandung melakoni leg kedua babak 16 besar ACL 2 melawan Ratchaburi FC. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga penampilan dua rekrutan anyar Pangeran Biru, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, menjadi buah bibir. Sayangnya, perhatian terbesar justru tertuju pada Kurzawa, yang performanya dinilai belum sesuai ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya.
Mantan Bintang PSG Melempem, Apa Kata Bojan Hodak?
Datang dengan reputasi mentereng sebagai eks bek kiri Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa diharapkan mampu memberikan kestabilan dan pengalaman di lini pertahanan Persib. Ia masuk sejak awal babak kedua menggantikan Alfeandra Dewangga, membangkitkan optimisme di kalangan Bobotoh. Namun, harapan itu sedikit meredup setelah menyaksikan aksinya di lapangan. Beberapa kali, Kurzawa tampak kesulitan mengimbangi kecepatan lari pemain sayap lawan. Duel satu lawan satu sering kali dimenangi lawan, dan ia terlihat kerepotan menutup ruang gerak. Intensitas permainan tinggi yang diusung di laga ACL ini juga membuatnya cepat kelelahan, terutama saat harus aktif naik-turun membantu serangan sekaligus menjaga pertahanan.
Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, tak menampik bahwa kondisi fisik Kurzawa memang belum seratus persen ideal. "Secara realistis, sang pemain memang belum siap untuk bermain penuh dalam intensitas tinggi," ungkap Bojan pada Kamis (19/2/2026). Ini menjadi penjelasan mengapa Kurzawa, dengan pengalamannya, terlihat belum maksimal. Di laga pertamanya, Kurzawa hanya bermain selama 15 menit. Sementara di laga kedua ini, ia tampil lebih lama, yakni 45 menit. Bojan sendiri mengakui ada peningkatan performa dibanding laga pertama, namun ia memberikan batasan yang cukup mengejutkan.
Fakta Mengejutkan di Balik Kebugaran Kurzawa
"Meski begitu, dia realistisnya baru bisa bermain selama 35 menit," ujar Bojan. Pernyataan ini cukup membuka mata Bobotoh. Artinya, 45 menit yang dijalani Kurzawa di laga melawan Ratchaburi FC sudah melewati batas ideal kondisi fisiknya saat ini. Hal tersebut tentu saja berkontribusi pada mengapa performanya belum maksimal, terutama dalam menjaga tempo dan konsistensi permainan di sisi kiri pertahanan Pangeran Biru. Adaptasi dengan sepak bola Indonesia yang berbeda, serta upaya mengembalikan kebugaran pasca tidak bermain reguler di level tertinggi Eropa, tentu membutuhkan waktu.
Kesulitan ini bukan hanya soal teknik, tetapi lebih fundamental terkait stamina dan daya tahan. Bobotoh tentu berharap Kurzawa dapat segera menemukan ritme terbaiknya dan kembali menunjukkan kelasnya yang telah teruji di kancah Eropa. Proses adaptasi fisik ini akan menjadi kunci penting bagi kontribusinya di sisa musim ini, baik di kompetisi domestik maupun internasional.
Sergio Castel Beri Sinyal Positif Meski di Tengah Badai
Berbeda dengan Kurzawa, penampilan Sergio Castel justru menuai pujian. Masuk pada menit ke-69 menggantikan Berguinho, Castel harus beradaptasi cepat dalam situasi tim yang sedang tertinggal dan bermain dengan 10 orang. Namun, penyerang anyar ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif. Bojan Hodak secara khusus memuji kualitas Castel yang bisa bermain di beberapa posisi.
"Untuk Sergio, dia sudah menunjukkan kualitasnya, dia tadi bermain di beberapa posisi dan tadi bermain sebagai winger. Mungkin dia tidak bisa melakukan segalanya karena bermain dengan sepuluh pemain. Tapi dia sudah bisa melakukan tugas dengan baik," kata Bojan. Pujian ini menjadi angin segar, mengingat Castel tampil efektif di tengah tekanan dan keterbatasan jumlah pemain. Kemampuannya beradaptasi di posisi berbeda dan etos kerjanya terlihat menjanjikan untuk lini serang Persib.
Dalam waktu yang relatif singkat, Castel mampu menunjukkan visi bermain dan ketenangannya. Meski belum mencetak gol, kehadirannya cukup merepotkan pertahanan lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Ini menjadi modal berharga bagi Persib untuk menghadapi jadwal padat ke depan.
Langkah ke Depan Bagi Rekrutan Anyar Persib
Dua debutan dengan cerita yang berbeda. Kurzawa membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya ke level optimal, sementara Castel sudah menunjukkan sinyal-sinyal positif yang menjanjikan. Manajemen dan tim pelatih Persib tentu memiliki program khusus untuk memastikan kedua pemain ini dapat berkontribusi maksimal secepatnya. Dukungan Bobotoh juga akan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk terus beradaptasi dan memberikan yang terbaik bagi kebanggaan Jawa Barat ini.
Melihat performa di laga ACL 2, Persib Bandung menunjukkan bahwa kedalaman skuad menjadi krusial. Kehadiran Pemain Baru diharapkan bukan hanya sebagai pelapis, namun juga sebagai motor penggerak tim dalam mengarungi kompetisi yang ketat. Proses adaptasi Layvin Kurzawa dan Sergio Castel akan terus dipantau, dengan harapan keduanya bisa segera menjadi pilar penting bagi Pangeran Biru.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com