Kabarmaung.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali diwarnai insiden kontroversial yang melibatkan salah satu bintang Persib Bandung, Marc Klok. Gelandang andalan Maung Bandung ini harus menghadapi tuduhan serius aksi rasisme dari pihak Bhayangkara FC yang memicu perdebatan sengit. Insiden ini terjadi pasca pertandingan sengit antara Bhayangkara FC melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persib.
Kericuhan bermula di lorong menuju ruang ganti saat jeda babak pertama. Bhayangkara FC secara resmi mengeluarkan pernyataan yang menuding Marc Klok melakukan tindakan rasisme terhadap pemain mereka, Hendry Doumbia. Dalam keterangan resmi tersebut, Bhayangkara FC menulis, "Diakui striker Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, jika dirinya menerima aksi rasis dari Marc Klok pada babak pertama."
Menurut keterangan Bhayangkara FC, Hendry Doumbia segera memberitahukan insiden tersebut kepada kapten tim, Wahyu Subo Seto, di akhir babak pertama. Mendengar laporan Doumbia, Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok saat mereka berjalan menuju ruang ganti untuk mengonfirmasi ucapan rasis yang dituduhkan. Momen perdebatan panas ini terekam dalam berbagai video yang kini viral di media sosial, menambah panas suasana pasca-pertandingan.
Tidak tinggal diam, manajemen Bhayangkara FC langsung melaporkan dugaan aksi rasisme Marc Klok kepada Match Commissioner yang bertugas saat itu, serta mengirim surat resmi kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka menegaskan sikap tegasnya, "Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC aksi rasis baik di dalam dan di luar sepak bola adalah hal yang tidak bisa diterima."
Klarifikasi Tegas Marc Klok: Bantah Keras Tuduhan Rasisme!
Marc Klok, yang menjadi pusat tudingan, tidak tinggal diam. Melalui akun media sosialnya, Klok membantah keras tuduhan rasisme tersebut dan memberikan klarifikasi atas apa yang sebenarnya terjadi. Menurut Klok, kesalahpahaman muncul saat Persib mencetak gol kedua.
"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'give me the ball back'," tulis Klok. Ia melanjutkan penjelasannya bahwa setelah itu, mereka berdua sempat membicarakan insiden tersebut. "Ia (Doumbia) meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'," ungkap Klok, menjelaskan akar masalah yang sebenarnya.
Klok menyayangkan respons dari pihak Bhayangkara FC, khususnya manajer mereka, Sumardji, yang dinilai tidak melakukan kroscek atau verifikasi terlebih dahulu atas insiden tersebut. Klok merasa disudutkan oleh tuduhan yang tidak benar.
"Namun manajer mereka, Sumardji yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," papar Klok, menunjukkan kekecewaan mendalamnya.
Dengan tegas, Marc Klok mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan namanya. Klok selalu menjunjung tinggi sportivitas dan menegaskan dirinya jauh dari segala bentuk tindakan rasisme. Ia merasa reputasinya tercoreng akibat tuduhan tak berdasar ini. Meskipun laga tersebut berakhir dengan kemenangan Persib 4-2, insiden ini jelas menyisakan luka dan persoalan yang perlu diselesaikan secara profesional.
Ikuti terus berita terbaru Persib di Kabarmaung.com