Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan

Kabarmaung.com - Kabar mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menjatuhkan Sanksi berat kepada Persib Bandung. Maung Bandung harus menelan pil pahit berupa denda fantastis sebesar Rp3,5 miliar dan larangan menggelar pertandingan tanpa penonton dalam dua laga ke depan di kompetisi AFC. Sanksi ini merupakan buntut dari kericuhan suporter yang terjadi pada laga AFC Champions League (ACL) 2 awal tahun ini.

Peristiwa ini berakar pada pertandingan leg kedua babak 16 besar ACL 2 musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Saat itu, Persib berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas wakil Thailand, Ratchaburi. Namun, kemenangan tersebut tidak cukup untuk meloloskan Maung Bandung ke babak selanjutnya. Pasalnya, pada leg pertama, Persib harus mengakui keunggulan Ratchaburi dengan skor telak 0-3, menjadikan agregat akhir 1-3 untuk keunggulan tim tamu.

Kekecewaan mendalam menyelimuti para Bobotoh yang hadir di GBLA. Harapan untuk melihat Persib melakukan comeback heroik sirna di tengah kesulitan mencetak gol. Frustrasi memuncak, dan sayangnya, sebagian suporter meluapkan emosi mereka dengan melakukan kericuhan. Ada anggapan kuat di kalangan Bobotoh bahwa kekalahan Persib tidak lepas dari kepemimpinan wasit yang dianggap tidak adil, berpihak, dan merugikan tim kesayangan mereka.

Sanksi Berat dari Komite Disiplin AFC

Komite Disiplin AFC merespons insiden tersebut dengan serius. Dalam keputusannya, Persib Bandung didakwa melanggar beberapa pasal penting, yaitu Pasal 64 dan 65 Kode Disiplin dan Etika AFC, serta Pasal 35 mengenai regulasi dan keamanan AFC. Pelanggaran ini berujung pada konsekuensi yang tidak main-main bagi klub kebanggaan Jawa Barat ini.

Selain denda sebesar USD 200.000, atau setara dengan Rp3,5 miliar (dengan kurs saat ini), Persib juga harus menjalani hukuman larangan menggelar laga kandang tanpa penonton sebanyak dua pertandingan. Hukuman stadion tanpa penonton ini akan berlaku untuk Persib kala berlaga di kompetisi AFC musim depan. Ini tentu menjadi pukulan telak, mengingat dukungan Bobotoh di GBLA selalu menjadi energi tambahan bagi Maung Bandung.

Menariknya, Komdis AFC juga memberikan putusan yang ditangguhkan untuk pertandingan kedua larangan tanpa penonton. Sesuai dengan Pasal 34.1 dan 34.3 Kode Disiplin dan Etika AFC, penutupan stadion penuh untuk pertandingan kedua ini ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun. Apabila terjadi pelanggaran serupa dalam masa percobaan tersebut, penangguhan akan dicabut otomatis dan sanksi diberlakukan, di samping sanksi untuk pelanggaran baru.

Dampak Sanksi Bagi Keuangan dan Semangat Tim

Denda sebesar Rp3,5 miliar tentu bukan angka yang kecil dan akan menjadi beban finansial yang signifikan bagi Persib. Selain itu, bermain tanpa dukungan Bobotoh di kancah Asia akan sangat mengurangi keuntungan kandang yang biasanya dimiliki Persib. Padahal, Maung Bandung berpeluang besar untuk kembali mewakili Indonesia di kompetisi klub AFC musim depan, baik sebagai juara maupun runner-up Super League musim ini.

Rincian Putusan Komdis AFC untuk Persib:

  • Persib Bandung melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 65.1 dan 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
  • Persib Bandung melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 35 Peraturan Keamanan dan Keselamatan AFC.
  • Persib Bandung diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000 (Rp 3,5 miliar) - yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal Keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.
  • Persib Bandung diperintahkan untuk memainkan dua (2) pertandingan dengan penutupan stadion penuh. Perintah ini berlaku untuk dua (2) pertandingan kandang Persib Bandung berikutnya yang dimainkan di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub putra AFC.
  • Sesuai dengan Pasal 34.1 dan 34.3 Kode Disiplin dan Etika AFC, penutupan stadion secara penuh yang berlaku untuk pertandingan kedua yang disebutkan dalam Ayat 4 Keputusan ini ditangguhkan untuk masa percobaan selama dua (2) tahun. Apabila terjadi pelanggaran serupa dalam masa percobaan tersebut, penangguhan akan dicabut secara otomatis dan sanksi diberlakukan, di samping sanksi yang dikenakan untuk pelanggaran baru tersebut.

Sanksi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen sepak bola, terutama suporter, tentang pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas. Kericuhan, sekecil apa pun, dapat berujung pada konsekuensi serius yang tidak hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga citra dan peluang mereka di kancah internasional. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Bobotoh untuk terus memberikan dukungan positif dan membangun citra Persib yang lebih baik di mata dunia.

Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
  • Persib Bandung Kena Sanksi AFC Rp3.5 Miliar Buntut Kericuhan
Posting Komentar
Tutup Iklan